Self Reminder : Berterimakasih!

Guys, this is SelfRemind!

Kemarin saya baca email dari mas Handoyo dimilis internal. I don’t even know mas Handoyo ini, yg saya faham sederhana dia bilang “TERIMAKASIH HCM” di emailnya. Mas Handoyo ini dibantu sama team HR utk pengurusan kartu AXA Mandiri beliau.

Email terimakasih ini antitesis dari email-email sebelumnya.. 😀

Oh dem, mungkin saya lg sensitif. Emailnya menurut saya biasa aja & ndak berlebihan tapi dalem. Ndak basa-basi tapi authentic nya kentara. Ndak pakai diksi aneh-aneh tapi bukan juga becanda jenaka seperti bilang “makasih” benteng takeshi. Datar.

Dan mirisnya, email itu ndak nyinyir juga (sebaris gimana bisa nyinyir?) tapi kok berasa ngelus saya, tapi kok saya merasa disindir? Atau perasaan saya saja yah.

Entahlah. Kalimat santun yg jarang sekali saya ucapkan padahal acap diajarkan istri ke dua orang anak saya. “Abang/Adek, kalau dikasih sesuatu atau dibantuin orang bilang apa sayang?”. Serempak dijawab “TERIMAKASIH Om/Tante”. Got it.. 😉

Jadi keinget kejadian pas awal dateng ke Bengkulu. Saya ajak diskusi kawan2 branch utk bahas buku WINNING nya tuan Welch. Sebagai modal kita bahas “CANDOR” alias “TERUS TERANG”. (See Chapter2, page 25). Also, I wrote about candor on my blog. Ndak usah diklik, soalnya NDAK PENTING.. ^_^

Candor Berterus Terang

Lupa, kapan waktu setelah sharing candor, Wahyudanto seorang supervisor sales Lahat bilang dengan sopan juga santun ke managernya yg tinggi hati & cetek ilmu ini.

W: “Bang, maaf kemarin abang ngajarkan candor kan yah? Boleh candor?!”
A: “Yah bolehlah, kan udah sepakat kita wajib terus terang yu”
W: “Anu, abang biasanya kalau kami email jarang bilang MAKASIH. Soalnya kami ndak tau abg udah terima belum emailnya.”

Well, sebenernya ego & emosi saya –yg jadi manager karena kebetulan, bukan karena prestasi ini– bak dielus-elus. Berasa diajarin, ini spv lahat tau apa sih? Hampir saja saya reaktif, tapi urung. Ndak jadi. Soalnya dia mengingatkan dua hal yg berterima: CANDOR & TERIMAKASIH!

Kemudian setelah narik nafas panjang sambil taichi utk nekan ego, saya bilang “makasih remindnya wahyu, next I’ll try to say thanks”. Sambil kasih senyum yg tulus tapi malah kebacanya kayak lagi nahan pipis.. Hihi.. ^_^

Guys, I read a lot how to appreciate people, magic word lah, listening skill something lah, tapi prakteknya selalu saja ndak semulus teorinya. Dan saya, walau ndak kenal sama Mas Handoyo yg “sengaja” nulis terimakasih itu, berasa diajarkan dan diingetkan kalimat santun & berbudi; TERIMAKASIH!

Semangat pagi duhai insan yg beremosi cerdas. Seperti quote di atas: Kalau tuhan punya tempat tinggal dua, satu surga satunya lagi dihati orang-orang yg selalu berterimakasih (bersyukur).

Oiyah, sebelum lupa, TERIMAKASIH sudah membaca sampai bawah ini.. 😊🙏

#SafariRamadhan
#LahatLinggauHereWeCome

– – with Oka, Aris, Rofik, Dona, Ardee, Dimas [iNyong], Bambang, Arie, wahyudanto , Erik, Moehammad, Rebecca, Bagus, Deddy, ridho, Bayu Syahrial, Paino, Meldy, Syahruna, and Gioliano at Bengkulu

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s