We Gonna Miss This Place

“We gonna miss this place, mah..”
“Yeah rite, we gonna miss Aceh mah..”

Saya ulang sampai dua kali kata-kata saya ke si mamah waktu kita sedang ngider sepanjang Daud Beureueh di malam itu. Malam dua hari sebelum kepindahan kami. Jalanan tidak begitu ramai, biasa saja, seperti malem sebelum-sebelumnya. Yaps, saya akan merindukan tempat ini kawan. Merindukan suasananya, udaranya, anginnya, dan athmosphere kantor (kebetulan liwat depan kantor). Si mamah juga nimpali “Iyah pah, kok rasanya beda yah, kok ya kayaknya kita akan kangen tempat ini pah.. Empat taon lebih gitu loah pah..”

Kita ngider sampai Tugu Unsyiah, muter balik ngelewatin gedung Biro Rektor. “Duh, bentar lagi kita gk main lagi kekampus ini untuk nidurin si abang mah?” si mamah jawab “iya ya pah.. kan si abang biasanya sampai rute ini baru bobok”.

Informasi ke pembaca, bahwasannya anak saya tidurnya lama banget kalau malem. Jam 24.00 WIB kalau belum tidur juga biasanya kita bawa keliling. Ambil start dari rumah di punge jurong, lewat blang padang, kemudian lewat suzuya pasar aceh, lurus terus nyusuri daud beureueh. Nah, si abang biasanya lelap kalau sudah sampai kampus Unsyiah. Gak tau napa, rute yg sama sudah kami lakukan rutin.

Haha.. gak kreatif memang, itu lah kami. Saya, mamah, dan abang melakukan rutinitas yg sama. Ke-gak-kreatifan kami itulah yg akan kami rindukan ditempat yg baru. Eh sebelumnya, have I told you that we will move from Aceh? Okay, now you know guys. I got new assignment, mandah ke lokasi kerja yang baru. Masih dengan bendera yang sama akan tetapi mendapat kepercayaan lebih. Alhamdulillah ya Alloh.. (sembari nyium bumi dengan nepsong, halah bersujud syukur maksudnya)

Okey, lanjut tentang We’ll miss this place. Yeah rite, saya dan si mamah (mungkin juga paket dengan si abang) akan merindukan Aceh. Empat tahun berlalu tidak berasa. Banyak kenangan haru biru sedu sedan yang sudah kami lalui di tempat ini. Saya teringet pertama kali dateng belum perjanjian damai, sampai sekarang ini sudah damai dan tentu saja sangat aman sekali. Juga, saya teringet betapa ramainya warkop-warkop bermunculan. Dari warkop yg kelas kampung sampai dengan warkop “wah” bercorak retro dan diperlengkap dengan sarana Wi-Fi poll atas bawah.

Ahh.. guratan memory ini tidak bisa kami pungkiri. Berjalan-jalan untuk menidurkan bang thallah malem ini serasa berbeda. We both know this is our last days in Aceh. Beda bangetlah, gimana nyeritainnya. Tiba-tiba saya teringet ranup lampuan, teringet tari saman, serune kale, gereute, teringet Rafly juga (halah, ini karena baru nelp bani NSP nya ini). Saya juga teringet taman sari tempat si thallah biasa main mobilan pake batere, tempat si thallah loncat-loncat di bouncer balon. Pokoknya ngalirlah berkelebat liwat dan membuncah dada saya yg terus membuat haru biru item putih kuning ijo (iyah, kayak balon).

Sebenernya saya mau pamit ke semua orang. Akan tetapi, pemberitahuan yg saya terima mendadak. Memang, saya sudah tahu kalau lulus akan pindah dan dapet kepercayaan baru, tapi itu beberapa bulan yang lalu. Karena gak dapet khabar dan karena saya berusaha untuk fokus ke kerjaan jadi ya gak terfikirkan. Eyalah, tiba-tiba pas pulang workshop dari Batam diminta dateng ke Medan untuk ambil Surat Keputusan (SK). Dan yg buat buru-buru lagi, di SK tertulis efektif per 1 September 2010 sementara ini sudah Oktober. Dari management mintanya seminggu saya sudah on-board di tempat yg baru.

Phiuh.. kebayang betapa repotnya saya harus bolak balik Aceh ke tempat yg baru. Dari mulai ngurusin bareng dan balek terakhir itu dengan mobil bawa sendiri. Padahal dua minggu sebelumnya mudik masih belum ilang pegelnya nyetir sendiri Aceh Medan dan Medan Aceh. Kali ini plus ke tempat yang baru. Hadoohh.. muntah rasanya liat ruas jalan. Kok ya rasanya gak abis-abis. 700 kilometer (Medan-Aceh) itu panjang Jendral.. ๐Ÿ™‚

Okeylah, maafkan saya kalau tidak menjabat tangan semua teman-teman di Aceh. Maafkan saya juga tidak pamit secara resmi kesemuanya. Waktu seminggu (real waktunya 4 hari sih) untuk kemas-kemas barang, ngegoniin baju, mindahkannya, mencari rumah ditempat yg baru supaya barang-barang saya ada tempat untuk ditampung. Alhamdulillah, even cuma seminggu semuanya kelar. Saya berangkat naik mobil, barang saya juga jalan menuju tempat yg baru.

Dengan thread ini, saya MOHON PAMIT ke teman-teman yang mengenal saya di Aceh. Mohon pamit juga ke Kolega, relasi, tempat saya biasa ngutang, teman-teman kantor, pohon dan pantai aceh, simpang lima, taman sari, simpang jambo tape, siapa dan apapun saya pamit yah dari Aceh. Insya Alloh ditempat yang baru saya bisa menjalankan amanah yang diberikan. Ada 6 bulan masa probation. Banyak yg harus dikejar. Insya Alloh lulus. Amien ya Alloh.. Doakan saya yah ๐Ÿ™‚

Advertisements

4 thoughts on “We Gonna Miss This Place

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s