Mengenang Duka Tsunami di Aceh (2004-2014)

Let’s take a deep breathe first, then tundukkan kepala..

Mengenang Duka Tsunami di Aceh.

Kemarin lihat dilini masa bang Denny Hermanto (Mgr Aceh) lagi buka posko Telkomsel Peduli utk bencana banjir di Lhokseukon, Aceh Utara. Teringetnya guys, Aceh ini selalu dirundung duka. Dan yg paling saya dan seluruh dunia ingat adalah “Tsunami”. Boxing day 26 Des 2004, sehari setelah Natal.

Oh well sebelumnya utk mengenang ini, jika berkenan lihat video berikut:

See the video, it only takes 5 minutes and 58 secs. (perhatikan lini video 0.56 seconds), bagaimana menakutkannya saat air pertama kali masuk kota Banda Aceh.

PUNGE JURONG yg dekat laut bagaimana? Iyah, tempat saya sewa rumah (2006-2010) setelah tsunami gak kebayang kelelepnya setinggi apa. Ditengah kota yg hectic dan bertendensi chaos bahkan. Panik pasti, gak tau kenapa, dan gak sadar begitu cepatnya air meluluh lantakkan serambi mekah itu. Sak Aceh dihari boxing day, 26 Desember 2014, black out total. Lumpuh.. 😦

Dua tahun setelahnya saya diterima di Telkomsel dan ditempatkan disana. Masih berantakan pastinya. Tidak seperti sekarang much better. Adalah Pak Kuntoro Mangkusubroto & BRR mengkoordinir semua lembaga charity dunia yg luar biasa kerjanya. Salut pak.

Oiyah. Berlebihan memang, tapi saya ndak bisa menahan air mata saya waktu 2006 ditempatkan di Aceh hari pertama ditunjukkan videonya cut putri & pak hasyim, sembari diceritakan kembali pengalaman bg Ismayadi dan bg Denny Hermanto. Sigh.


Sesuai dgn Google Trend Indonesia hari ini. Kata “Tsunami Aceh” adalah kata yg banyak dicari hari ini. Bukan karena trendnya.

Postingan ini BUKAN untuk ngikuti trend Google tapi meremind kembali kejadian itu dan meremind diri sendiri untuk “SELALU BESYUKUR”.

And seperti yg dibilang Abid Ghoffar Bin Aboe Djafar (Ebiet G. Ade), dilagu untuk kita renungkan.

“Anugerah dan Bencana, adalah kehendak-Nya.. Kita mesti tabah menjalani, hanya cambuk kecil agar kita sadar.. Adalah Dia di atas segalanya.”


ACEH SEKARANG, seperti Pak Zaini Abdullah, Gubernur Aceh, yg dulunya Menteri Luar Negeri GAM (Gerakan Aceh Merdeka) bilang dimajalah TEMPO sangat penting untuk mengutamakan program tingkat bawah termasuk pendidikan kejuruan.

Saya faham sungguh, yg mengikuti lini masa ini punya pengalaman sendiri ketika terjadi tsunami di Aceh. Silahkan berbagi jika berkenan..

(Photos before-after, diambil tanpa izin dari majalah TEMPO, dibuat warm dan di mixed pakai PhotoFusion Samer Azzam)

🙏🙏🙏

#bersyukur, #pray4aceh, #boxingday, #tsunamiaceh, #10thtsunamiaceh

– – with Andrian, Godo, Masta, DENNY ATJEH, Budi, CHairuddin , Bani, Ari, Eko , Teuku Yudhistira, Safri, Kristoffel, Safrul, Ahmad, and Arif at Telkomsel Grapari Bengkulu

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s