Belanja di Pasar Baru Koto Bengklu

Ada perasaan “khawatir” kalau lihat istri saya belanja gini, guys..

Khawatir pertama, karena dia berusaha keras (banget bahkan) untuk mencoba belajar memasak. Bener banget. Dia menyayangi saya dan anak-anak. Saya hanya khawatir istri saya makin capek. Sudahlah mengurus anak-anak dan masak juga.

Khawatir kedua, Iyah saya agak worried soalnya istri saya punya “keinginan kuat” untuk masak yg advanced-advanced. Kayak rendang atau gulai gitu. Padahal saya fikir goreng menggoreng saja dulu. Goreng ayam, telur, atau seminimalnya sosis.

Bukan apa lah yah. Yg buat agak sedikit grogi, gimana rasa masakannya nanti, ketika istri saya bilang kalau dia kadang ndak bisa bedakan “jahe” dan “lengkuas”.

Oh tuhan maha kaya, cobaan apalagi yg kau berikan ke suami yg ganteng ini.. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜ญ

Ah tapi, saya fikir ini pasti enak-lah. Soalnya mengingat yg pertama. Usaha adalah segalanya. Itu bukti banget istri saya mencintai saya. Ndak ragu, iyah ndak pernah ragu untuk itu.

Yg agak sedikit buat ragu yah rasa masakannya aja. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜

Semangat pagi semua-nyah.. ^_^

– – with Achmad, Fanny, and Sullivan at Pasar barukoto

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s