Month: February 2007

266. HEROES dan Tokoh-Tokoh Imajiner

Saya punya kegiatan baru akhir-akhir ini, guys!

Bukan, bukan kegiatan “ngupil” terus “panenan”nya dikoletif di bawah meja (atau kadang lebih ekstrim lagi diletakkan dipipi Wira atau Bani, temen satu kantor hehe… Bangganyah, oh bangganyah!), terus bukan juga kebiasaan garok-garok pantat waktu lagi binun dan cemas. Bukan yang Ntu yah. Kalau kebiasaan yang saya sebutkan itu sih udah gag baru lagi, udah dipelihara dari waktu saya masuk kebangku kuliah dulu. Yah, demikianlah.

Kegiatan apa sih, Be? Hmmm… Nonton serial Heroes. Basbang yah? Ah, tidak juga yang pasti selama “belum dipirsa di-tipi lokal” masih hangatlah saya fikir (pembelaan diri euy), palagi mulainya aja baru Rabu, 31 Januari 2007, kemarin di StarWORLD. Saya berlangganan Astro, dan di Astro-StarWORLD mulai tayang premiere per 31 Januari 2007 kemarin. Gag tau juga mungkin dilayanan Pay-TV (Indovision, Telkomvision, dll) yang lain ditayangkan tanggal berapa? Ada yang bisa kasih keterangan tambahan? Tapi yang pasti kalau diluar, kalau gag salah, pertama kali tayang di NBC.

Wokeh cerita dikit tentang HEROES ini. (tautan Wiki)

Heroes adalah serial fiksi-ilmiah tentang sekumpulan “Pahlawan Imajiner” yang memiliki kekuatan superhero yang tentu saja memiliki tujuan classic berupaya untuk menyelamatkan bumi dan menghentikan kekacauan didunia ini. Cerita dimulai dengan menghilangnya seorang profesor ahli genetika yang menghabiskan hidupnya bergelut dengan sebuah teori evolusi manusia, profesor Suresh, dan kemudian hal ini memicu anaknya untuk menyelesaikan pekerjaan sang ayah. Sang anak, Muhindar Suresh, menganggap sang ayah dibunuh (belum tahu dibunuh atau cuma ngilang) berusaha mencari tahu penyebab kematian ayahnya.

Saya pribadi suka nonton serial Heroes ini karena beberapa hal. Pertama, karena ragam kemampuan yang dimiliki tokoh-tokoh Heroes ini buat kita penasaran, apa sih nanti perannya kedepan. Terus selanjutnya yang membuat film ini enak ditonton adalah ”pergulatan” antara kemauan menjadi manusia biasa atau menerima menjadi Heroes untuk menyelamatkan dunia dengan kelebihan yang mereka miliki. Satu hal lagi yang membuat kita tidak bisa berpaling dari layar tipi (bahkan untuk pipis mesti tunggu iklan) adalah keterkaitan satu tokoh dengan tokoh lainnya sangat tinggi. Coba perhatikan apa yang digambarkan dalam komik buatan “Isac” menjadi panutan oleh “Hiro” yang masih berusaha meyakinkan dirinya kalau memang dia “Super-Hiro”. Continue reading “266. HEROES dan Tokoh-Tokoh Imajiner”

265. Kopdar ID Gmail : Abe, Mas Andika, Dudi, dan Syahmim

Mulanya sih sms dari Bundha Endhoot masuk ke HP saya “Be, mas Andika di Aceh hari ini dan besok”. Wah, wah.. Sang EOKopdar ini walau jarak jauh terentang tapi teuteup aja keukeuh nge-gagas supaya bisa buat gathering. Hihi.. Ntah mungkin karena “bro” sendiri atau karena memang yaitu tadi, darah EO Gathering untuk Id-Gmail mengalir deras ditubuh wanita berdarah merah ini (halah). Yah, seperti itulah.

Mas Andika dan Team (atau Temen-temen) dateng ke Banda Aceh untuk satu keperluan dan saya tidak tanya detailnya apa. Begitu terima sms dari Bundha Endhoot saya langsung telp Mas Andika, ternyata doi lagi di Asrama Haji dekat kos-kosan saya, sementara saya di Kantor. Wokeh, karena saya gag bisa jumpa siang, saya buat janji ketemuan malem. Gag asyik kalau gathering cuma berdua, saya hubungi Dudi dan Syahmin, terus saya juga hubungi Alex. Tapi Alex tidak bisa karena doi lagi di Blang Pidie untuk satu project yg miliaran rupiah (hehe.. kalau percaya) 😀

Ini kali ke-2 mas Andika dateng ke Banda Aceh. Doi dan temen-temen beberapa kali nanya-nanya tentang Aceh. Bah, secara saya Asal Medan dan Dudi asal Malang jadi bingung jawabnya, manalagi Syahmin bawaannya jadi diem. Kali ada naksir sama temen-nya mas Andika entah juga yah (lariii…) Hehe.. Untung Dudi pengetahuan tentang Aceh-nya lumayan dalem, jadi bisa jawab2 apa yg ditanyakan. Hihi.. secara saya cuma hafalnya situasi dan jalan dari rumah-kantor serta sebaliknya aja. Binun. 😀

Teros satu lagi yg menarik. Saya dan Dudi tidak pernah ketemuan sebelumnya. Bayangkan sudah 10 bulan disini tapi belum pernah jumpa. Seorang Andhika juga yg mempertemukan kami. Bukan apa, kalau saya ngajak ketemuan doi selalu sibuk? Eh, atau saya yg terlalu sombong nggak mau main ke markas airpu-ti-h? Mungkin juga sih!

Wokeh gag usah panjang-panjang… Akhirnya kita temuan didepan Hotel Medan dekat Warkop Rek. Dudi duluan dateng, setelah itu saya dan istri, kemudian nyusul Syahmin. Coba liat skrinsutnyah aja yah, saya benerannya lagi sibuk nih.. Beneran! Terus satu lagi, MAAF, kualitas FOTO kurang begitu BAGUS. Untuk liat yg aseli disini. (Cat : Kalau belum dihapus yg empunya)


(Ki-Ka : Dudi, Saya, Fanny, dan Syahmin.)
Continue reading “265. Kopdar ID Gmail : Abe, Mas Andika, Dudi, dan Syahmim”

264. Sibuk Sendirian.. C=D Capee Dee..

“Owh, aku disini.. Owh, terus berlari..”

Lagu Pelangi dari Band Radja (Owh yeah.. my fave r-tone), memanggil-manggil pengen diangkat dihape Saya. Tertera dilayar ponsel “BRR Office“. Argghh.. bukan gag mau segera angkat, tapi liat gag sih? Saya masih online, Saya masih terima keluhan dari Ibu murni di jalur fixed-phone, dari pelanggan korporasi UNOPS. Tau gag sih ini masalah billing tagihan mereka yang butuh concern tinggi? Argghh.. Bisa gag sih BRR ngantri? Ugh, seandainya tangan dan telinga ini ada 4 mungkin bisa, tapi guys.. sists.. Saya hanya punya 2 tangan!

Tapi, Syukur Alhamdulillah, seandainya saya punya 4 tangan saya pasti gag disini, saya pasti di NASA. Bukan.. bukan karena pinter melainkan karena dijadiin bahan percobaan mereka. Alien ini gag sih? hehe.. padahal default-nya aja udah jelek gag keruan gini lebih Alien dari Alien sekalipun.. hihi.. kecian fanzul-kuh, bersuamikan seorang Alien hehe.. Muwah, Lop yu hon, Semua cintah ini untukmuh istrikuh.. (lho? gag nyambung yah kalimat yg terakhir.. biwarin deh)

Wokeh back to cerita tadi. Belum lagi saya tutup panggilan dari Ibu Murni-UNOPS segera saya angkat tele2 dari BRR tadi sembari permisi sopan ke Bu Murni “Maaf bu, boleh saya telepon lagi setelah semua tagihan UNOPS saya kompulir ulang? Dan saya janji sore ini saya akan beritahu dimana ketidakcocokan terjadi. Pokoknya saya akan berikan yang terbaik untuk UNOPS-lah, Ibu tidak perlu khawatir”. Di ujung sana jawaban melegakan saya terima “Baiklah Pak Abdi, saya yakin Tsel akan berikan yang terbaik untuk kita. Saya tunggu yah, Pak!” Continue reading “264. Sibuk Sendirian.. C=D Capee Dee..”