Month: January 2015

Penawaran Kerjasama Situs Blanja.Com

Gegara zalora..

Iyah gegara saya pengen beli tas sandang American Tourister Smart Boston Bag (tas yg biasa aja tapi andelan saya bepergian) yg ada di Zalora saya nulis artikel disana di 2013 dan dapet voucher belanja 300rb.. 😀

Setelahnya jadi riuh sungguh. Beberapa kali dapet offering dari Lazada.co.id, juga Lamido.co.id anak perusahaannya. Minggu yg lalu jg blog travel dari genting highland menawarkan kerjasama.

Dan hari ini situs BLANJA.COM, sebuah situs ecommerce terbaek di Indonesia mitranya e-bay yg dibelakangnya nama besar Telkom, mengajak kerjasama blog abal-abal punya saya.. ^_^

Awalnya saya mau tolak karena tentunya yg kayak ginian bukan prioritas saya TAPI karena disitu ada tautan utk Telkomsel Poin kerjasama dengan Telkomsel HQ. Saya coba negotiate utk memasukkan “List Merchant Telkomsel Poin Bengkulu” disitus mereka. We have 22 merchant here. Iyah, kinda kerjasama locally lah. 😉

Biar solusinya menang-menang sih. Saya ndak perlu banner segede gaban atau megaloman dihalaman pertama. Cukup satu halaman sama seperti 1 halaman yg mereka minta saya buat diblog saya.

Entah diterima entah nggak.. ^_^

Mas Bambang Purnomo ntar kalau jadi dibantuin yah..

– – with Bambang at Telkomsel Grapari Bengkulu

View on Path

Test Bahasa Inggris Bengkulu

Alhamdulillah.. Barusan saja..

Seperti yg sudah dijadwalkan dengan Global English Course (GEC), today we are doing what so call PET (Preliminary English Test) punya cambridge kalau ndak salah denger.. ^_^

http://www.cambridgeenglish.org/exams/preliminary/

Sebenernya testnya biasa, tapi karena ada hadiahnya jadi yah saling psy-war, saling mengganggu baik fisik & mental wkwkwkw..

Challengenya bukan ngerjain soalnya (listening, reading comprehension, structure, & grammar) tapi lebih bagaimana “berkonsentrasi” diantara derau dan riuh candaan hihi.. 😀

Eh btw, menurut kalian siapa diantara kita yg nilainya paling tinggi? Gio atau Bambang? Eh atau mas Paino yah?
Kikikikik..

– – with Aris, Rofik, Dona, Ardee, Dimas [iNyong], Bambang, wahyudanto , Fitri, Moehammad, Rebecca, Deddy, ridho, Paino, Meldy, Syahruna, Gioliano, and ERIK at Meeting Room Grapari Telkomsel Bengkulu

View on Path

Designs Is Very Subjective, Ever!

Kemarin waktu nunggu pesawat Jekardah – Bencollen.. ^_^

Killing da time. Saya sempatkan ikut webinar (seminar online) yg digadang-gadang Endeavor Marketing Insight. They talk about UX and kesalahfahaman antara UX dengan UI. Ho-oh, common mistakes to what people see..

Dengan kemampuan bahasa inggris yg cekak ini (bolak balik ngedrag untuk ngulangi kalimat si peter), ada satu yg menarik buat saya. Ehm, atau mungkin satu-satunya kalimat yg saya fahami dari durasi 49.15 menit wkwkwk..

Orang keturunan India yg cerdas itu bilang berapi-api kayak gini..

“DESIGNS is very subjective, EVER!”
“GOOD design ain’t ART..”

Utk yg pertama, itu gamblang banget. Memang design itu sangat subjektif atau suka-suka yg buat. Bagus disini belum tentu bagus di yg lain.

Utk yg kedua, kalau design itu memuat suatu “message” dimana message itu wajib disampaikan yah jgn njelimet jg kayak mandangi lukisan abstrak Barong-I nya Affandi. Harus sampai pesannya. Makanya design yg bagus endevour bilang bukan seni! 😉

Then see the billboard (picture). Ini billboard udah 2 bulan tayang didepan Bencollen Indah Mall (BIM).

See.. Sangat tidak fair utk mata yg lentik dan indah ini, yg berusaha mencari informasi apa aja tentang kekinian yg happening di Bengkulu, dan disuguhkan billboard yg cuek kayak gitu. Ouch. Berhenti aja sukar utk difahami apalagi seliwer dgn hitungan detik.

Premis utk “setiap design itu subjektif” gak terbantahkan memang seperti yg di atas. Akan tetapi karena saya pemasaran maka coba baca persis dibawahnya. Baca pelan2 and, voila, ternyata itu iklan biro pembekalan tenaga kerja utk ke jepang. Wadezig.

And pertanyaan 1 Milyar Dollar nya:

Berapa orangkah yg mau berhenti membaca “message” yg disampaikan dibillboard tersebut?

Kalau tuan Godin define tentang “Buying Attention” — dengan budget ratusan juta rupiah diluar pajak to grab attention –, ini jelas (maaf) failed.

Design jelek & ndak jelas itu hal nomer dua, tapi message-nya gk kebaca sebenernya ini “yg kurang cerdas” karena ini yg paling utama.

Kalau subjektif nya saya:

Harusnya font yg dihindari yg ada kakinya sehingga ascender & descender dengan mean-bottom line kentara.

Mungkin yg buat billboard ini lagi lelah. Mungkin juga mereka belum kenal sama Chunk-Five, atau keluarga Bebas-Neue, dan masak gk pernah salaman sama keluarga Raleway.. ^_^

Ah tapi sudahlah, mengomentari sangat gampang dilakukan dan beraksi yg selalu jadi challengenya. Anggap ini postigan ghaya tok kalau salah mohon dimaafkam wkwkwkwk..

Any comment guys? 😉
*tarek selimut*

– – with Aris, Ardee, Dimas [iNyong], Bambang, wahyudanto , Rebecca, Deddy, ridho, Paino, Meldy, and Gioliano at Bengkulu

View on Path

Menyesal Memilih Jokowi – Pandji Pragiwaksono

Sebuah tulisan dari Pandji Pragiwaksono. Seorang rapper, penyiar radio, presenter TV, dan juga warga negara indonesia.

“MENYESAL MEMILIH JOKOWI”

http://www.jawapos.com/baca/opinidetail/11925/Menyesal-Memilih-Jokowi

Tulisan yang bertendensi dan memsng siapa yg tidak? Setidaknya ini mencerdaskan secara berpolitik. Iyah, menurut saya hehe.. 😉

Shoot your comments, guys..

– – with Jalu, eko, Hendy , and Toso at Bengkulu

View on Path