Designs Is Very Subjective, Ever!

Kemarin waktu nunggu pesawat Jekardah – Bencollen.. ^_^

Killing da time. Saya sempatkan ikut webinar (seminar online) yg digadang-gadang Endeavor Marketing Insight. They talk about UX and kesalahfahaman antara UX dengan UI. Ho-oh, common mistakes to what people see..

Dengan kemampuan bahasa inggris yg cekak ini (bolak balik ngedrag untuk ngulangi kalimat si peter), ada satu yg menarik buat saya. Ehm, atau mungkin satu-satunya kalimat yg saya fahami dari durasi 49.15 menit wkwkwk..

Orang keturunan India yg cerdas itu bilang berapi-api kayak gini..

“DESIGNS is very subjective, EVER!”
“GOOD design ain’t ART..”

Utk yg pertama, itu gamblang banget. Memang design itu sangat subjektif atau suka-suka yg buat. Bagus disini belum tentu bagus di yg lain.

Utk yg kedua, kalau design itu memuat suatu “message” dimana message itu wajib disampaikan yah jgn njelimet jg kayak mandangi lukisan abstrak Barong-I nya Affandi. Harus sampai pesannya. Makanya design yg bagus endevour bilang bukan seni! 😉

Then see the billboard (picture). Ini billboard udah 2 bulan tayang didepan Bencollen Indah Mall (BIM).

See.. Sangat tidak fair utk mata yg lentik dan indah ini, yg berusaha mencari informasi apa aja tentang kekinian yg happening di Bengkulu, dan disuguhkan billboard yg cuek kayak gitu. Ouch. Berhenti aja sukar utk difahami apalagi seliwer dgn hitungan detik.

Premis utk “setiap design itu subjektif” gak terbantahkan memang seperti yg di atas. Akan tetapi karena saya pemasaran maka coba baca persis dibawahnya. Baca pelan2 and, voila, ternyata itu iklan biro pembekalan tenaga kerja utk ke jepang. Wadezig.

And pertanyaan 1 Milyar Dollar nya:

Berapa orangkah yg mau berhenti membaca “message” yg disampaikan dibillboard tersebut?

Kalau tuan Godin define tentang “Buying Attention” — dengan budget ratusan juta rupiah diluar pajak to grab attention –, ini jelas (maaf) failed.

Design jelek & ndak jelas itu hal nomer dua, tapi message-nya gk kebaca sebenernya ini “yg kurang cerdas” karena ini yg paling utama.

Kalau subjektif nya saya:

Harusnya font yg dihindari yg ada kakinya sehingga ascender & descender dengan mean-bottom line kentara.

Mungkin yg buat billboard ini lagi lelah. Mungkin juga mereka belum kenal sama Chunk-Five, atau keluarga Bebas-Neue, dan masak gk pernah salaman sama keluarga Raleway.. ^_^

Ah tapi sudahlah, mengomentari sangat gampang dilakukan dan beraksi yg selalu jadi challengenya. Anggap ini postigan ghaya tok kalau salah mohon dimaafkam wkwkwkwk..

Any comment guys? 😉
*tarek selimut*

– – with Aris, Ardee, Dimas [iNyong], Bambang, wahyudanto , Rebecca, Deddy, ridho, Paino, Meldy, and Gioliano at Bengkulu

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s