Belajar Untuk Lebih DETAIL

“Iyah sama, Beneran KAGUM Guwa sama si Bapak!”

Itu yg dibilang bang Jemi (Manager Telkomsel Padang) waktu saya bilang “Saya kagum dengan betapa detailnya Bapak VP menjabarkan semua cluster dan semua Supervisor dan Manager sekaligus Mitra Distributor masing-masing wilayah”. Iyah bener, se-SUMATERA gitu loah, ada 100 orang lebih yang hadir disebutkan satu-satu. Sampai person yg lagi cuti/berhalangan hadir pada saat itu beliau juga tau. Detail banget dan luar biasa daya ingetnya.

Cerita sedikit, malem itu kita lagi ngumpul di Putri Duyung Ancol, karena diundang oleh Panglima Besar Telkomsel untuk wilayah Sumatera. Fullday Workshop dari jam 8 sampek 12 malem. Hari kedua selesai sampai jam 9 malem. Dan entah kenapa pada ngumpul dikamar saya. Ada Egi pendekar Regional Sumbagut, bang Jemi Manager Padang, Prima Manager MCD, bang Denny Supervisor CSC Aceh, dan saya OB merangkap Driver. Dan kami berani-beraninya ngegosipin VP Sumatera. Hihi, ngegosipin betapa detailnya sang VP bekerja. Dan betapa luar biasanya daya inget sang Panglima Sumatera.

Workshop kemarin, hanya ada segelintir Supervisor & Manager yang diundang oleh Panglima. Kata Panglima sih ini adalah orang-orang pilihan. Rata-rata yg diundang itu yang berkompetenlah dibidangnya. Cerdas-cerdas, rajin, dan sangat berdedikasi. Kecuali saya. Saya diundang karena ketampanan (siap-siap ditabok) dan karena saya bisa ngetik 10 jari (iyah, ini sungguh irrelevant). Oke pada intinya, saya diundang juga. Entah karena faktor “kesilapan” atau karena faktor “kasihan”, saya juga kurang tau. 😀

Singkatnya, malem itu kita bicara ngalur ngidul dari Tusnami di Aceh, tentang fenomena Kaskus, dan tentang kerjaan. Tentang pekerjaan, kami semua sepakat bahwasannya sekarang ini gak bisa lagi kerja gak tau detailnya. Kudu tau “buat ini tujuannya apa” dan “melakukan anu ngarahnya kemana dan hasilnya apa”. Kalau tercapai target tau detailnya yang dilakukan, dan kalau kalau tidak achieve faham salahnya dimana dan segera diperbaiki. Diskusipun malem itu mengalir tentang bagaimana bekerja dengan detail diwilayah masing-masing. Semakin malem merambat naik hingga jam 3 pagi ceritanya malah cerita pengalaman Tsunami di Mentawai dan Aceh.

Oiya satu contoh tadi betapa detailnya VP saya bekerja. Turunan dibawahnya adalah GM saya. Itu juga guys, betapa detailnya si Ibu satu ini setiap menginstruksikan kita tentang “Do’s” and “Dont’s” setiap kerjaan. Hafal semua program setiap cluster dibawahnya. Padahal ada 12 SOO hafal semua happening yg terjadi. Salut untuk GM dan VP saya tadi. 🙂

Satu contoh lagi orang yg bekerja sangat detail adalah my Manager. Manager saya orangnya detail banget guys. Honestly, I learn a lot from him. Workaholik banget (bekerja sambil minum alkohol hehe gk ding) kadang kita diskusi sampek jam 3 pagi. Hehe, biasanya saya yg pamit duluan karena gk kuat euy, takot gk kebangon subuh. Padahal kita sama-sama masuk jam 08.00 WIB tapi diskusi hingga larut. I told you already, saya curi elmu si Bapak malem demi malem. Sharing lah yah. 🙂

Awal-awal ketika bekerja dibawah beliau saya lumayan “keteteran” alias “kebingungan” sibuk ngikuti iramanya dan arahannya. Gesa-gesa banget. Mana saya baru lagi, dan dituntut langsung berlari. Alhamdulillahnya, sesuatu banget (halah, kok jadi Syahrini Style). Alhamdulillahnya beliau tidak membiarkan “kebingungan” saya lama-lama. si Bapak ngajarin saya gak henti-henti. Thanks sir.

Bektutopik tentang contoh bekerja detail tadi. Kalau manager saya ini nanyak melalui email, katakanlah tentang “Kondisi Sales” yg terjadi diwilayah saya. Karena tau si Bapak sangat detail, biasanya saya langsung coba breakdown jawaban menjadi “Sales As berapa & simPATI berapa”, kemudian dibandingkan dgn performansi sales bulan lalu dgn jumlah hari yg sama. Dikaitkan lagi program yg dijalankan menggunakan Business Plan. Kemudian dikaitkan dgn recharge & revenue. Pokoknya sebanyak-banyak informasi saya gali, saya detailkan lagi.

Kenapa sih saya mesti repot nyarik data, review, komparasi month to month, dan menggali semua resources untuk menjawab pertanyaan si Bapak. Hehe, As I told you guys, beliau sangat detail. Biasanya setelah nanyak “Kondisi Sales” akan merembet kemana-mana. Dan saya gak mau donk kalah detail sama si Bapak. Gak mau juga ditanya saya “gagu” dan “ragu” jawabnya. Anu pak, Ini pak.. Nganu pak.. hihi.. Kayak kambing congek.

Kondisi saat ini dimana kompetisi selular semakin dinamis, cepat, dan ketat berubah-ubah menuntut untuk lebih detail dalam pelaksanaanya. Istilah GM saya dulu, kondisi saat ini “BAGUS SAJA TIDAK CUKUP” jadi ya harus “BAGUS SEKALI”. Salah satu caranya adalah bekerja LEBIH DETAIL. Kalau VP, GM, dan MANAGER saya bekerja detail masa saya gak sih? Malu kan yah.

Itu aja sharingnya guys, mau detailkan kerjaan buat besok. Kalau sudah DETAIL otomatis FOKUS kan yah? Kalau FOKUS apa sudah tentu DETAIL? Yang pasti jangan lupa untuk tetap KONSISTEN.

— FOKUS, DETAIL, dan KONSISTEN
— Logout, tutup laptop, tarek selimut dan tidor.. 🙂

Advertisements

15 thoughts on “Belajar Untuk Lebih DETAIL

  1. @Septa Yohan
    Cuma kamu yg percaya saya tidak gila.. Btw, thanks sudah membaca artikel yg biasa ini Septa.. 😀

    @Roihana
    Pasti terlempar dari Google yah? 😀

  2. Setuju banget dengan tulisan ini..,,,
    kalau saja teman-teman kerja saya kayak bapak dan bos-bos bapak akan sangat menyenangkan.,,,

    yg ada hanya tunggu gaji akhir bulan, kreatifitas, details tidak ada.. berapa kali sy harus melakukan perbaikan karena tdk detail kerjanya.,,,

    trimakasih tulisannya pak,, gk gila kok, yg nulis cerdas.. 🙂

  3. Fokus, itu sudah pasti bro…semua bidang pekerjaan harus memiliki keyword ini. Konsisten, wajib jika ingin berhasil karena tanpa konsistensi siapapun tidak akan bisa sukses. Nah kalo untuk Detail, ini penjabarannya sangat luas bro, ada orang yg selalu detail tapi effisien untuk setiap detail yg dia berikan atau tidak berlebih-lebihan dan ada orang yg saking mau detailnya, informasi yg tersaji malah berlebih-lebihan sehingga malah justru membingungkan orang yg membaca atau melihatnya dan gara-gara itu orang lama-lama justru jadi bosan membacanya karena informasi yg tersaji justru jadi tidak tepat sasaran. Nah untuk satu lagi seharusnya yg perlu di tambahkan adalah pola kerja yg “Effisien” itu juga penting bro, malah sangat penting jika kita ingin banyak mencetak keberhasilan dgn peluang yg sedikit, justru bukan dengan banyak peluang tapi sedikit keberhasilan yg diperoleh.

    Salam kenal dari anggota Bloggersumut 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s