Month: July 2015

The End Of Segmentation

APA KHABAR SEGMENTASI?

Guys.. Iyah, time flies, ndak ada yg lasting forever. Yang kekal adalah energi dan “perubahan” itu sendiri.

Kemarin masih berbicara “knowing your customers, then why you dont make them into categories”. Sesuai yg ibu Weinschenk bilang “People always love categorized”, akan tetapi situasinya berubah, ndak selalu ngeffect, khususnya for youh or millennials nowadays. Wajib jeli untuk categorized.

http://www.blog.theteamw.com/2011/02/22/100-things-you-should-know-about-people-62-people-love-to-categorize/

Yah bener, ini tentang MILLENIALS, generasi yg mitosnya banyak maunya, stubborn, males bekerja keras karena memang diakui biasanya bekerja cerdas. Anak muda kekinian yg men-disrupt pasar. Generasi internet yg savvy, yg mengadopt teknologi sangat cepat, bukan generasi baby boomers atau sebelumnya yg nekan tombol ENTER saja galau.

Dan statement digambar ini masih katanya “Happy Marketer” tentang trend marketing di youth, belum ada teori pembuktian apa-apa, dus belum ada hasil dari saling berbantahan (diskusi, ijmak para ahli). Juga belum terlalu riuh dibicarakan.

Jadi kategori seperti apa yg pas? Saya ndak tau juga, soalnya ndak nyampek ilmunya, they don’t explain, perhaps later. Sangat mungkin trend berubah dan sangat mungkin jg mereka salah melihat trend. ^_^

But one thing, tau apa sih Happy Marketer Private Ltd dibandingkan orang-orang cerdas diorganisasi kita sendiri. Para leaders yg dari dulu menata tujuan juga sebagai pelaku, yg kata tuan Welch tidak hanya melihat visinya tapi juga “Live & Breath it” dgn visi itu. Demikian.

Kalian, iyah kawan-kawan Branch Bengkulu nan cerdas yg ditagging disini. Be prepare to painting the CLOUD ๐Ÿ˜‰

#ContinueDaJourney
#WeAreBranchJuara

– – with Bagus, Gioliano, Dona, Bayu Syahrial, Deddy, Sigit, Oka, Ardee, Dimas [iNyong], Arie, wahyudanto ๏ฃฟ, Erik, Moehammad, ridho, Meldy, Aris, Rofik, Wirahadi, Doan, Bambang, Kar, Rebecca, Syahruna, Paino, and Aris Murni at Telkomsel Grapari Bengkulu

View on Path

Advertisements

Workshop Telkomsel Branch Bengkulu di Lubuklinggau

Dua hari ini since yesterday..

Kita meeting dicluster Lubuklinggau. Pesertanya all sales team & pimpinan MitraAD saja. Supaya efektif, selain halal bihalal kita jg buat workshop kecil to catch growth, and commitment to accomplish this semester’s goals.. ^_^

Hampir 5 jam beresonansi to all branch bengkulu. Ho-oh, starting jam 17.00ย karena berangkatnya telat dari Bengkulu jadi rada sore baru nyampek linggau. Endingnya jam 22.00ย wib, do sorry for this guys.

Saya, seperti biasa, sok tau, asal-asalan coba berbacot ria tentang trend marketing & sales sependek yg saya fahami. Bicara millenialls dan kenapa Bryan Kramer bilang “sharing” itu penting. Dus, in term of “ekonomi-berbagi” secara singkat.

Dan Alhamdulillahnya pembahasan jadi kemana-mana guys. Ndak fokus. Akan tetapi yg buat saya bangga adalah semua peserta pada ngantok ketika saya berkoar (lho?). Sudahlah membosankan tetap saja ngotot./wkwkw ๐Ÿ˜„

Semuanya tentu saja tidak dalem, bukan tidak mampu sebenernya gaes, tapi kajiannya masih rendah (lho podo yah?). Hihi, kalau suwir dan ndak berterima mohon dimaafkan.

Oiyah, acaranya ndak terlalu formal sih, kayak biasanya meeting bulanan. Nah, hasilnya yg moga2 ndak biasa. Aamiinn ya rabb. Terimakasih all team branch bengkulu, makasih khususnya utk team linggau Bg Aris, Inyong, & Karyadi Arifindo.

Semuanya kelian memang terbaek.. ๐Ÿ‘
*menjura hormat, takzim*

– – with Oka, Aris, Rofik, Ardee, Dimas [iNyong], Bambang, Arie, wahyudanto ๏ฃฟ, Rebecca, Bayu Syahrial, Deddy, ridho, Paino, Meldy, and Gioliano at Lubuklinggau

View on Path

KOPI ISI – Review Buku The Five People You Meet in Heaven

Gaes.. ^_^

Senin pagi kemarin, saya & all team Bengkulu, seperti biasa, review performansi branch & juga sharing buku apa yg baru dibaca. Adalah “Rebecca SH Panjaitan” yg dapet giliran ย berbagi.. ๐Ÿ˜‰

Cewek batak yg biasa dipanggil “Princess Ecca” berbicara tentang buku “The Five People You Meet in Heaven” yg dikarang Mitch Albom, yg taon lalu dibelinya dan baru selesai dibaca seminggu ini gegara dia lihat temannya posting dilini masanya.

Saya fikir dia akan bercerita buku terkait dgn youth & komunitas but again saya salah. She shared us something new, a lesson life. A nice one, indeed. ๐Ÿ˜€

Okeh, ini yg saya tangkep dari yg diceritakan Ecca. Tokoh utamanya: “Eddie” dan dia bekerja sebagai “kepala teknisi utk amusement park, RUBY PIER”.

Dan cerita 5 orang yg dijumpai Eddie disurga adalah orang-orang yg sebenernya related dengan Eddie, yg sebenarnya tidak disadarinya.

1. Si Biru (Badannya Biru Semua)

Yang sebenernya adalah orang yg gugupan, dan gegara minum silver nitrate, badannya jadi biru. Dan yg paling penting ternyata orang yg dimobil ketika ada seorang anak hampir tertabrak.

Sang “the blue man” inilah yg menyampaikan kalau si Eddie sudah matek.

Pelajaran pertama yg eddie fahami dari si Biru “there are no random events in life, and experiences are connected in some way.” Yah rite, saya setuju ndak ada yg kebetulan dalam hidup. Sudah diatur dari yg diatas.. ๐Ÿ˜‰

2. Kapten Pada Masa Perang Vietnam

Terjawab kenapa Eddie pincang kenapa. Halusinasi pada saat perang. Momen dimana Edi berhalusinasi ada anak kecil digubuk dan dia berusaha menolong. Edi dihalangi ndak mau, padhaal kalau ke gubuk dia bisa mati. Worse case happened. Maka kakinya ditembak sama kapten.

Eddie marah. Sungguh marah. Selama ini Edi merasa dia tidak berhasil karena kakinya pincang. But he learns something that he will never forget. Sang captain ternyata menjadi penyelamat dia.

Belajar: Pengorbanan adalah sesuatu yg tidak perlu disesali, kehidupan terus berlanjut, dan selalu ada makna didalamnya.

Kemudian Ecca juga ngelanjutin cerita terkait margaret (Istri Eddie), Owner Ruby Pier, dan Eddi jg jumpa sama anak kecil, namanya Tala, yg hendak ditolongnya (iyah ndak jadi karena, dihalangi sang kapten). That’s right, ternyata penglihatannya ndak salah pada saat gubuk terbakar ada anak kecil disana.

Eddie bertanya “Why God, why?” Yg ndak dijawab gamblang tapi dijelaskan penuh makna.

Yang saya fahami ada 2 saja dari penuturan si Ecca dari buku ini:

1. Selalu ada sisi lain dari suatu hal, harus selalu melihat dari dua sisi.
2. Selalu ada makna POSITIF disetiap kejadian. Melihatnya ini yg jgn sampai masuk surga dulu baru faham.

Haha, dua hal simple diatas, iyah dua hal yg selalu berhasil saya baca tapi selalu gagal mempraktikkannya.. Hiks.. ๐Ÿ˜”

#SelfReminderJugaNih
#ThanksEccaSudahBerbagi

– – with Andri T, Aris Murni, Gioliano, Dona, Bayu Syahrial, Deddy, Oka, Ardee, Dimas [iNyong], Arie, wahyudanto ๏ฃฟ, Erik, Rofik, ridho, Meldy, Aris, Moehammad, Doan, Bambang, Rebecca, Syahruna, Paino, and Bagus at Bengkulu

View on Path

Antman Vs Falcon

Begitulah Marvels.. ^_^

This conversation (maaf spoiler), antara falcon dan antman sebenernya udah diketahui sama kapten america tapi tidak Nick Furry, yah tapi begitulah Marvel, selalu saja ada drama disetiap pahlawan supernya. ๐Ÿ˜

Gaes, Falcon & Antman di film Ant-Man. Baru nonton kemarin sama bg tala, dek agi, dan fanny.

Dan kita jumpa inyong sama istri juga tapi ndak bawa dedek ralin kayaknya.. ๐Ÿ˜‰

– – with Dimas [iNyong], Fanny, Bambang, Arie, Rebecca, and Gioliano at Bengkulu

View on Path

Pertalite RON 90

Kalau baca berita ini, mungkin bakal ada yg protest harganya PERTALITE itu layak ndak?

http://m.detik.com/finance/read/2015/07/24/083927/2974136/1034/pertalite-ron-90-dijual-rp-8400-liter

Saya ndak begitu pinter berhitung dan paling males eksak, tapi kita coba predict, apa yg bakal diprotest para citizens (netizens) akan kebijaksanaan product baru pertamina ini dgn angka sederhana. Please see ini harga dipasar (24072015).

Harga Premium (RON88) : Rp 7.400,-
Harga Pertalite (RON90) : Rp. 8.400,-
Harga Pertamax (RON92) : Rp. 9300,-

Pertama, It ain’t about RON something.

Hal utama yg kira-kira akan diprotest adalah kenaikan value RON dari 88 menjadi 90 apa terlalu tinggi secara rupiahnya? Apakah percentage kenaikannya pas dgn harga?

Let’s we do the math, harga minyak kendaraan RON88 (premium) dijual dgn harga Rp.7400,- yg artinya kalau dicacah berarti harga per-1 RON nya (7400/88) sekitar Rp 84.09,-

Sementara kalau RON90 (pertalite) yg dijual harga Rp Rp.8400,- kalau dibagi 90 per-1 RON nya sekitar Rp 93.33,- kenapa lebih mahal? Jelas sekali ini akan riuh diprotest sama para warga offline ataupun netizens.. ^_^

Kalau dilanjut ke pertamax kurang lebih sama. Dengan harga Rp.9.300,- dgn RON92 means persatuan RON harganya Rp 101.09,- malah lebih mahal lagi persatuan RON-nya.

Yeah rite, sampai sini, semula saya memandangnya ini adalah “akal-akalan” dgn menaikkan RON harga bisa naik lebih dari value. Ah, tapi itu TERNYATA prematur. Ndak bisa jadi dasar perhitungan persatuan RON. But, lets we continue.. ^_^

Kedua, It is about Marketing things!

Kalau ini lumayan simple karena hanya logika perbandingan harga (gap), dan ini kemungkinan besar yg akan dijelaskan bagian pemasaran pertamina. Maafkan kalau salah.

Simply do the math:

Jika harga premium Rp.7400,- kemudian pertamax Rp.9300,- artinya ada selisih Rp1900,- dari kedua produk tersebut. Then ketika ada produk yg value-nya ditengah harusnya Pertalite harga Rp.7400+(1900/2) atau Rp 8350,- nah kenapa dijual Rp.8.400,-?

Hehe, dgn asumsi selisih Rp 1900,- please jgn lupa kalau gap dari “premium ke pertalite 1000” means compensate dari “pertalite ke pertamax 900”. Ndak ngambil presisi tengah.

Apakah wajar? Seharusnya harga pertalite kebawah (ke premium) dan keatas (ke pertamax) sama. Nah disitulah kenapa saya lebeli “Marketing things.” Respect utk keputusan ini.

Oiyah, sebagai salesman saya ndak faham terkait panggilan Komisi VII DPR yg memanggil pak Ahmad Bambang (Dir Pemasaran) terkit apakah Pertalite itu impor atau tidak? Apakah Pertalite hasil blending Premium (RON88) sebesar 50% dan 50% lagi Pertamax (RON90), dan lainnya. Soalnya saya salesman bukan ahli perminyakan.. ^_*

http://m.liputan6.com/bisnis/read/2278433/pertamina-diminta-terbuka-soal-asal-muasal-pertalite

Oh tentunya saya respect banget & setuju dgn kekhawatiran Pak Faisal Basri yg sangat berpihak kepada masyarakat, yg khawatir pos menteri ESDM digoyang. Soalnya beliau lagi bener2 membantu Pertamina bersih-bersih. Seandainya menteri berganti bagaimana kelanjutan setelah Petral ditutup?

Ah, itu politik, kalau saya mah salesman panci, sudip, dan talenan. Terus jangan lupa juga ini #PokoknyaSalahJokowi lah.. ๐Ÿ˜‰

And last words, apapun “PILIHAN ADA DITANGAN PELANGGAN”. Jadi even (sedikit) mahal tapi tetap dibeli karena satu atau dua hal jgn dianggap ndak pinter. Iyah, mungkin irrelevant tapi itu kenapa Godin bilang “bisa jadi itu bukan kebutuhan tapi keinginan anda”.

Needs vs wants yg ndak ada habisnya. Demikian guys, salam olahraga semuanya.. โ˜บ๏ธ

– – at Bengkulu

View on Path

Ratatouille – Seniman Hebat Bisa Berasal Dari Mana Saja

Kemarin pulang balik ke rumah, saya ngobrol sebentar sama mertua yg lagi di Bengkulu.

Ndak lama bg tala, anak saya yg pertama age 8th yo, ngajakin nonton “RATATOUILLE” yg sebenernya sudah ketiga apa keempat kalinya saya & bg tala tonton. Iyah, kita berdua sama: “suka banget nonton film kartun bagus berulang.” Sesuatu yg mamah-nya ndak suka. Kalau udah sekali nonton ya sudah, ngapain dilihat lagi.

Ah, inilah yg si-mamah ndak tau. Mamah ndak tau ini film kartun buatan Pixar ke-8 (setelah Cars) yg ketika nonton utk keduakalinya dan selanjutnya banyak pelajaran yg dipetik. Values & notes yg sering disebut “Lesson Life”.

Ah tapi sudahlah, biarkanlah si mamah ditemani drama korea-nya itu hehe.. Kami nonton kartun aja.. ^_^

Satu hal yg saya & bg tala pelajari (entah dia faham apa ndak) adalah kalimat yg ada digambar. Kalimat sang pencaci kritikus masakan ternama di Perancis, Anton Ego. Kalimatnya kira-kira begini:


“NDAK semua orang bisa jadi SENIMAN HEBAT, tapi seniman hebat bisa berasal DARI MANA SAJA.”

Ah, kebayang gimana “Anton Ego” harus menekan ego-nya sendiri utk mengatakan masakan yg dibuat oleh unknown-artist (Remy sang tikus) itu ternyata melebihi dari kata “delicious”. Setiap kunyahan mengingatkannya sama memori masa kecilnya.. โ˜บ๏ธ

PELAJARANNYA: Please never, ever, menilai orang (sesuatu) dari penampilan saja. Darimana asalnya ndak begitu penting, yg paling penting adalah “karya-nya”. Karena itu yg akan jadi legacy utk siapa saja.

Tetap semangat duhai jiwa-jiwa yang sedang menghasilkan karya. Remember, that you all are GREAT ARTIST!

Demikian gaes. Salam olahraga.. โœŒ๏ธ๐Ÿ˜

– – with Oka, Dimas [iNyong], Bambang, Arie, Rebecca, and Gioliano at Bengkulu

View on Path