Month: February 2008

300. Apa Aplikasi Facebook Favourite Anda?

Hare geneee masih maen Friendster? Maen Facebook donk dunk achh!

Walau banyak juga yg bilang FB menyebalkan beberapa bulan terakhir ini saya senang sekali maen di Facebook. Jejaring sosial ini menawarkan jejaring pertemanan dengan “rasa” baru. Pengguna disuguhi aplikasi aplikasi yang bisa kita mainkan online, games, trivia, quiz, and more.

Kesimpulannya, bagi para penikmat aplikasi, facebook ini jadi sangat mengasyikkan dan menjadi ajang penghilang stress. Sementara bagi para developer mungkin ini bisa dikatakan sebagai tantangan untuk berkreasi dan mengasah elmu kanuragan yang sudah dipelajari. Banyak juga aplikasi yang dibuat oleh developer dari Indonesia saya perhatikan (maaf, tapi saya tidak punya datanya).

Aplikasi facebook tidak semuanya saya suka. Kalau games-games ringan bolehlah, tapi kalau ngasih-ngasih gift, jahili, bintang, gak gitu demen. Setidaknya ada dua aplikasi favorit saya yang aktif saya mainkan. Warbook dan The Gangster Family.

Warbook alias Buku Perang

Kalau warbook ini saya dapet tautan dari deden yg nendang ke kampung. Aplikasi game ini tentang bagaimana merawat kerajaan dan tentunya BAGAIMANA BERPERANG.

Aplikasi berbasiskan web ini dihosting di Freewebs. Gak tau juga kenapa mereka pake freewebs? Padahal layananya tidak memuaskan (saya, kastemer gratisan yg terlalu banyak berharap hihi..)

Memulai warbook kita diminta untuk memilih “Hero” apa yang akan dipakai. Ada 8 heroes yang bisa dipilih. General, Warmonger, Visionary, Mogul, Magician, Automator, Necromancer, dan Slayer. Kedelapan pahlawan ini memiliki karakter yang berbeda baik untuk defense dan offense. Silahkan coba sendiri. Untuk karakter coba lihat di warbook-wiki. Continue reading “300. Apa Aplikasi Facebook Favourite Anda?”

299. Upgrade WP 2.3.3 – Thanks To Ardy Limosin

Banyak yang bilang WP itu SUX!

Awalnya sih pas pagi-pagi di sabtu hari nan indah, saya coba pasang plugin flickr untuk *uhuk * majang foto-foto narsis saya, fanny, athallah, dan temen around us. Plugin saya unduh setelahnya saya unggah ke blog kemudian ikuti petunjuk, set.. set.. set.. done. Cek di browser.. Alhamdulillah ERROR terjadi dimana-mana, malahan beberapa file kayaknya jadi menyalah. Males pusing saya copot plugin dan hapus baris kode untuk attach plugin tersebut. Cek browser sekali lagi dan hasilnya tetep error, oh whatt.. error! Ntah saya salah save atau terdelete accidentally tapi yg pasti error.

Coba-coba liyat lagi dibaris mana yang error satu demi satu. Saya sempat juga mengirim pesan singkat ke Aryo untuk minta advise dan you know what sms dikirim jam 10 pagi dan dijawab jam 12an dengan jawaban “Apa sih be, subuh-subuh gini udah sms?” Argggh.. ternyata masih tidor karna malemnya bergadang ngerjain gawean dikantor. Saya cek sendiri ternyata ada baris kode yang terhapus oleh saya, saya coba tulis ulang dengan segenap kemampuan saya dan tak lupa membaca bismillah serta bersidekap memohon kepada tuhan supaya ini berhasil. Save, cek dibrowser, ciaaoo, udah normal, tapi plugin narsis (baca flickr-rss) gak jadi dipasang.

WP Harus Sering-Sering Update Engine

Saya mikirnya cuma satu. Ini mungkin karena Versi WPnya gak cucok, atau mungkin karena WPnya saya udah ketuaan yah harus sering-sering update engine donk ah. Oh iyah, salah satu hal yang menjijikkan selain melihat binatang melata (contohnya ular hiyyy, liat di Tipi aja takoot) adalah upgrade WP. Arggh, kenapa harus upgrade sih? Saya stay di versi 1.5 lebih 2 taon kalau gak salah, sementara WP udah masuk ke 2-titiksomething ntah sejak kapan. Sejak zaman Pharaoh memerintah mesir kurasapun. Hehe.. mungkin yang nganggap WP sux salah satu alasannya adalah “tiap bentar upgrade”. Ugh, dasar WP sux.

Jadi wiken yg lalu saya berniat upgrade WP 2-titiksomething (2.3.3 sekarang). Unduh WP terbaru, terus supaya gak terjadi apa-apa saya backup, sak folder-foldernya saya backup. Jadi kondisi realnya saya buat 2 folder di CPanel dengan nama yang berbeda tapi isinya sama. Basis data juga sudah dibackup. Utak-atik dikit, taruh disan taruh disini, perbaiki ini perbaiki itu. Dan tentu saja bukan Abe kalau berhasil, yah, saya gagal lagi hehe.. tampilannya mencong ke kanan dan ke kiri, tidak pas. Saya pakai FF, saya coba IE kali-kali beda. Eh, ternyata sama error dan blog jadi tidak sedap dipandang. Continue reading “299. Upgrade WP 2.3.3 – Thanks To Ardy Limosin”

298. Perang Tarif & Perang Iklan

Wohooo.. Perang sudah dikibarkan seluruh operator! Genderang sudah ditabuh, knight dan pikeman sudah disiapkan.. *halah.. (Buku Perang Facebook mode on)

Saya pribadi senang dengan adanya perang tarif ini. Kesimpulannya atau apapun hasilnya “seluruh pengguna selular” yang semakin diuntungkan. Gimana gak, dari tarif nol, tarif 0.5, tarif 1. Terus tarif (Omaigot) menurun lagi di bawah mendekati nol bahkan (Thanks Jow!). Ada yang 0.1 dan yg gres adalah 0.01, busyeeett murah bener yaks. Ada juga yang malah nelphone dikasih bonus, heubaattt! Yah, tapi tentu saja jangan lupa memperhatikan dan menimbang syarat dan ketentuan yang berlaku supaya tidak terkecoh malah menjadi mahal.

Hehe.. Banyak bahasa iklan yang well.. katakanlah membujuk sehingga menjurus ke “perang iklan” juga. Tapi saya fikir pelanggan sekarang pinter-pinter, dimana mereka tidak gampang begitu saja berganti operator. Begitu iklan tayang mereka tidak lagi langsung berganti operator tapi langsung membandingkan dengan produk lain sejenis, dan manisnya lagi mereka memperhatikan “syarat & ketentuan” yg berlaku apa cucok dengan karakteristik mereka sendiri. Greatlah kalau saya fikir.

Memang diakui kalau ceruk pasar Indonesia masih banyak yang price sensitive yang tentu saja akan banyak end user lompat sana lompat sini. Aha jadi inget, kalau mas pujiono bilang, inilah yang dinamakan kompetisi. Betapa indahnya berkompetisi kalau begini. Kalau sedikit “menyenggol” kanan-kiri selama masih tidak melanggar ketentuan saya fikir gak papalah. 😀

Oke, oke.. Untuk kondisi perang by commercial ads saya sajikan untuk anda. Sorry nggak lengkap, kalau ada yg mau ngelengkapi silahkan diberikan tautan dibagian komentar. Continue reading “298. Perang Tarif & Perang Iklan”