Month: May 2015

Zen Pencils – Kartun Quotes Yang Menginspirasi

Dua minggu lalu saya beli buku elektronik dari Amazon (Kindle version).

Buku “ZEN PENCILS”, sebuah buku kumpulan comic strips dari maestro “Gavin Aung Than”. Designer Australia yg keluar dari zona kubikel office hour nyamannya dia. You can see the book here:

http://www.amazon.com/gp/product/1449457959/ampweb-20

Buku goresan-sketch tuan Gavin ini diambil dari kutipan kalimat dari orang-orang terkenal (quotes from inspirational folks). Dan ini sebabnya komik ini jadi populer. Sebagian cerita membakar semangat, ada juga yg mengajak memahami hidup ini, dan ada juga cerita untuk mengajak otentik, mengikuti kata hati bukan kata orang, you are what you are.. 😉

Sebagai contoh misalnya cerita yg pertama. Kalimat & stripnya awesome menurut saya. “The more you sweat in training, The less you bleed in battle”. Kemudian coba perhatikan cerita “A question to the budhist”. Bagus banget kan yah.

Yang pakai ANDROID, buku Zen Pencils ini juga tersedia di books playstore. Utk membuatnya tidak ribet bisa kok BELI pakai PULSA Telkomsel, cobain deh.. ^_^

– – at Bengkulu

View on Path

Kopi Isi – Review Buku Boemi Manusia

Guys ini lanjutannya bagian-2 “Kopi Isi & Review Buku”. Lets continue part deux (yg bagian satu dibawah ini). 😉

Senin lalu, again, setelah membahas performansi branch & budget business plan. Adalah giliran “Gioliano Putra” staf RAM yg diminta sharing tentang buku yg dibacanya.

Nah, kalau lihat Gio ini saya semula sangat yakin dia akan bahas terkait buku yg kekinian. Misalnya buku the most trending yg agak lebay dibilang NYTimes buku terbaek (pake “e”) taon 2015 ini; “THE GIRL ON THE TRAIN” ditulis oleh Ibu “Paula Hawkins”.

Dan apa nyana, kalau Arie Zaliansyah senin sebelumnya bahas “Semua marketer penipu”. Minggu ini Gio bahas buku “BOEMI MANUSIA” karya sang maestro sastra terbesar di Indonesia, satu-satunya kandidat peraih Nobel di Indonesia “PRAMOEDYA ANANTA TOER”.

http://id.m.wikipedia.org/wiki/Bumi_Manusia

Walau tidak sesuai tebakan saya, tapi membahas “Pram” justru malah lebih bagus. Boemi Manusia dari dulu pengen dibaca tapi belum kesampaian.. 😉

Karena rumitnya memahami cerita yg disampaikan Gio. Kita minta Gio buat silsilah cerita supaya gampang nangkep, soalnya tetralogi ini ndak bisa diceritakan dalam waktu 30 menit saja. Wajib seharian dibawah pohon rindang kaya anak-anak lingkar pena lakukan.. ^_^

Coba bayangkan, konflik dari Nyai ONTOSOROH, sang perempuan yg dianggap susila/rendahan tapi ternyata cerdas banget dan orang dibalik suksesnya pabrik gula milik keluarga Milema. Kemudian ada Minke, Anneliesse, dan lainnya. You can read the resume at Gio’s blog here:

https://giolianoputra.wordpress.com/2014/04/01/sebuah-awal-tetralogi-karya-pram-bumi-manusia-bagian-pertama/

Banyak quote bagus dari buku Boemi Manusia ini. For me, inspiring banget.

Demikian guys. Kita diskusi yg mana sebenernya ndak tau salah ato benar. Semuanya bebas lempar ide dan equal. Adalah benar, bisa jadi kita diskusi arahnya salah dan “going nowhere”, tapi menurut saya yg paling penting niat “berbagi” nya. Halah.. Sok kali kesannya.. 😁

Pagi tadi giliran Ridho dan bro DR, I’ll tell you sooner. Selamat malem all.. ^_^

– – with Oka, Aris, Rofik, Ardee, Dimas [iNyong], Bambang, Arie, wahyudanto , Syahruna, Rebecca, Deddy, ridho, Arief, Paino, Meldy, Yogie, and Gioliano at Bengkulu

View on Path

Kopi Isi – Review Buku Marketers Are Liars Seth Godin

Kopi Isi Review Buku – Part One

Setiap senin pagi, saya & kawan-kawan ngumpul diskusi berkaitan performansi branch Bengkulu. Ini kompor budaya “KOPI ISI” kalau istilah di internal Telkomsel Sumatera.

Akan tetapi 2 minggu belakangan agak berbeda, saya minta kawan-kawan bergantian tiap minggu bahas buku yg terakhir dibaca atau yg demen banget, untuk disharing ke all team. Bukunya terserah tentang apa.. 😉

Iyah ini keren banget guys, sumpah. TAPI gagasan ini sebenernya meniru. Saya teringet sama idenya pak Zulfikar yg dishare ke team beliau sekitar 4 atau 5 tahun yg lalu ketika masih di Siantar. Sekarang beliau GM Account Mgt Sumatera di Medan.

Dan itu saya taunya jg accidentally waktu sepesawat sama Bambang Prayogi lagi baca buku “Marketing Revolution” nya TDW. Saat itu yogi imbuhkan kalau di Branch Siantar tiap bulan ada diskusi tentang buku sekalian belajar presentasi & bercerita, awesome.. ^_^

To make long story short, ide “membahas buku” itu mulai senin kemarin kami coba. Sebagai volunteer pertama kali adalah “Arie Zaliansyah” atau “Arik” biasa dia dipsnggil, staf SOO yg baru saja pindah ke Bengkulu. Si Arik coba sharing buku “MARKETERS ARE LIARS” tulisan “SETH GODIN”.

http://en.m.wikipedia.org/wiki/All_Marketers_Are_Liars

Ada kutipan Arik yg saya noted “People always buy what they want, not what they need”. Yeah rite. What people want is the extra. Emotional bonus they get from you as a marketer. Yes, your authentic story. Otentik sebagai kata kuncinya dan impulse sebagai tujuannya. Kalau sudah believe, need nya pelanggan bisa dipastikan bergeser 😉

Kemudian Ridho Spv SOO urun rembug utk diskusi tentang “Marketing 3.0” punya Pak Hermawan Kertajaya yg dia fahami. Dimana berpindahnya centric dari product, ke pelanggan, menuju pada apa yg selalu digadang-gadang tuan Kottler “Value-Driven Marketing”. See here:

https://narrativebranding.files.wordpress.com/2010/01/marketing_3-0-values-driven-marketing.pdf

Well, kalau boleh nilai, bro Arik ini cara menyampaikannya awesome. Even dia bahasa inggrisnya cekak kayak saya, tapi “marketers are liars” dideliver dgn baik. Kelihatan memang sudah veteran (iyah, tua, walau tidak setua mas paino wkwkwk). Sudah punya banyak experiences.. 😉

And one thing. Like the book title he shared, he told a story to me and others.. ^_^

Selamat hari senin eperiwan.. 😀
*setel lagu dangdut utk mood booster

– – with Oka, Aris, Rofik, Ardee, Dimas [iNyong], Hendrino, Bambang, Arie, wahyudanto , Rebecca, Deddy, ridho, Paino, Meldy, Yogie, zulfikar, and Gioliano at Telkomsel Grapari Bengkulu

View on Path

KAMMI, Protest, & Guy Fawkes Mask

Menurut saya, ini pribadi & bisa jadi keliru, apa yang dilakukan oleh KAMMIPusat melakukan aksi nasional berdemonstrasi mengepung istana negara itu masih dalam tatanan yg “wajar” dan “biasa saja” dalam berdemokrasi.. ^_^

http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2015/05/150522_trensosial_pribumi

Kalau faham apa itu “Axiomata sive leges motus” atau “Axioms, the Laws of Motions”. Atau terjemahan jurnal Newton tentang hukum gerak fisika ke-3 yaitu “Jika ada AKSI, akan timbul REAKSI”.

Aksi KAMMIPusat itu wajar walau memang kontradiktif. Semangatnya aksi #LindungiPribumi tapi mengenakan atribut topeng GUY FAWKES (yes, you are V, for Vendetta) dan terimaji kebarat-baratan, ini yg memancing komentar.

Padahal sebagai mahasiswa yg kekinian, maksud mereka kenakan “Topeng Guy Fawkes” karena itu adalah lambang perlawanan. Iyah sesimple itu.

Lagi pula guys, ada kalimat “Jangan tembak nabinya, tapi lihat pesan apa yg dibawa”. Yes please don’t shoot the messenger. Though, saya fans Jokowi yg sedang babak belur dikangkangi kepentingan, ya mikir aksi ini penting utk saling mengingatkan.

Lantas, untuk kalimat “Pribumi, Aseng, & Asing” itu setuju. Sangatlah tidak santun. Jatuhnya rasis malah. Ini yg memang disayangkan dan menurut saya kurang cerdas. Menyeretnya ke ranah islam atau bukan islam juga sama ndak cerdasnya.

Akan tetapi yaitu tadi, kalau mikirnya gelombang aksi dan reaksi yg terjadi selalu sifatnya “equal”. Apakah positif atau negatif. Yah, mungkin sama-sama salah, mungkin juga sama-sama benar.

Who knows? Hidung siapa? 😉

Sebagai penutup!

Satu hal yg bisa saya lihat & fahami, kalau digeser sudut pandang dari sisi “Sales & Marketing” kesatuan aksi yg pakai topeng Guy Fawkes ini sesuai apa yg dibilang tuan Godin tentang “Attention Paradox”. They are trying to buy attention dan sampai kemarinya mereka berhasil membelinya.

http://sethgodin.typepad.com/seths_blog/2013/01/the-attentionaction-paradox.html

Well, kita semua faham kuncinya adalah “viral” untuk membeli perhatian diranah media sosial antah berantah tak bertuan itu. Selalu saja, apa yg disebut viral ini ndak segampang makan bubur ayam parahyangan disamping kantor PLN Bengkulu Nusa Indah, yah much complicated than that.. 😉

Pun, gagasan atau idenya sudah authentic bener (asli) juga tidak menjamin bakal contagious. Seperti batu dilempar ke kolam resonansi gelombang airnya apakah baik utk sebuah brand atau tidak ini jg seringnya ndak bisa diukur.

Kayak yg selalu dibilang tuan Godin “ideas that spread wins” apapun viral apakah sviral kayaknya wajib menghayati trends.

Iyah, Alas, menjadi seorang salesman & marketers hari ini itu ndak gampang. Wajib faham trend sosial juga. Bener banget, sirkumstansi sudah berubah & disrupter belum tentu kaya dan dapet celah revenue.

Ndak sesimple jual es dawet ayu atau siomay mandiri, yg hanya bisa jual product saja, biar laku nowadays you got to deliver experience, gitu katanya guys.. ^_^

Semangat pagi duhai jiwa-jiwa pemberontak yang mempunyai visi luar biasa.. Saya salut!

#RunRunSmall
#BiarKurusan 😂😭

– – at Bengkulu

View on Path

Apa dan Siapa Diaspora Indonesia?

Sebelum melihat sebaran “Diaspora” orang-orang Indonesia pasti sudah pada bisa menebak negara mana yang jadi konsentrasi.

http://id.m.wikipedia.org/wiki/Diaspora_Indonesia

Iyah, “Malaysia” diurutan pertama dengan perkiraan 2.5juta orang ada disana. Ini termasuk sederek & sedulur saya dari kampung yg jadi pembantu, security, supir, pekerja toko, bahkan tentara diraja disana.

Eiya, kalau untuk “Suriname” banyak diekspose dan saya faham. Kalau “New Caledonia” baru pagi ini tau ada est 7000 diaspora Indonesia.

And, ini yg dilakukan pak Dino Patti Jalal, mendeklarasikan Diaspora untuk kesemakmuran Indonesia.

http://www.diasporaindonesia.org/news/pdf/Diaspora%20Article%201.pdf

Kalau melihat majalah SWA minggu ini, beberapa diaspora memegang peran penting dinegara lain. Dan, setelah dipelototin satu persatu tak satupun yg saya kenal atau masuk jejaring fesbuk atau lingking saya. How about you?

Pribadi, saya kagum, selamat hari senin semuanya.. ^_^

(Image from SWA Magazines, dicapture tanpa izin hehe..)

– – at Bengkulu

View on Path

Album dan Perubahan Warna Huruf Majalah TEMPO

Hai eperiwan, ini lagi nunggu si abang latihan karate.. ^_^

Pertama, saya ndak mau komentar kenapa Ibu Megawati urung untuk dateng ke kongres demokrat padahal waktu ketemuan akan dateng. Kalau dari apa yg dibilang pak Hasto di atas, si ibu kecewa photonya diunggah ke instagram.

Terus yang kedua, photo mana yg dimaksud? Lihat tautan guys. Photo ini yg dishare ke Instagram oleh akun official @aniyudhoyono

— Saya kali ini mau sharing rubrik Album yg berbeda, here we go —

Bicara majalah TEMPO, sudah beberapa bulan belakangan ini untuk rubrik “Album” berbeda. Mereka sekarang pakai warna-warna lembut & lebih kekinian. Lebih enak dipandang & catchy.

Kalau ndak salah mereka mulai “ngetes air” sejak Oktober 2014. Lupa kapan persisnya, ada yg tau, males download dari awan euy heheh.. ^_^

Rubrik Album ini yg pertama kali saya baca setelah diunduh. Isinya tokoh politik berkomentar terkait segala hal trending politik tanah air. Malah, kadang komentarnya lebih jenaka daripada kolom “Indonesiana” (udah entah berapa kali hidup-mati), yg kadang lucu dan seringnya tidak.. 😉

Kalimat quote ini yg saya perhatikan beda. Dulunya item latar putih atau sebaliknya putih latar item, sekarang pakai “RoyalBlue #4169E1” untuk birunya, sebagian bilang “Cyan”. Kodenya sama.

Kalau merahnya saya ndak confidence, itu “OrangeRed #FF1000” atau “RedOriginal #FF0000” kali yah? Ada yg bisa define karena gam masuk standar web-aman juga.

Ah apapun itu, mereka sudah muv-on. Kalau sampulnya they should be thanks to Kendra Paramitha karena sudah lebih kekinian dan gak terpenjara sama konsistensi merah, putih, & item saja.

That’s all, ini ndak bicara politik, ini sharing tentang warna dalam kacamata sempit & subjektif saya.. ^_^

*Jumpai “shihan” & “sempai” si abang..
*Mau kenalan bukan ngajak duel wkwkw

— – at SMAN 5 Bengkulu

View on Path

Buku Gathuk Oleh I Putu Surya Negara

(Photo’s credit goes to TengkuFerdi, wording by Rhonna Design Apps)

Dear all para pembaca lini masa yg cerdas dan berbahagia.. ^_^

Ada 2 (dua) hal yang saya bisa simpulkan dari buku “Gathuk” karangan “I Putu Surya Negara” yg kemarin saya baca sembari nungguin anak saya berenang dibelakang rumah, dikolam renang plastik yg beli si mamah dari seller instagram.

http://www.ptaoi.com/gathuk_pre-order_2.html

Gathuk sendiri artinya “cocok, pas, atau kebetulan”. Dan buku Gathuk ini beliau buat sebagai funding utk yayasan http://potads.or.id untuk anak-anak istimewa yg kromosom 21 nya berbeda.

Okeh, lets roll untuk 2 point diatas.. ^_^

Pertama. Tendensinya kita menjadi orang yg selalu mengedepankan “rasio (logika)” saja dan menutup “rasa (hati/jantung)”. Padahal “rasa” inilah yg memiliki peranan yg sangat penting dan seringkali menentukan.

Adalah “rasa” ini yg dibilang pak Putu kanan, arah yg membuat individu lebih kreatif.

Sama seperti yg diceritakan Pak Putu dibuku. Terkadang kita heran “Oh itu si anu padahal waktu dia kuliah selalu titip absen tapi sekarang kok yah jabatannya mentereng” Atau kadang envy kayak gini “kayaknya dia ndak pinter2 amat tapi kok bisa pendapatannya perbulan 2x saya yah”.

Well guys, ini yg menurut beliau salah satu penyebabnya karena ndak melihat “Gathuk”. Kenapa menjadi golongan kebanyakan, yah karena ini.. 😉

Kedua. Orang-orang yg mampu “berbahagia” itu adalah mereka yang “Gathuk”. Ndak begitu peduli lagi dengan kaya atau miskin karena itu hasil atau apakah hari ini bisa makan then besoknya puasa. Mereka yg ndak ragu sedikitpun kalau rezeki itu datengnya dari sang khalik. Dateng dari yg menggerakkan bumi dan langit beserta isinya.

Berkaitan dengan “bahagia” ini menurut saya can be defined as much as you can, seseserhana atau serumit mungkin tapi semua faham kalau inilah salah satu tujuan hidup didunia yg fana ini, halah.. *menatap langit*

Teros pertanyaan 1 milyar dollarnya, bagaimana sih supaya bisa melihat signal-signal Gathuk tadi? Jawabannya ditentukan oleh kecerdasan Emosi (EQ) dan memahami quantum iklash. Remember, jalan cerita bisa berbeda ketika dipesawat Pak Putu nyerahkan kursinya. Atau pengusaha RM memutuskan pindah dan meninggalkan semua kemapanan karena mengikuti bisikan hatinya.

Hihihi, sampai bagian EQ dan Quantum Iklash ini saya jadi mesem-mesem. Hihi, masih jaoh untuk melihat Gahuk ini, tapi kalau melihat Gethuk pakai Lindri saya cepet wkwkwkw.. ^_^

Selamat pagi jiwa-jiwa terpilih yang sedang mencoba berbahagia diantara kesibukan dan prioritas kehidupan. Hasekkk..

And after all, terimakasih sudah membaca sampai bawah sini.. 😉 #SelfReminder

– – at Bengkulu

View on Path