Month: August 2007

281. Menyetir

Akhir-akhir ini saya sedikit grogian nyetir.

Bukan, bukan karena saya tidak bisa menyetir atau baru aja belajar nyetir. Tapi gimana yah, mau belok kanan ada suara panik disebelah “Mas, awassss.. Itu Motorrrr!”, mau belok kiri “Mas, awaaasss.. Becak tuh”. Saya dalem hati mbathin sendiri “Nenek-nenek udah mau meninggal, kena kanker, terus sudah duapuluh-belas kali kena stroke TAHU kalau itu Motor atau Becak”. Arrgghh.. Sabar Be, Sabar, jangan sampek si anak dalam kandungan membencimu. Hihi, iya juga yah.. Lop yu muach. 😀

Uhm, yah, si fanny paranoid gitu liyat saya bawa mobil. Tentu saja, saya juga jadi tidak lepas menyetirnya. Tidak totalitas lah dalam melenggak-lenggokkan setir ketika menyetir (Halah). Oke, oke, sebenernya tanpa dia minta untuk berhati-hati, saya juga bakalan HATI-HATI kok. Ya, siapa sih yang nggak hati-hati, namanya juga baru yah. Masih sayang ditayang tayang oh mai.. oh mai.. Pokoknya tidak boleh sembarangan. Ya, saya mengerti kok hon. Lagian Avanza kita kan sudah di kasih perisai Asuransi dan Warranty dari Astra, cintah.

Oke segitu dulu yah! Saya mau masukin gajah dulu ke mobil hehe.. Sepengamatan saya anak gajah yg pake Avanza itu ada dua orang. Andri dan Priyadi. CMIIW Miaw Miaw Deh!

You’ll Think You Can?

Abe Poetra
*Ada yg mau berbagi sensasi mengendarainya?
*Atau ada yg punya tips dan trik merawat Avanza? 😀

Advertisements

Menyetir

Akhir-akhir ini saya sedikit grogian nyetir.

Bukan, bukan karena saya tidak bisa menyetir atau baru aja belajar nyetir. Tapi gimana yah, mau belok kanan ada suara panik disebelah “Mas, awassss.. Itu Motorrrr!”, mau belok kiri “Mas, awaaasss.. Becak tuh”. Saya dalem hati mbathin sendiri “Nenek-nenek udah mau meninggal, kena kanker, terus sudah duapuluh-belas kali kena stroke TAHU kalau itu Motor atau Becak”. Arrgghh.. Sabar Be, Sabar, jangan sampek si anak dalam kandungan membencimu. Hihi, iya juga yah.. Lop yu muach. 😀

Uhm, yah, si fanny paranoid gitu liyat saya bawa mobil. Tentu saja, saya juga jadi tidak lepas menyetirnya. Tidak totalitas lah dalam melenggak-lenggokkan setir ketika menyetir (Halah). Oke, oke, sebenernya tanpa dia minta untuk berhati-hati, saya juga bakalan HATI-HATI kok. Ya, siapa sih yang nggak hati-hati, namanya juga baru yah. Masih sayang ditayang tayang oh mai.. oh mai.. Pokoknya tidak boleh sembarangan. Ya, saya mengerti kok hon. Lagian Avanza kita kan sudah di kasih perisai Asuransi dan Warranty dari Astra, cintah.

Oke segitu dulu yah! Saya mau masukin gajah dulu ke mobil hehe.. Sepengamatan saya anak gajah yg pake Avanza itu ada dua orang. Andri dan Priyadi. CMIIW Miaw Miaw Deh!

You’ll Think You Can?

Abe Poetra
*Ada yg mau berbagi sensasi mengendarainya?
*Atau ada yg punya tips dan trik merawat Avanza? 😀

280. Mamamia Indosiar

“Mamamia.. Mamamia.. Mama menyertaiku!”
“Mamamia.. Mamamia.. Ada Mama disampingku!”
“Bersama-sama, aku dan Mama..”
“Maju (melangkah) kedepan menjangkau dunia..”

Bah, apa kata dunia!

Sebenernya akika agak malyu juga mau nulis thread ini, bok. Gak ada gagah-gagahnya gitu loah! Masak LAKI-LAKI nongtong MAMAMIA show? BAH, APA KATA DUNIA NANTI? Seharusnya kan LELAKI itu tontonannya yang macho-macho seperti “BBC alias Bumbu-bumbu cinta” dan “Pacar pilihan mamakuh”, Yah samting laik detlah.. (Paraaahhh… Shitnetron ternyata!)

Hihi seriously, apapun “kata dunia” saya tidak peduli, yang paling saya pedulikan adalah suara bersungut-sungut dan ngerengek-rengek “Mas, nonton Mamamia napa? Fanny mau nonton mamamia”. Segera saya switch channel dari HBO ke Indosiar sesegera mungkin. Ya, ya, dibilang ISTI juga gak papa deh. Yang penting si mama dan my dear baby gak merajok. Ahaaa, what a romantic couple yah kami ini. (halah)

Singkatnya, semula saya yg suka ngedumel karena gak bisa nongtong felem-felem fave saya. Tapi eh, kok acara Mamamia ini asyik juga yah? Njir, sekarang saya sudah menikmatinya. Sudah sering diskusi sama fanny siapa yang tereksekusi. Sudah sering debat siapa yang paling banyak di vote oleh juri votelock yang jumlahnya 100 itu? Malah sering juga kita kecewa bareng “Yaaa… kok dia yang kalah sih?” Gitu deh! 😀

Tentang Mamamia Show

Oh jadi lupak, FYI, Mamamia adalah sebuah ajang kreatifitas dalam bernyanyi. Ya, mungkin banyak sudah acara ajang musik yang memperlombakan olah vokal tapi Mamamia ini beda. Mamamia ini adalah perlombaan tarik suara yang tidak hanya menilai olah vokal tapi juga kemampuan manajerial mama si peserta lomba. Jadi peserta sejatinya ada dua orang si anak sang artis, dan si mama sang manajer.

Yang paling Saya suka dari acara ini adalah “Tidak adanya keharusan mengirim SMS Premium” untuk mendukung artisnya. Semua mengalir lancar dari penilaian “eksekutor”, dan tiga orang yang masuk zona kritis akan divote oleh 100 juri votelock. Unsur subjektifitasnya masih ada, yah tapi betterlah dari program musik lain saya fikir.

Eksekutor yang diminta untuk menilai ada 4 orang. Ada Arzetti Bilbina yang menilai soal pakaian, sepatu, aksesoris dan seputaran lemari pokoknya. Kemudian ada juga Helmy Yahya yang memberikan wawasan dan penilaian manajerial. Untuk aksi panggung, stage, dan penarinya diserahkan ke Sophia Latjuba. Dan juri yang paling saya suka adalah, juri kontroversi, Ahmad Dhani. Yeah, saya seneng aja kalau dia komeng! Dhani diberi tugas komeng tentang musik, saya dan juri yang lain tahu betul kalau memang dia lah yang paling mengerti untuk hal ini.

Mamamia Show ditayangkan di Indosiar. Setiap hari SELASA, dari Jam 19:00 WIB sampai jam 23:00 WIB (kadang malah lebih). Iyah, iyah, 4 jam sebenernya waktu yang lama sekali untuk sebuah acara. Empat jam ini sebenernya alokasi waktu untuk nongtong felem India. Yihaaa.. (Boliwood punya cerita) Continue reading “280. Mamamia Indosiar”

Mamamia Indosiar

“Mamamia.. Mamamia.. Mama menyertaiku!”
“Mamamia.. Mamamia.. Ada Mama disampingku!”
“Bersama-sama, aku dan Mama..”
“Maju (melangkah) kedepan menjangkau dunia..”

Bah, apa kata dunia!

Sebenernya akika agak malyu juga mau nulis thread ini, bok. Gak ada gagah-gagahnya gitu loah! Masak LAKI-LAKI nongtong MAMAMIA show? BAH, APA KATA DUNIA NANTI? Seharusnya kan LELAKI itu tontonannya yang macho-macho seperti “BBC alias Bumbu-bumbu cinta” dan “Pacar pilihan mamakuh”, Yah samting laik detlah.. (Paraaahhh… Shitnetron ternyata!)

Hihi seriously, apapun “kata dunia” saya tidak peduli, yang paling saya pedulikan adalah suara bersungut-sungut dan ngerengek-rengek “Mas, nonton Mamamia napa? Fanny mau nonton mamamia”. Segera saya switch channel dari HBO ke Indosiar sesegera mungkin. Ya, ya, dibilang ISTI juga gak papa deh. Yang penting si mama dan my dear baby gak merajok. Ahaaa, what a romantic couple yah kami ini. (halah)

Singkatnya, semula saya yg suka ngedumel karena gak bisa nongtong felem-felem fave saya. Tapi eh, kok acara Mamamia ini asyik juga yah? Njir, sekarang saya sudah menikmatinya. Sudah sering diskusi sama fanny siapa yang tereksekusi. Sudah sering debat siapa yang paling banyak di vote oleh juri votelock yang jumlahnya 100 itu? Malah sering juga kita kecewa bareng “Yaaa… kok dia yang kalah sih?” Gitu deh! 😀

Tentang Mamamia Show

Oh jadi lupak, FYI, Mamamia adalah sebuah ajang kreatifitas dalam bernyanyi. Ya, mungkin banyak sudah acara ajang musik yang memperlombakan olah vokal tapi Mamamia ini beda. Mamamia ini adalah perlombaan tarik suara yang tidak hanya menilai olah vokal tapi juga kemampuan manajerial mama si peserta lomba. Jadi peserta sejatinya ada dua orang si anak sang artis, dan si mama sang manajer.

Yang paling Saya suka dari acara ini adalah “Tidak adanya keharusan mengirim SMS Premium” untuk mendukung artisnya. Semua mengalir lancar dari penilaian “eksekutor”, dan tiga orang yang masuk zona kritis akan divote oleh 100 juri votelock. Unsur subjektifitasnya masih ada, yah tapi betterlah dari program musik lain saya fikir.

Eksekutor yang diminta untuk menilai ada 4 orang. Ada Arzetti Bilbina yang menilai soal pakaian, sepatu, aksesoris dan seputaran lemari pokoknya. Kemudian ada juga Helmy Yahya yang memberikan wawasan dan penilaian manajerial. Untuk aksi panggung, stage, dan penarinya diserahkan ke Sophia Latjuba. Dan juri yang paling saya suka adalah, juri kontroversi, Ahmad Dhani. Yeah, saya seneng aja kalau dia komeng! Dhani diberi tugas komeng tentang musik, saya dan juri yang lain tahu betul kalau memang dia lah yang paling mengerti untuk hal ini.

Mamamia Show ditayangkan di Indosiar. Setiap hari SELASA, dari Jam 19:00 WIB sampai jam 23:00 WIB (kadang malah lebih). Iyah, iyah, 4 jam sebenernya waktu yang lama sekali untuk sebuah acara. Empat jam ini sebenernya alokasi waktu untuk nongtong felem India. Yihaaa.. (Boliwood punya cerita) Continue reading “Mamamia Indosiar”

279. Henpon

Dapet timpukan dari dua orang sekaligus, Mamih dan Alex.

Ini seperti isu berantai dari satu blog ke blog yg laen. Kali ini temanya tentang henpon kita. Baiklah saya akan coba jawab 10 perta.. sebentar, WHATTTT… sepuluh? Omakjang, banyak amir. Wokeh, here we go tanpa basa basi.

1. Tipe dan Merk HP

Pertama kali beli HP merknya adalah Nokia 8250 dengan tagline “Walk on the blue side”. Harga belinya kalau saya gak salah 2.8jt sekian (kalau salah, kami sekeluarga minta maaf), tapi coba bayangkan harganya sekarang? 250rebu plus perdana hihi.. Kemudian setelah itu saya sempat pakai Nokia 3650, tapi cuma 2 minggu sebelum temen saya “meminjamnya” tanpa mengembalikan dan tidak memberitahu saya walau saya sebenernya sudah tahu (ambigu yah?). Wokeh, setelah itu ilang saya makek Sixty six owh owh untuk 3 taon. Ya, ya, hape terlama yang saya pakek sebelum dapet jatah henpon N-73 edisi musik dari kantor.

2. Fasilitas 3G

Oh kalau di N73 bisa donk. Coba perhatikan aja, masak HP mahal (tapi jatah) gak ada fasilitas 3G nya? Masa kamera dengan 3.2 MP (2048 x 1536 pixels) gak ada fasilitas 3G? Ada duonk guys. Eh, 3G itu apaan sih? Lho?

3. Wallpaper

Wallpaper di HP gambar bunga-bunga geto, tapi kalau yg di N-73 wallpaper nya gambar prewedding kami. Skrinsut coba liyat blognya si fanny muach muach, perhatikan gambar header nya. Narsis? Yes, we are. 😀

4. Nomer HP

Dari awal pake HP, saya pakai kartu DARI TELKOMSEL duonk ah yuk mareee (halah, iklannya explisit banget). Saya pakai SimPATI 08126462-xxx (rahasia) dari taon 2001 dengan harga 250rebu pada waktu itu kosong tanpa pulsa. Sewaktu tammat kuliah dan gawe di Isat dapet nomer dinas Matrix. Tapi tidak lama setelah itu saya pindah ke Telkomsel (kontrakan) dapet Halo nomer dinas Medan. Setelah menyelesaikan kontrak dengan baik dan benar selama 2 taon, saya diangkat jadi employee dan ditempatkan di Aceh dan dapet Halo Nomer Dinas Aceh. Yah, sebenernya nomer saya BUKAN RAHASIA, bisa dilihat di bagian contact tuh.

5. SMS Terakhir

SMS yang nyelonong masup terakhir di henpon adalah :

“Pak jangan lupa yah. Hehe, ini alamatnya bila-bila lupa. Gedung bang Danamon Lt.9, Jalan Diponegoro No.35 medan 20152”

Ini sms dari Indri (Callcenter Medan) minta dikirimin baju branding Tsel yg kesempitan di tubuh sikspek ini untuk dia dan Diana. Daripada gak kepake katanya. Ugh, dasar mau mintak aja bilang, Ndri. 😉 Continue reading “279. Henpon”

Henpon

Dapet timpukan dari dua orang sekaligus, Mamih dan Alex.

Ini seperti isu berantai dari satu blog ke blog yg laen. Kali ini temanya tentang henpon kita. Baiklah saya akan coba jawab 10 perta.. sebentar, WHATTTT… sepuluh? Omakjang, banyak amir. Wokeh, here we go tanpa basa basi.

1. Tipe dan Merk HP

Pertama kali beli HP merknya adalah Nokia 8250 dengan tagline “Walk on the blue side”. Harga belinya kalau saya gak salah 2.8jt sekian (kalau salah, kami sekeluarga minta maaf), tapi coba bayangkan harganya sekarang? 250rebu plus perdana hihi.. Kemudian setelah itu saya sempat pakai Nokia 3650, tapi cuma 2 minggu sebelum temen saya “meminjamnya” tanpa mengembalikan dan tidak memberitahu saya walau saya sebenernya sudah tahu (ambigu yah?). Wokeh, setelah itu ilang saya makek Sixty six owh owh untuk 3 taon. Ya, ya, hape terlama yang saya pakek sebelum dapet jatah henpon N-73 edisi musik dari kantor.

2. Fasilitas 3G

Oh kalau di N73 bisa donk. Coba perhatikan aja, masak HP mahal (tapi jatah) gak ada fasilitas 3G nya? Masa kamera dengan 3.2 MP (2048 x 1536 pixels) gak ada fasilitas 3G? Ada duonk guys. Eh, 3G itu apaan sih? Lho?

3. Wallpaper

Wallpaper di HP gambar bunga-bunga geto, tapi kalau yg di N-73 wallpaper nya gambar prewedding kami. Skrinsut coba liyat blognya si fanny muach muach, perhatikan gambar header nya. Narsis? Yes, we are. 😀

4. Nomer HP

Dari awal pake HP, saya pakai kartu DARI TELKOMSEL duonk ah yuk mareee (halah, iklannya explisit banget). Saya pakai SimPATI 08126462-xxx (rahasia) dari taon 2001 dengan harga 250rebu pada waktu itu kosong tanpa pulsa. Sewaktu tammat kuliah dan gawe di Isat dapet nomer dinas Matrix. Tapi tidak lama setelah itu saya pindah ke Telkomsel (kontrakan) dapet Halo nomer dinas Medan. Setelah menyelesaikan kontrak dengan baik dan benar selama 2 taon, saya diangkat jadi employee dan ditempatkan di Aceh dan dapet Halo Nomer Dinas Aceh. Yah, sebenernya nomer saya BUKAN RAHASIA, bisa dilihat di bagian contact tuh.

5. SMS Terakhir

SMS yang nyelonong masup terakhir di henpon adalah :

“Pak jangan lupa yah. Hehe, ini alamatnya bila-bila lupa. Gedung bang Danamon Lt.9, Jalan Diponegoro No.35 medan 20152”

Ini sms dari Indri (Callcenter Medan) minta dikirimin baju branding Tsel yg kesempitan di tubuh sikspek ini untuk dia dan Diana. Daripada gak kepake katanya. Ugh, dasar mau mintak aja bilang, Ndri. 😉 Continue reading “Henpon”

Tidak Percaya

“Bener pak, Saya tidak bohong. Saya dari Telkomsel”

Saya sudah ngulangi kalimat itu berulang-ulang kayaknya, dan si pelanggan tidak mau juga percaya. Dia fikir saya penipu or samting laik det. Hihi, kalau begini gimana sih mau njelasinnya?

Fine, sedikit cerita. Satu dari sejuta beberapa tugas saya sebagai seoarang CRM staff yang baik (dan benar serta tidak sombong) adalah menangani pelanggan Platinum dan Gold. Memaintain pelanggan yang pemakaiannya tinggi. Membuat acara yang sejalan dengan memelihara pelanggan tersebut. Eating-eating, drinking-drinking, serta bagi-bagi hadiah plus suvenir memang seharusnya sudah tugas saya. Merepotkan? Ohtentutidak, sebagai pengetahuan bersama, pelanggan di segmen ini tidak pernah merepotkan. 😀

Berharap effect kejut. Kejut beneran yg didapat.

Bektutopik, hari ini ada seorang pelanggan halo platinum yang berulang tahun. Sebagai oknum CRM yang baik (dan benar serta tidak sombong hehe.. pengulangan) tentu saja saya memberikan greeting dan akan berkunjung langsung untuk menyerahkan kue dan beberapa suvenir. Ya, dengan harapan akan memberikan surpriselah buat si pelanggan. Ada satu hal yang mau kita ambil, effect kejut positif. Siapa yang tidak senang kalau di hari spesialnya tiba-tiba ada yang memberikan selebrasi? Siapa yang tidak gembira tiba-tiba dihari ulang tahun diberi kue ulang tahun plus sopenir cantik? Wah, semuanya pasti kompak jawab “senang sekali”.

Alahai, ternyata Saya salah. Ilmu CRM (yang baik dan ben.. plaaakk.. Ops, sorry!) yang saya pelajari dari puluhan buku, artikel, dan majalah useless sudah. Hihi, si pelanggan kali ini, yang barusan saya telepon untuk kita beri hadiah plus kue ulang tahun, TIDAK SENANG. Malah nganggap saya main-main. Saya coba telepon dua kali berusaha menjelaskan, eh, langsung ditutup dengan kesal. Argggh… Malahan ketika saya memastikan alamatnya benar atau tidak pada telepon yang ketiga, dia malah komentar “Kamu jangan main-main, darimana kamu tahu alamat saya. Jika sesuatu hal yang terjadi saya adukan nomer kamu ini!” Hihi, tentu saja saya tau alamat dia, toh, yang melototin datanya tiap hari ya saya. Continue reading “Tidak Percaya”