Review Buku : Ondel-Ondel Nekat Keliling Dunia

Kira-kira sebulan yg lalu sahabat saya, domba garut, yg gawe-annya di UN Peace Keeping ngabarin liwat BBM bahwasannya dia sudah buat buku. Hmm.. “Ondel-Ondel Nekat Keliling Dunia“. Mantabs.

Gegas pas balik ke Medan saya ke Gramedia Sun Plaza nemenin istri cuci mata (iyah, hobi istri cuci mata bukan belanja, thanks god). Malemnya pas sudah beli bukunya saya khabari ke Mas Luigi Pralangga. Dia ternyata sedang interview di Radio Mustang FM. Saya janji mau buat resensi bukunya. And malem ini baru sempat hehehe, do sorry telat 3 minggu karena kesibukan yg menyita mas. Baru pas Imlek kemarin sempat ngabisinnya.

Okey kita mulai aja yah coba review buku yg luar biasa ini..

Bukunya mas Ondel-Ondel ini, eh mas luigi maksudnya, tebel euy, 314 halaman itu lumayan tebal, perlu 2 hari saya menghabiskannya. Untungnya ceritanya tidak membosankan.

Satu hal lagi bukunya penuh dengan gambar. Menurut saya ini adalah strong point dari bukunya mas Luigi. Remember picture speaks thousand word.

Dengan adanya insertion gambar disetiap cerita membuat kita yg baca seolah-olah berada disana. Seolah faham nyamanya kamar boss mas Luigi tapi edan harganya $3,000 utk sebulan itu MAHAL JENDRAL. Harga Condo Fasilitas Melati beneran deh (mau tau lanjutannya? beli donk bukunya hehehe). Okeh, ayok kita lanjotkan..

Cerita dalam buku Ondel-Ondel ini adalah cerita pribadi dan true story dari Mas Luigi sendiri. Narasi yg disampaikan mas Luigi kadang buat saya miris. Lihat kondisi saya pribadi kayaknya jauuuhh better dari orang-orang di Monrovia. Anak-anak melahirkan anak-anak, gak punya akte lahir, kemudian perjuangan ibu-ibu di Liberia sana. Gendong anak-anak dan merawat anak-anaknya sembari bekerja. Yaps, bener yg dibilang mas Luigi. Kalau disini anak-anak nya yg ada malah dieksploitasi. Dijadikan bahan untuk meminta-minta diperempatan. Yaps, I’m lucky.

Cerita sedih, cerita senang, cerita heroik, diceritakan ngalir seperti biasanya kalau sering baca blog beliau pasti faham. Semua cerita diceritakan dalam candaan, even yah even ceritanya itu cerita sedih diselipi juga sama candaan. Baca kisah “Rindu sampai Biru” saya sedih, faham bener perasaannya mas Luigi. Saya pernah dalam kondisi itu. Istilah “Rindu sampai Biru” itu kalau anak muda sekarang bilangnya “GALAU”. hahaha..

Okeh, pastinya banyak hal yg gak bisa saya ceritakan satu-satu dear readers. Bukunya memang bagus bangets. Cara bertuturnya mewakili para UN Peacekeeper bangets. Semua detail diceritakan. Kehidupan nyata dibalut dengan pengalaman lucu dan sedih ditumpahkan. Walau sebenernya banyak hal yg ada diblog tidak diceritakan semuanya di Buku. Mungkin nunggu buku part deux yah mas? hehehe..

Berbicara Luigi Pralangga. Mas Luigi ini saya kenal sudah luama bangets. Saya mulai nge-blog intense 2004 (yikes udah 8 taon yg lalu yah?). Dulu masih sering bloghoping (baca blog blog lain, istilahnya lompat dari satu blog ke blog yg lain) dan sering baca blog nya Mas Luigi ini. Beberapa kali saya BBM-an sama beliau. Oiya, cerita postcard jadi teringet sudah pernah dua kali dikirim postcard sama mas Luigi. Taon 2007 saya terima postcard dari Liberia. Gitu terima postcard saya telpon ngucapin terimakasih sudah diberi postcard eyalah ternyata dia nya sedang tidur (see this). Kemudian taon 2010 dikirim postcard lagi dari Mas Luigi yang gambar dibaliknya itu Perempuan model cantik dari Uganda. Hehe, mirip bangets sama saya yah.

Yang pasti, jangan sampai gak beli buku Luigi Pralangga ini. Mau tau tentang Peacekeeper Journey yah baca buku ini. Mau mengerti kondisi negara-negara setelah perang baca buku ini. Pengen gabung sama team PBB baca buku ini dan silahkan tanya sama mas Luigi Pralangga caranya. Kalau jeli, baca bukunya sudah bisa jadi bahan untuk gabung sama team UN peace keeping. πŸ™‚

Rgds,

Abe Poetra
*A Father and A Friend Of Luigi Pralangga
*Bangga bener jadi temennya.. πŸ˜€

Advertisements

11 thoughts on “Review Buku : Ondel-Ondel Nekat Keliling Dunia

  1. Bukunya tebel banget, males bacanya..
    bener kata Abe, yg jadi strong pointnya yah gambar-gambarnya..

    Sekali baca males berhenti hehehe.. bukan promosi, saya punya temen kerja di UN juga dan kayaknya walau kerjanya entah dimana dan entah kemana tapi tetep have fun. Persis kaya mas luigi ini..

    Saluuutttt saya buat mas luigi be..

  2. Dearest Abe,

    Terima kasih atas ulasanmu, sebuah ungkapan yang memang bermakna sekali buat saya. Lintasan perjalanan yang diawali dari Jakarta – New York – Baghdad – Monrovia – Amman – Baghdad dan kini – Kuwait, mewarnai banyak tembok sejarah pribadi yang serta merta menjadi khabar buat kerabat dan sahabat, termasuk dirimu disana.. Abe adalah juga warna dalam lintasan sejarah saya ini, dan dari interaksi dan silaturahim aktif inilah saya faham bahwa akar atau jangkar bagi saya terhadap ‘tanah air’ akan kuat tertancap melalui interaksi denganmu..

    Abe adalah juga seorang ‘peacekeepers‘ yang memastikan perdamaian juga ditegakkan dalam ‘Republik Rumah Tangga’ mu disana.. terhadap komunitasmu dan keseharianmu.. kesemuanya mengkombinasikan keahlian dalam mengelola konflik, negosiasi dan kepiawaian dalam berkomunikasi. Itulah semua adalah juga kompetensi seorang peacekeepers, hanya saja dirimu bergerilya dan menerjang pada lahan pertempuran di Medan, sedangkan saya dan rekans lainnya bergulat pada misi PBB yang notebene adalah memang beneran daerah konflik yang bersifat frontal.

    Saya percaya, dengan silaturahim aktif ini, serta upayamu dalam mengembangkan keahlian baik dari sisi teknis dan kompetensi sosial lainnya, kapabilitasmu sebagai seorang peacekeepers juga akan berkibar seiring waktu berjalan.. apalagi ‘social capital’mu yang makin meluas dan mengakar kedalam – indeed an inspirations to some out there.

    Wishing you all the best on your endeavor and thanking you for the review as well as active recommendation of the book, making us understand better the important of peace among ourselves, courage, dignity and respect to diversity. Altogether promoting the mission of ‘doing for greater good’ becomes the objectives in life for all of us.. lastly, it’s very important for all of us to understand that the UN is not made to make heaven on earth, however it does pretty well in preventing hell on earth.

    Hugs from all of us in Kuwait…

  3. @Lina
    Jiaaahh.. Janganlah minjem, beli duonk ah.. πŸ˜€

    @Bedoel
    Buset dah, gak pernah ngebayangin mau nulis buku, doel. Nulis blog aja kadang gak punya waktu, walau kadang banyak yg ada dikepala mau ditulis sih sebenernya. Nulis diblog ini sudah cukuplah.. πŸ™‚

  4. Sy baca tulisan ini kayaknya mas luigi ini kok kayaknya gak asing,,,

    Kyaknya sy pernah baca profiel dia be, lupa baca di nova, kartini, atau majlah hai.. atau majalah men-health yah. tapi sy pernah baca mknya tanda.. hhehehe..

    sukses deh, ntar minjem punya abe aja.. πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s