Month: April 2008

306. Afgan – Confession No.1

Anda kenal Afgan?

Hehe, saya juga gak kenal sih. Tapi sudah hampir sebulan ini lagunya selalu saya dengarkan dan menjadi nada sms saya.

Saya beneran suka Afgan (yang bilang hom*k bakal susah boker), apalagi suaranya yang mendayu-ndayu berat itu (gak konsisten “mendayu dan berat”, cueks). Temen saya, Benny Chandra, seorang pengamat model musik bilang “OH AFGAN, YANG TAMPANGNYA BRONDONG TAPI SUARANYA TOWA ITU YA?” hihi.. dia tidak salah. Setuju sekali saya.

Pertama lihat cowok yang bernama lengkap “Afgan Syah Reza” ini waktu Video Award di RCTI saya langsung terkesan. Bronis sudah tentu (ya, ya, yg bilang hom*k tau sendirikan akibatnya), dan ketika bernyanyi suara berat, yg menjadi kekhasan nya, tidak beda dengan musik. Ya, ini LIVE lho. Biasanya, ini biasanya, penyanyi pendatang baru selalu gagal (setidaknya menurut saya) ketika bernyanyi LIVE. Setelah kenyang makan garam baru biasanya mereka beradaptasi dengan suasana LIVE. Tampilnya Afgan LIVE dan suaranya yg stabil itu, duh neeekk, akika langsung termehek-mehek, bok. (hihi, apa pulak itu “termehek-mehek” ya?)

Berbicara tentang suara si Afgan ini, ketika ketika mendengarkan lagu “Terimakasih Cinta” untuk pertama kalinya saya, mungkin rata-rata orang, berkomentar “Ini Rio Febrian ya?”, “Eh, album baru Rio Febrian”, yah samting laik det lah. Semua bernada sama kalau ini yg nyanyi RF, berat-beratnya sama dan sounds orangnya so old (ini indlish alias indonesian english hihi). Look, itu sebabnya kenapa sang evangelist musik yang lebih sering nulis tentang KANGEN BAND dan RADJA itu ngasih statement seperti di atas. 😛

Di album pertama cowok kelahiran 27 May 1989 (yikes, masih 19 taon) ini, dengan judul Confession No.1 ada 12 lagu dengan 1 bonus track (My Confession). Semua lagu layak dengar, jazzy dan pop, kentel di mixed. Pada lagu “Yang Kutau Cinta Itu Indah” Afgan duet dengan Nagita Slavina (sama kayak BCL, ini artis felem atau penyanyi sih? Both?). Terus di lagu “Biru” semula denger saya kok akrab ya, eh, ternyata feeling saya gak salah. Ini lagu re-sing (dinyanyiin ulang, halah) dari Iga Mawarni Vina Panduwinata. Bener gak saya? Continue reading “306. Afgan – Confession No.1”

Advertisements

305. Indovision, Ternyata Oh Ternyata!

Ahaaa.. Ternyata, Owalah!

Awal tahun kemaren (pertengahan Januari 2008) yang lalu saya berhenti berlangganan Astro dan melanggani Indovision. Lho kenapa Be? Padahalkan sudah berlangganan setaon lebih? Yah, yang pertama seperti yang dibilang pesaingnya. Gambar Astro selalu berjoged kesana kemari dikala cuaca buruk misalnya hujan dan angin kencang. Well, pastinya kita (saya dan fanny) yg nonton juga ekotan joged-joged. Well, jangan sampailah darah dangdut saya terpancing keluar. Jangan.. pokoknya jangan.. hihi..

Eiya, itu belum parah. Beberapa kali kedapatan cuaca terang benderang tiada hujan dan angin kencang, Astro matek tanpa tedeng aling-aling. Hal ini sudah 3 atau 4 kali saya komplain ke call-center mereka, baru teknisinya dateng. Teknisi dateng, katanya sudah OK, eh, gak sampek seminggu kembali seperti itu lagi. Alas, ini Astro memang gak mutu kali yee.. GPL saya langsung telp mereka dan mitak di cabut. Sewaktu mereka tanya alasannya, terus saya bilang “karena gambarnya joged-joged” malah yg diujung sana terima telp saya cekikian. Hihi, siyal.

Kenapa Pindah Ke Indovision

Oke, oke.. itu sebenernya alasan klasik dan klise. Alasan sebenernya adalah di Astro tidak ada MNC Grup. Tidak ada RCTI, SCTV, dan TV lokal lainnya (sebagai keterangan di Aceh susah sinyal, jarang dapet tipi lokal). Hehe, si mamah (istri saya) selalu komplain. “Pah, gak enak Astro inilah Pah, gada tipi lokalnya Pah. Gak bisalah mamah nonton sinetron”. Glek. Iya jugak yah. Udah lama pulak kami sekeluarga gak liyat sinetron. (penting gitu) Saya mulai terpengaruh. “Ih, masak Papah mau ketinggalan sinetron Cintra Fitri Season 2? Apa papah gak mau tau si Azizah sekarang ini critanya gimana?”. Continue reading “305. Indovision, Ternyata Oh Ternyata!”

304. Pantauan Lewat Ponsel (Video Surveillance)

Oke, oke..
Pernah denger yang namanya “Video Surveillance” gak? Mungkin belum yah, hihi.. saya juga baru denger ding. Video Surveilance ini memungkinkan Anda untuk bisa mengawasi ruang maupun gerak gerik seorang hanya melalui layar ponsel. Oke, kita lanjuti 🙂

Kamera Pengawas

Anda tentu sudah biasa melihat kamera pengawas di sudut-sudut gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, dan bank. Rumah para pejabat dan pengusaha juga sering dilengkapi kamera pengawas yang terhubung dengan monitor di ruang petugas keamanan. Yup, kinda cctv gitu lah.

Dalam waktu dekat, melalui video surveillance, layanan baru Telkomsel, Anda bisa memiliki kamera pengawas tanpa perlu membuat ruang monitor yang harus ditunggui petugas keamanan. Anda bisa memantau rumah atau ruang kantor lewat layar ponsel Anda.

Seorang staff disini, Nursani Rahmatullah (VAS Telkomsel), bilang ”Kami mengambil referensi dari SingTel. Rupanya di Singapura ada demand untuk ini. Orang ingin memonitor kondisi rumah secara langsung kapan saja dan dimana saja”. Well, kita lihat apakah memang disini bakal booming.

Video Surveilance, LIVE!

Waktu kemaren meeting untuk acara MAN TELKOM, saya sempat ditunjukkan fitur ini langsung oleh mas Denny Abidin (panggilannya Abe, dulu artis padhyangan, sekarang manager PCM di Tsel), beliau setengah bisik ke saya. ”Eh Abdi, mau lihat anak-anak saya gak?” sambil ngeluarin hape. Saya fikir beliau mau nunjukkin foto-foto anaknya di HP. Beliau dial ke suatu nomer Telkomsel, terus pilih video call dan, whooss, nongol suasana rumahnya.

Dari HP mas Denny saya lihat anak-anaknya sedang berkolor ria bersama baby sister babysitter (thanks eko) lari ke sana kemari hihi.. Saya terperanjat keheranan. ”Eh, ini Live streaming mas? Ini langsung atau rekaman?” Mas Denny terkekeh ”Sssttt, ini LIVE, itu bebi siter saya. Mereka juga bisa dengar suara kita” Saya manggut-manggut kayak marmut. Continue reading “304. Pantauan Lewat Ponsel (Video Surveillance)”