Month: October 2010

Billboard Yang Aneh

Yaps bener, ini udah hampir jam 3 pagi dini hari.. Barusan kebangon karena kelelep ences yg menganak sungai.. Halah, kalau tak bilang bangon karena mau tahajud pasti gk percaya.. hahaha.. 🙂

Ceritanya begini, sebelum meninggalkan Aceh saya sempat mengambil gambar “billboard” tampak depan dan tampak belakang. Billboard ini letaknya di daerah kawasan Blang Padang. Gampangnya kalau Anda di Banda Aceh, kemudian lewat mesjid raya baiturrahman, dapet simpang yang pertama belok kiri. Lurus aja dikit menuju tanah lapang Blang Padang nanti akan kelihatan Billboard ini.

Kasat mata aja peletakkan billboard ini Aneh. Kenapa aneh, please cmiiw, billboard ini ditutupi oleh pohon besar. Sehingga, kalau menurut saya “PESAN YANG MAU DITAMPILKAN TIDAK TERSAMPAIKAN” dengan baik. Coba perhatikan, mengerti gak Anda dengan content yg ada di Billboardnya? Saya rasa TIDAK.

Lantas, keanehan kedua. Billboard ini tentunya dipakai kedua sisinya. Tentunya bisa “sisi yg lain” menjelaskan tentang pesan yang ingin disampaikan oleh si empunya billboard? Iyah bener jg sih. TAPI coba perhatikan lagi, jalan penempatan billboard ini adalah SATU ARAH. Yang berarti, akan SANGAT JARANG sekali orang untuk melongokkan kepala kebelakang. Selain males, juga berbahaya utk keselamatan berkendara.

Saya aja, sengaja berhenti untuk menyempatkan mengambil photo billboard ini dari sisi yg satunya lagi (coba perhatikan gambar dibawah).. 🙂 Continue reading “Billboard Yang Aneh”

Pengertian Distribusi

“KOMPETENSI kita adalah DISTRIBUSI bukan yang lain”

Kalimat itu yang selalu diulang-ulang oleh VP saya ketika meeting dan di beberapa workshop yg saya ikuti dengan beliau. For your information, saya yang semulanya “main-main” dikomunitas dan mengelolanya, saat ini diamanahkan tugas baru untuk “mengawal distribusi”. Yeah rite, “mengawal” means memastikan dan mengawasi terjadinya distribusi secara merata.

Secara sekilas mendengar kata distribusi mungkin “saya, anda, temen-temen anda, ibu dan bapak kita, mbah bejo, dan nek surip, serta zainuddin mz” (halah, napa pulak dai kondang juga dibawa-bawa) faham bener bahwa distribusi adalah menyalurkan barang dan jasa.

Akan tetapi apakah “saya, anda, temen-temen anda, ibu dan bapak kita, mbah bejo, dan nek surip, serta zainuddin mz” faham “esensi” dari “Distribusi” itu sendiri. Haha, saya ngaku deh, semula saya fikir saya faham ternyata ENGGAK. 🙂

Karena instruksinya sudah jelas bahwa kompetensi kerjaan saya adalah DISTRIBUSI, maka saya coba cari referensi tentang distribusi ini. Saat ini yang biasanya saya cari buku tentang komunitas dan bagaimana menggarapnya, sekarang ini sudah mulai serius coba baca-baca komik detektif conan hihi.. tentang “distribusi itu apa?”. Apa sih sebenernya pengertian dari distribusi itu sendiri? Nah, ini mau coba sharing pengertian distribusi yang saya kumpulkan dari berbagai pustaka dan googling tentu saja.

Sebelum lanjut, coba baca tentang “Marketing Mix” dan fahami 4P’s elementnya. Distribusi adalah bagian dari 4P’s yaitu “PLACE”. Continue reading “Pengertian Distribusi”

We Gonna Miss This Place

“We gonna miss this place, mah..”
“Yeah rite, we gonna miss Aceh mah..”

Saya ulang sampai dua kali kata-kata saya ke si mamah waktu kita sedang ngider sepanjang Daud Beureueh di malam itu. Malam dua hari sebelum kepindahan kami. Jalanan tidak begitu ramai, biasa saja, seperti malem sebelum-sebelumnya. Yaps, saya akan merindukan tempat ini kawan. Merindukan suasananya, udaranya, anginnya, dan athmosphere kantor (kebetulan liwat depan kantor). Si mamah juga nimpali “Iyah pah, kok rasanya beda yah, kok ya kayaknya kita akan kangen tempat ini pah.. Empat taon lebih gitu loah pah..”

Kita ngider sampai Tugu Unsyiah, muter balik ngelewatin gedung Biro Rektor. “Duh, bentar lagi kita gk main lagi kekampus ini untuk nidurin si abang mah?” si mamah jawab “iya ya pah.. kan si abang biasanya sampai rute ini baru bobok”.

Informasi ke pembaca, bahwasannya anak saya tidurnya lama banget kalau malem. Jam 24.00 WIB kalau belum tidur juga biasanya kita bawa keliling. Ambil start dari rumah di punge jurong, lewat blang padang, kemudian lewat suzuya pasar aceh, lurus terus nyusuri daud beureueh. Nah, si abang biasanya lelap kalau sudah sampai kampus Unsyiah. Gak tau napa, rute yg sama sudah kami lakukan rutin.

Haha.. gak kreatif memang, itu lah kami. Saya, mamah, dan abang melakukan rutinitas yg sama. Ke-gak-kreatifan kami itulah yg akan kami rindukan ditempat yg baru. Eh sebelumnya, have I told you that we will move from Aceh? Okay, now you know guys. I got new assignment, mandah ke lokasi kerja yang baru. Masih dengan bendera yang sama akan tetapi mendapat kepercayaan lebih. Alhamdulillah ya Alloh.. (sembari nyium bumi dengan nepsong, halah bersujud syukur maksudnya)

Okey, lanjut tentang We’ll miss this place. Yeah rite, saya dan si mamah (mungkin juga paket dengan si abang) akan merindukan Aceh. Empat tahun berlalu tidak berasa. Banyak kenangan haru biru sedu sedan yang sudah kami lalui di tempat ini. Saya teringet pertama kali dateng belum perjanjian damai, sampai sekarang ini sudah damai dan tentu saja sangat aman sekali. Juga, saya teringet betapa ramainya warkop-warkop bermunculan. Dari warkop yg kelas kampung sampai dengan warkop “wah” bercorak retro dan diperlengkap dengan sarana Wi-Fi poll atas bawah. Continue reading “We Gonna Miss This Place”