Month: February 2012

Saya Ngomongnya Nyelekit

“Jujur aja nih ya Pak. Bapak memang enak. Sering bercanda. TAPI bapak itu kalau ngomongin kerjaan ngomongnya kasar. Nyelekit banget dan bener-bener masuk ke hati.”

Pada saat itu si Ari Cebong, salah satu Salesforce terbaik Kabanjahe, bilang langsung ke Saya ketika saya minta “kesan dan testimony tentang saya”. Saat itu memang adalah malem terakhir Saya di Kabanjahe. Karena senin-nya saya sudah wajib bertugas ditempat yang baru. Iyah saya dipindahkan di Medan.

Saya sengaja minta mereka jujur apa adanya tentang kesan mereka ke saya. Saya imbuhkan kalau saya tidak mau kesan dan pesan normatif. Silahkan omongin apa saja tentang Saya. Tidak usah malu-malu, tidak usah sungkan, justru kalau sudah dikatakan akan lebih lega meninggalkan Kabanjahe.

Informasi sedikit, kenapa kita ngumpul karena saya dari Kabanjahe dipindahkan ke Medan. Malem itu adalah malem perpisahan saya dengan rekan-rekan, sejawat, koleha di kerjaan saya. karena saya ditugaskan ditempat yang baru. Dari Kabanjahe ke Medan. Yah, tentunya dengan tanggung jawab yang lebih besar. Insya Alloh sanggup. Hihihi, mikirkan mengelola 1 perusahaan distributor saja sudah challenge tersendiri ini jadi 6 perusahaan distributor. Insya Alloh ya Rabb saya sanggup. Amien. 🙂

Oiya back to Arie Cebong yang tadi bilang kalau “kata-kata saya nyelekit banget”. Saya senyum pada saat itu. Saya tidak menjelaskan lebih lanjut, saya cuma bilang “Yah, nanti saya akan jelaskan bong.” karena saya minta yang lain juga minta testimony yang apa adanya, naked, gak pake tutup-tutupan. Gak pake malu-malu, orang batak karo tuh gak boleh malu-malu saya bilang ke orang itu yg mayoritas suku karo. Continue reading “Saya Ngomongnya Nyelekit”

Advertisements

Mengelola Perusahaan Distribusi

Dear All Blog Reader,

Berkaitan karena saya nulisnya gak punya “nieche” atau ceruk apalah namanya yang ngalir aja. Saat ini senengnya lagi ngomongin kerjaan dan knowledge di dalamnya. As I stated before, saya orangnya “lanang celup” alias “lambat nangkap cepat lupa”. Dan saya bangga akannya hihi.. 🙂

Oiya, this time, Saya pengen nulis tentang distribusi. Iyah, lagi-lagi tentang Distribusi. Yaps, kerjaannya saya saat ini yah jualan. Remember, Doing sales is do the distribution right. Placement-lah.

Bener-bener inget banget apa yang dikatakan GM saya sewaktu meeting Branch bulan kemarin di Da Hill Sibolangit tanggal 17-18 Februari 2012 kemarin. Saya dan all team Branch Medan pada saat itu hadir. Kita bahas program kerja apa yang akan dilakukan untuk Quarter-1, 2, 3, dan 4 kedepannya. Disitu juga hadir pendekar-pendekar sales yang selama ini mengurusi Distribusi oleh Mitra AD (Authorized Distributor) Telkomsel.

Si Ibu GM kira-kira bilang kayak gini :

“Bukankah kawan-kawan beruntung. Dikasih pegang perusahaan distributsi yang omzet-nya puluhan miliar. Tidak hanya melihat laporan tapi juga terlibat sebagai leader di perusahaan distribusi tersebut.”

Si Ibu GM ini bener banget. Saya jadi mikir lanjutannya. Bener juga yah. Selama ini saya diberi kepercayaan megang kendali sebuah perusahaan distribusi. Mau dibawa kemana perusahaan distribusi ini adalah tanggung jawab saya dan tentunya dengan arahan dari Telkomsel. Kita tidak sedang berbicara arogansi tentang “power” yang saya miliki, akan tetapi bener adanya ketika saya salah buat perhitungan budget atau program yang terkait dengan penempatan produk (distribusi) maka habislah lah uang perusahaan distributor for nothing alias sia-sia.

Kalau dihitung dikit demi sedikit cost yang kecil-kecil tadi menggerus keuntunga. Yaps, keuntungan adalah omzet dikurangi biaya. Kalau misalnya lagi tugas dalam pengawalan achievement penilaian Key Performance Indicator (KPI) mereka. Dan di KPI itu ada nominal uangnya. Kalau KPI nya jelek sudah pasti keuntungan tergerus. Kalau keuntungan tergerus yang disalahkan siapa? Well, sedikit banyaknya tentunya tanggung jawab ada di Saya. Makanya saya sempatkan waktu saya yang biasanya padet saya pakai untuk tidur plus nonton bokep jadi baca buku tentang distributor. Tapi tetep even banyak ilmu percuma kalau tidak konsisten. Beberapa ilmu yg saya baca dari Buku-buku distributor kadang gak nyambung dan tidak pas, keseringan malah buat bingung (hehe, ini karena IQ kayaknya, jongkok euy..) Continue reading “Mengelola Perusahaan Distribusi”