Month: September 2010

Pemasaran Berizin (Permission Marketing)

Saya jadi teringet sama si botak seth godin ketika seorang anggota milis (kita sebut saja namanya bunga, halah) mengirimkan “iklan advetorial model bunga terbaru dan harganya” yang dikeluarkan oleh perusahaan dimana dia bekerja ke sebuah-milis-ceria-tralala-trilili yang saya langgani.

Apa yang dilakukan sama anggota milis si bunga ini sebenernya biasa saja. Sekilas dan sekelebat (ini kayak bahasanya pak bastian tito) email berbau advetorial ini tidak salah apa-apa, apalagi jelas sekali TIDAK MELANGGAR aturan milis. Akan tetapi kok rasanya gatel untuk menanggapi dan sharing apa yang saya ketahui. Saya merasa kok kayaknya ini gak bener. Teknik ini berasa “maruk” dan “kampung” alias sudah absolete bangets. Dengan mengirimkan advetorial ke milis sudah gak model lagi di dunia persilatan pemasaran internet (based on famous marketers, seth godin)

Gitu terima email tersebut, gak pake lama langsung saya respons. Saya bereaksi sedikit untuk memberi dek bunga ini pelajaran tentang marketing yang saya fahami.

Saya labrak si adek ini stright to the point, sehingga dek bunga pun termehek-mehek kemudian jadi jatuh cinta sama saya Abe yang tampan nan rupawan ini (hueks). Ceritapun sengaja dibuat berlarut sehingga jadi “Cinta Bunga Ver. Ramadhan” dan lanjut ke “Cinta Bunga V” lho? Kok kayak sinetron yah.. 🙂

Seriously, Saya coba diskusikan (sharing) dengan bahasa sarkas. Kenapa harus sarkas be? First dek bunga agak ngeyel. Kemudian saya sengaja biar nancep, biar dek bunga inget selamanya pelajaran ini dan akan berhati-hati sekali untuk coba mengulanginya. Hihi, sebagian orang bilang saya sedang menyerang pribadi (personal attack) ketika saya coba paparkan fakta aktifitas bunga selama ikut milis. Bunga juga tentu saja malu dan menyalahkan saya karena ngeritik tidak di jalur pribadi saja. Saya jawab tegas, biar semua anggota milis ini sama-sama belajar dikritik dan menerima kritikan (termasuk saya juga). Jadi apa hubungannya dengan Permission Marketing be? Continue reading “Pemasaran Berizin (Permission Marketing)”

Advertisements

Typos Di Situs Blackberry Indonesia

Typo atau Typograpical Error adalah kesalahan dalam pengetikan. Jadi karena kencengnya jemari tangan ini menari di atas keyboard sehingga gak sadar dua tiga keypad terlampaui terketikkan.

Kemarin sewaktu main-main disitus Blackberry Indonesia sempat ngelihat typo ini. Thread ini dibuat bukan niat untuk “ngejatuhin” atau ada maksud mau buat malu adminnya. Ini cuma mau bilang aja. Kalau Admin juga manusia, bisa kenak typo juga. Kalau saya mah seringnya kena “tepok” bukan “typo” 🙂

Okey, silahkan dilihat, bedanya dimana..

Gambar-1

Gambar-2

Coba diperhatikan, bedanya hanya 1 huruf saja. Kata yang pertama “JADIAH” dan digambar yang kedua sudah benar “JADILAH”. Yang hilang adalah huruf “L” ditengah katanya. Tidak kelihatan kalau sekilas, tapi karena saya suka makan sahur pakai Indomie plus telor, maka even hanya 1 huruf bisa kelihatan jelas disaya.. Tsahh.. (iyah, gak nyambung memang).

Gmail Priority Inbox

Saya baru buka email gmail siang ini. Ternyata ada yang baru nongol di atas sebelah kanan. Selamat datang “Prioritas Email”.

Yaps, Guys, Google baru meluncurkan fitur terbarunya, Gmail Priority Inbox. Fitur ini menjawab pertanyaan-pertanyaan orang yg mailbox-nya penuh dan bingung “mana dulu yg harus dibaca?” atau “Email yang diinginkan mana yah?” kayak gitu deh.

Seringkali email kita dipenuhi groups yg kita langgani, email offering yg gk kita inginkan atau malah email yg kita inginkan tapi gak sekarang. Belum lagi email email aneh-aneh gak jelas juntrungan, membuat email japri atau email penting lainnya KETUTUPAN. Sebenarnya solusinya gampang. Buat banyak email untuk milis dan tujuan yg berbeda, tapi kan males bangets. Gak kebayang kalau berani daftar ke Kampung Gadjah. Bakal terkubur dibonga-bonga diinjek-injek Gajah. Continue reading “Gmail Priority Inbox”

Athallah Ke Dokter Gigi (Photos)

“Mah, ayo kita ke doktey gigi.. Gigi Abang cakit..”

Bolak-balik si Athallah, anak saya, bilang ke Mamah-nya seperti itu sambil lesu tidak bergairah (mungkin nahankan sakit jadi pendiem). Kami semula fikir ini si Abang asal ngomong aja. Apa mungkin dia berani ke Dokter Gigi? Anak ini 3 tahun juga belum? Kalau sakit gigi-nya saya percaya hihi.. dia hobinya ngemut permen sama makan ice cream terus. Gigik nya geripis tak terhingga hehe..

Karena gak yakinlah makanya pas sore si Abang minta ke Dokter Gigi kami tidak langsung membawanya kesana. Mamanya hanya ngasih obat Tempra yg ada dilemari obat. Jelas ditulis dibotol Tempra nya kalau tuh obat bisa ngobati sakit gigi. Istri coba tanya ke kakaknya yg Dokter Gigi dan bener memang obat sakit gigi pada anak adalah obat yg mengandung Parasetamol. Sanmol juga bisa sih.

Okey back to topic, ternyata Tempra nyembuhkan buat sementara aja. Malemnya si Abang lesu lagi. Kami tebak gigi nya kambuh lagi. Bener. Dia langsung ngerengek lagi “Mah abang ke dokter gigi, Pah ayo ke dokter gigi”. Karena sudah malem kami janjikan besoknya ke Dokter Gigi, abis papah pulang kantor. Dia setuju.

Besoknya pulang kantor, gitu sampek rumah, si Abang langsung kegirangan karena tau akan dibawa ke Dokter Gigi. Hadoh-hadoh, ini anak beneran gak ada takutnya kata mamahnya. Haha.. Gitu nyampek ke tempat dokter gigi, langsung cengengesan. Disuruh naik ke kursi tempat pembantaian perawatan gigi langsung mau, disuruh ngangak juga mau, dikorek, dibersihkan karang gigi-nya, gak ada komplain dan rewel, tenang setenang-tenangnya. DOH, BANGGA sekali rasanya, si pemberani ini tiada gentar diorat-oret giginya. GOOD JOB MY SON. Coba aja lihat photo-photonya. Continue reading “Athallah Ke Dokter Gigi (Photos)”