Jeniffer Lindsay talking about GENDER

Baru baca ini..

Ibu Jenifer Lindsay ini bicara betapa susahnya bicara “gender” dalam bahasa Indonesia. Susahnya membedakan “dia/ia” dimana kadang ndak ada konotasi itu akan dirubah menjadi “he/she”.

Si Ibu jg sampaikan dikolom yg sama, ketika menerjemahkan Betapa beratnya menerjemahkan catetan pinggir Pak Goenawan Moehammad utk dijadikan bahan study pemahaman bahasa indonesia.

(Lihat “Gender”, Jeniffer Lindsay, Tempo Magazines)

——

Oiyah, kalau terkait “gender” sih memang dari sononya bundha Lindsay, semua bahasa rumpun melayu lemahnya (eh atau kuatnya) disitu. Gender.

TAPI kalau memahami apa yg Goenawan Moehammad bilang dikolomnya ibu ndak usah khawatir kalau agak berat, Saya yg lahir dinegeri lavida loca ini aja mesti berulang2 bacanya dan kalau niat banget googling sana googling sini biar nyambung. Haha.. ^_^

Guys, what’s the story? MORNING GLORY! 😉

– – with Aris, Rofik, Ardee, Dimas [iNyong], Bambang, wahyudanto , Rebecca, Deddy, ridho, Meldy, Syahruna, and Gioliano

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s