KOPI ISI – Review Buku The Five People You Meet in Heaven

Gaes.. ^_^

Senin pagi kemarin, saya & all team Bengkulu, seperti biasa, review performansi branch & juga sharing buku apa yg baru dibaca. Adalah “Rebecca SH Panjaitan” yg dapet giliran  berbagi.. 😉

Cewek batak yg biasa dipanggil “Princess Ecca” berbicara tentang buku “The Five People You Meet in Heaven” yg dikarang Mitch Albom, yg taon lalu dibelinya dan baru selesai dibaca seminggu ini gegara dia lihat temannya posting dilini masanya.

Saya fikir dia akan bercerita buku terkait dgn youth & komunitas but again saya salah. She shared us something new, a lesson life. A nice one, indeed. 😀

Okeh, ini yg saya tangkep dari yg diceritakan Ecca. Tokoh utamanya: “Eddie” dan dia bekerja sebagai “kepala teknisi utk amusement park, RUBY PIER”.

Dan cerita 5 orang yg dijumpai Eddie disurga adalah orang-orang yg sebenernya related dengan Eddie, yg sebenarnya tidak disadarinya.

1. Si Biru (Badannya Biru Semua)

Yang sebenernya adalah orang yg gugupan, dan gegara minum silver nitrate, badannya jadi biru. Dan yg paling penting ternyata orang yg dimobil ketika ada seorang anak hampir tertabrak.

Sang “the blue man” inilah yg menyampaikan kalau si Eddie sudah matek.

Pelajaran pertama yg eddie fahami dari si Biru “there are no random events in life, and experiences are connected in some way.” Yah rite, saya setuju ndak ada yg kebetulan dalam hidup. Sudah diatur dari yg diatas.. 😉

2. Kapten Pada Masa Perang Vietnam

Terjawab kenapa Eddie pincang kenapa. Halusinasi pada saat perang. Momen dimana Edi berhalusinasi ada anak kecil digubuk dan dia berusaha menolong. Edi dihalangi ndak mau, padhaal kalau ke gubuk dia bisa mati. Worse case happened. Maka kakinya ditembak sama kapten.

Eddie marah. Sungguh marah. Selama ini Edi merasa dia tidak berhasil karena kakinya pincang. But he learns something that he will never forget. Sang captain ternyata menjadi penyelamat dia.

Belajar: Pengorbanan adalah sesuatu yg tidak perlu disesali, kehidupan terus berlanjut, dan selalu ada makna didalamnya.

Kemudian Ecca juga ngelanjutin cerita terkait margaret (Istri Eddie), Owner Ruby Pier, dan Eddi jg jumpa sama anak kecil, namanya Tala, yg hendak ditolongnya (iyah ndak jadi karena, dihalangi sang kapten). That’s right, ternyata penglihatannya ndak salah pada saat gubuk terbakar ada anak kecil disana.

Eddie bertanya “Why God, why?” Yg ndak dijawab gamblang tapi dijelaskan penuh makna.

Yang saya fahami ada 2 saja dari penuturan si Ecca dari buku ini:

1. Selalu ada sisi lain dari suatu hal, harus selalu melihat dari dua sisi.
2. Selalu ada makna POSITIF disetiap kejadian. Melihatnya ini yg jgn sampai masuk surga dulu baru faham.

Haha, dua hal simple diatas, iyah dua hal yg selalu berhasil saya baca tapi selalu gagal mempraktikkannya.. Hiks.. 😔

#SelfReminderJugaNih
#ThanksEccaSudahBerbagi

– – with Andri T, Aris Murni, Gioliano, Dona, Bayu Syahrial, Deddy, Oka, Ardee, Dimas [iNyong], Arie, wahyudanto , Erik, Rofik, ridho, Meldy, Aris, Moehammad, Doan, Bambang, Rebecca, Syahruna, Paino, and Bagus at Bengkulu

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s