Pemasaran Berizin (Permission Marketing)

Saya jadi teringet sama si botak seth godin ketika seorang anggota milis (kita sebut saja namanya bunga, halah) mengirimkan “iklan advetorial model bunga terbaru dan harganya” yang dikeluarkan oleh perusahaan dimana dia bekerja ke sebuah-milis-ceria-tralala-trilili yang saya langgani.

Apa yang dilakukan sama anggota milis si bunga ini sebenernya biasa saja. Sekilas dan sekelebat (ini kayak bahasanya pak bastian tito) email berbau advetorial ini tidak salah apa-apa, apalagi jelas sekali TIDAK MELANGGAR aturan milis. Akan tetapi kok rasanya gatel untuk menanggapi dan sharing apa yang saya ketahui. Saya merasa kok kayaknya ini gak bener. Teknik ini berasa “maruk” dan “kampung” alias sudah absolete bangets. Dengan mengirimkan advetorial ke milis sudah gak model lagi di dunia persilatan pemasaran internet (based on famous marketers, seth godin)

Gitu terima email tersebut, gak pake lama langsung saya respons. Saya bereaksi sedikit untuk memberi dek bunga ini pelajaran tentang marketing yang saya fahami.

Saya labrak si adek ini stright to the point, sehingga dek bunga pun termehek-mehek kemudian jadi jatuh cinta sama saya Abe yang tampan nan rupawan ini (hueks). Ceritapun sengaja dibuat berlarut sehingga jadi “Cinta Bunga Ver. Ramadhan” dan lanjut ke “Cinta Bunga V” lho? Kok kayak sinetron yah.. 🙂

Seriously, Saya coba diskusikan (sharing) dengan bahasa sarkas. Kenapa harus sarkas be? First dek bunga agak ngeyel. Kemudian saya sengaja biar nancep, biar dek bunga inget selamanya pelajaran ini dan akan berhati-hati sekali untuk coba mengulanginya. Hihi, sebagian orang bilang saya sedang menyerang pribadi (personal attack) ketika saya coba paparkan fakta aktifitas bunga selama ikut milis. Bunga juga tentu saja malu dan menyalahkan saya karena ngeritik tidak di jalur pribadi saja. Saya jawab tegas, biar semua anggota milis ini sama-sama belajar dikritik dan menerima kritikan (termasuk saya juga). Jadi apa hubungannya dengan Permission Marketing be?

Okey sebelum dilanjut. Sebelum semua yg baca blog ini semakin pusing dan supaya related ke judul (hihi..) Pertama coba kita fahami apa yg godin bilang tentang pemasaran berizin. Coba saya artikan istilah Permission Marketing ini ke dalam bahasa indonesia (eyalah, masak bahasa Aceh). Permission Marketing atau kadang orang nyebutnya invitational marketing adalah pemasaran secara umum baik yang biasa ataupun elektronik (internet, email, etc) dimana para pelaku pemasaran harus meminta izin terlebih dahulu sebelum masuk menyampaikan konten apa yang akan dipasarkan. Jadi tidak ada lagi yang namanya, ngiklan jor-joran dan serampangan ke milis tanpa memperdulikan “maunya” masing-masing individu. Setuju gak sih?

Kalau dilihat dari pengertian di atas, sebaik-baiknya sikap adalah si bunga harus minta izin terlebih dahulu sebelum mengirim iklan. Bunga harus hargai priviledge masing-masing person. Jangan lantas menyamaratakan (ini bener gak istilahnya) orang bakal perlu dan mau. Efisiensi nya si Bunga dapet tapi efektifitas nya tidak, IMHO. Andai saja email iklan perusahaan tentang “harga dan model bunga” tersebut ditujukan ke orang yang tepat bakal sangat bermanfaat (dan tentu saja akan terjadi purchase berulang-ulang, tujuan penjualan dapet).

Lah, kalau dikirim kemilis orang bakal bereaksi macem-macem. Sebagian suka sekali, sebagian terganggu, sebagaian semak, sebagian gak perduli, dan sebagian lagi “delete prior” dari bb-nya. Tipe yang terakhir ini kayaknya besok gak usah ikut milis hihi. Bergamlah responsnya. Parahnya lagi kalau dianggap nyepam dan buat sampah digital. Ngotori milis dengan aneka iklan.

Perlu diketahui juga, si bunga even agak-gendut-tapi-cantik-nan-santun ini tidak begitu “mingle” di antara kami, walau saya dan yang lain sudah kenal parasnya yang aduhai. Ketika dia ngiklan terus-terusan berasa “hit and run” gituh guys. Yaps, kalau tidak ingin dibilang spammers — DIE spammers DIE. Diajeng ini daftar ke milis, dan saya amati semua thread yg pernah dibuat oleh diajeng ini bernafaskan iklan perusahaannya terus, capek deh. Fakta ini saya paparkan juga ke forum, even saya faham sekali dia sakit hati, tapi kami semua dapet komitmen si bunga nan aduhai untuk baur di milis. Nice respons, besok luh bakal berterimakasih ke Saya.. (pamrih ternyata hahaha) 🙂

Well guys, actually, pengen sekali untuk ngiklan dimilis yang saya langgani, tapi saya mikirnya, kalau satu orang ngiklan tentang produk dimilis, semua orang bakal nganggap permisif untuk ngiklan. Kekhawatiran saya, ujung-ujungnya milis jadi milis ajang iklan. Belum lagi jika yang ada disitu dari perusahaan yang berbeda dengan core business yang sama? (Bank, selular, handphone, toko komputer, gadget, dll) Hadoh, perang iklan deh yang ada. Milis bak tempat sampah digital jadinya. Kayaknya tidak elegant sekali teknik marketing seperti itu.

Itu aja dulu, beriklan boleh saja tentunya apalagi sembari edukasi, but do it elegantly duonk. Jadi terfikir ide untuk buat kategori marketing. Bakal banyak yang saya ceritakan di kategori ini. “Marketing penuh arti” menanti untuk ditulis. Sembari belajar, CMIIW dah. Koreksi kalau ada salah… Ciaaaooo…

Sumber gambar : http://sacriliciousmarketing.com

Advertisements

7 thoughts on “Pemasaran Berizin (Permission Marketing)

  1. @zebetchet
    Hahaha.. Iyah, Akismet gak tangguh, apa karena bahasa Indonesia yah? 🙂
    Eh, sebentar, itu beneran iklan supam (robot) atau dia ngetiknya manual?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s