Month: August 2015

KOPI ISI – Notes From Qatar

Gaes..

KOPI ISI hari ini dibawakan sama Bambang Purnomo, supervisor HVC Branch Bengkulu. Berbagi hari ini dgn kita semua tentang buku yg barusan dibacanya.

Buku “Notes from Qatar-2” yg dikarang oleh Muhammad Assad, M.Sc. dikupas sama Bambang. Yang menarik adalah Orangtua Mas Assad itu asalnya dari Bengkulu Selatan (Manna). Makanya buku ini lumayan trending di Bengkulu. Dari yg Notes From Qatar 1 sampi buku ke-3 dgn judul sama.

Ndak hanya Bambang, saya jg terinspirasi jadinya sama mas Assad yg pagi tadi dituturkan Bambang dgn bagus. Beberapa quote dirujuk dari sisi agama, yg membuat temen saya bilang “Kok kayak Ceramah sholat Jumat yah jadinya” hehe.. Karena memang kutipan quotenya banyak dari Alquran & Hadist.. ^_^

Saya suka juga quote mas Assad yg ini:

“The future is shaped out not only by the past but also by choices that we make and by what we think is possible”

“Theres no growth in comfort zone & theres no comfort in growth zone. Leave your comfort zone to grow.”

Kemudian terjawab kenapa Bambang itu selalu kasih footnote “Keep Positive”, karena memang diambil dari moto hidup mas Assad yg diidolkannya. Prinsip 3P’s dimana wajib positive, kemudian persistence, dan jgn lupa utk praying.

Ini hampir sama dgn ketika saya ditanya “Kenapa Branch Bengkulu Growth nya bagus?” Saya akan menjawab “Itu karena team Networknya luar biasa”. Sementara kalau ditanya ke bg una selaku punggawa network, beliau akan bilang “itu karena kita sering berdoa bang abie..”

Oh well, aku fikir bg una bercanda, ternyata tidak. Kenyataannya demikian memang, karena kita sering berdoa untuk jadi nomer satu, then semesta berkonspirasi membantu kami. Agak lebay tapi ndak berani sanggah karena true.. ^_^

Seperti yg Mas Assad bilang Kira2 kayak gini:

“If you do want something, and you work hard, all the universe will conspires in helping you to achieve it”

Ini sama dengan apa yg pernah diucap pak Permadi, yg bilang “Jika kamu melakukan kebaikan, maka alam semesta akan membalesmu”. Kurang lebih seperti itu gaes. Silahkan dibuktikan kalau Mas Assad atau bg Una salah.

Kemudian yg ndak kalah menarik adalah kutipan tentang 3H’s yang isinya:

“HONEST is the best attitude. HUMBLE is the new approach, and HELPFUL is the best investment”

Dimana “honest” itu walk the talk, apa yg dilakukan sesuai dgn apa yg dikatakan. Dan “humble” itu sederhana bukan miskin. Sama kayak kutipan Alquran surat 7, ayat 31 yg mengatakan “Dan janganlah berlebih-lebihan, sesungguhnya Alloh tdk menyukai orang yg berlebih-lebihan”.

Helful: seperti kalimat “Dan tolong menolonglah engkau semua dalam kebaikan dan ketakwaan”. Rasullullah bilang “tidak akan berkurang rezeki kita kecuali bertambah, bertambah, dan bertambah..”

Aamiinn for that!


Sampai disini saya sadar banyak sekali jadinya kekurangan saya dan jadinya #selfreminder untuk saya. Ah, Notes From Qatar atau Mas Assad memang inspiring banget. Agree banget sama Bambang.

Bambang jg bercerita ke kita, sekarang ini dia jadi banyak sekali membaca. Bahkan istrinya komplain ke dia. Itu sebabnya dikomentari Moehammad Iqbal, staf network, “JANGAN BUKU AJA DIHABISI, istri juga pengen DIHABISI”. Fyi Bambang itu pengantin baru. Cuitt Cuitt.. ๐Ÿ˜˜

Itu aja mungkin sharingnya gaes, Notes From Qatar kayaknya akan dibeli untuk koleksi “Perpustakaan JUJUR Branch Bengkulu.”

Demikian guys, semangat menjalankan hidup dimanapun kawan-kawan berada. Mimpi wajib dieksekusi.. Gitu katanya mas Assad.. โ˜บ๏ธ

Tabik! ๐Ÿ™

– – with Oka, Aris, Rofik, Bagus, Tomi, Dona, Ardee, Dimas [iNyong], Bambang, Arie, wahyudanto ๏ฃฟ, Erik, Moehammad, Rebecca, Bayu Syahrial, Deddy, ridho, Doan, Syahruna, and Gioliano at Bengkulu

View on Path

Do Not Raise Your Children The Way (Your) Parents Raised You

Love it much..

As I wrote before, tentang buku “Sabtu Bersama Bapak” punya “Adhitya Mulya”. Memberikan banyak pelajaran tentang kehidupan.

Kalimat dibuku tersebut, yg diucap sama istrinya Satya begini:

“Anakmu itu bukan KAMU”

Kurang lebih sama menurut saya dengan gambar. Ndak bisa maksa anak kita mau jadi apa? Balik lagi, seperti kalil gibran bilang “Anakmu bukan anakmu”. Yah, karena titipan..

Gitu kali yah? Saya jg ndak begitu faham tapi coba ngarah kesana seh! ๐Ÿ˜‰

Btw, thanks pak Andi sharingnya.. ๐Ÿ™

– – with Andi at Telkomsel Grapari Bengkulu

View on Path

Salesman Nowadays – Part Tiga

SALESMAN Hari ini, Part-Three!

Ini adalah SALESMAN NOWADAYS yg terakhir, phew finally.. Semoga ndak bingung. Kalau bingung jg ndak papa. Jangankan yg baca, yg nulis ini aja bingung lagi nulis tentang apa.. #lho

โœŒ๏ธ๐Ÿ˜‚

— untuk salesman nowadays part1 & part2, jika niat baca sdh diposting sebelumnya di Path ini juga! ๐Ÿ˜‰

#5. KEKINIAN, it is no longer about MAINSTREAM or the Anti!

Sebagai “Salesman sendok-garpu-talenan-sudip-dan-panci” wajib bisa memilah kekinian tentang “mainstream” juga antitesisnya. Contohnya para pecinta bata merah diforum kaskus. Mimin kaskus, Andrew Darwis, aja bingung melihat kaskuser anti-mainstream “redbrick lover”.

Iyah ndak salah baca. “Bata merah” bukan “Cendol” atau ijo-ijo yg diharap, gan! Artinya cendol aka Good Reputation Points (GRP) sudah terlalu mainstream sehingga muncul pecinta bata merah (Bad Reputation Point, BRP) sebagai antitesisnya.

http://m.kaskus.co.id/thread/50b6606e8127cfe42e000098/minta-saran-mengenai-bata/

Lantas, apakah yg punya BRP ini postingannya sudah pasti jelek? Well, saya perhatikan justru banyak “hot-threads” kreatif nan informatif dari kelompok yg memang sengaja minta ditimpuk bata merah ini. ๐Ÿ˜‰

Teros yg GRP atau cendolnya banyak automatically trusted member di Lounge ato FJB? Wah, malah penipu kadang datengnya dari yg berderet2 cendolnya (GRP). Cendolnya ndak tau jg hasil nge-hack atau hasil jual beli cendol.

Saya fikir apa yg dilakukan mimin dgn mengembalikannya ke floor sdh tepat. Mau dibawa kemana GRP & BRP ini? Soalnya ndak bisa dimoderasi terlalu kencang. Benar,ย platform milik PT. Darta Media Prima, created by Andrew Darwis, tapi ndak serta merta bisa mengatur semuanya.

Menciptakan komunitas yg authentic itu sulit jendral, but Kasak-Kusuk (KasKus) always do it much better than others.. ^_^

#6. It ain’t about what YOU WANT and or what your taste.

I ever told to all Bengkulu warriors, sebagai “salesman sendok-garpu-talenan-sudip-dan-panci” jgn kepancingย sama pakem “mainstream” dan “the anti”. Yeah rite, it’s all bout looping yg ndak berkesudahan yg mengaburkan tujuan. Jangan sampai salah berjualan kesiapa itu messagenya.

Hari ini you guys belajar ukulele, alat musik antimainstream karena yg lain mainkan gitar. Eh belakangan ternyata ukulele banyak peminatnya sehingga yg mainkan gitar jadi minoritas. Logikanya sekarang mana yg mainstream?

Iyah, bisa ditebak. Antimainstream kalau jadi jamak jatuhnya jadi “mainstream” juga.. ๐Ÿ˜‰

Contoh satu lagi.

Saya dari zaman kuliah ndak pernah suka genre dangdut. Since masuk bengkulu, saya coba explore sedalem2nya dangdut ini? I subscribe to everything dangdut related channel.

And guess what, it simply surprises me. Saya fikir, WALI BAND yg benderanya NAGASWARA yg paling famous dipirsa banyak orang. Most viewed malah “Hesty Klepek-Klepek”.

Pertanyaannya. Kalau saya hendak berjualan ke komunitas, apakah saya berjualan ke komunitas dangdut atau komunitas jazz? You already guess it. Ndak bisa maksa ngikut selera saya, while market demanding DANGDUT. Bisa failed to define addressing “mass market”.

Oh, ini bukan tentang lagu dangdut saja, tapi dalam kasus apapun. Misalnya jualan panci atau jualan kompor hook 12 sumbu api biru.. Hehe.. ๐Ÿ˜‰

#7. So, what SHOULD Poor-Salesman’s DO?

Last words, belakangan saya mikir (iyah, selama ini jarang mikir, kebanyakan pakai feeling aja hihi) hal apa krusial yg harus dilakukan oleh “salesman-nowadays” seperti saya sekarang ini? Berikut 3 jawaban ngasal saya:

PERTAMA. ini kalau saya. Keep selling sesuai arahan. Eksekusi ndak usah disanggah. Soalnya diaminkan semua teori & praktiknya dari semua pakar. Katanya 99% kuncinya disini memang. True to the bone.

KEDUA. Sebagai manager yg kecerdasannya ngepas & selalu dipenuhi ego tinggi kayak saya seringnya mekso selera sendiri, dan lupa beresonansi bertanya ke pasar apa maunya? Ini yg salah. Sehingga dodolane beneran jadi dodol. Jadi, supaya ndak dodol simple. Bunuh ego and starting to listen. Ini saya lho yah.. ๐Ÿ˜€

KETIGA. Related to pakem berjualan. Saya suka banget tulisan ibu Amalia E Maulana. Sebagai kontributor majalah SWA & Marketing Mix yg saya langgani, tulisan ibu ini tajem walau kadang diksinya aneh. But, bu Amelia selalu bisa menerjemahkan trend global menjadi pakem locally.

http://amaliamaulana.com/popular-article/the-end-of-the-line-mengakhiri-penggunaan-istilah-atl-vs-btl/

Sekarang dgn adanya beberapa gagasan diatas jadi agak blurry. Keterkaitan dengan sosial media, Ayoti (IOT) dimana aja internet, dan juga millennials. Pemahaman ATL, BTL, juga TTL sedang mengalami perubahan makna arti, mungkin ndak pas lagi zamannya.

In short, yah jgn sampai gegara ngandelin pakem lupa yg bisa jadin sudah berubah makes us as salesman ndak kekinian. Kolot to the maks. Membaca trend adalah penting. See salesman nowadays part-1!


Sampai sini, setelah panjang lebar yg mana bener ndaknya juga masih diragukan. Seminimalnya saya semakin faham, MENJADI SALESMAN SEKARANG NDAK GAMPANG. Apalagi kalau masih belum muv-on seperti yg buat postingan ini wkwkwk..

Mungkin angka #7 ndak begitu banyak ngasih insight gambaran “Salesman Nowadays”, but seminimalnya sudah coba berbagi. Sharing is caring, kita berbagi karena kita peduli kan yah.. ^_^

Semangat pagi duhai salesman panci yg pada suka berkasak kusuk tentang ide & gagasan.. You are awesome karena menjadi salesman itu adalah TAKDIR bukan pilihan!

โœŒ๏ธ๐Ÿ˜

– – with Oka, Aris, Rofik, Ardee, Dimas [iNyong], Bambang, Arie, wahyudanto ๏ฃฟ, Rebecca, Deddy, ridho, and Gioliano at Bengkulu

View on Path

Salesman Nowadays – Part Deux

SALESMAN hari ini, Part-Deux!

Mohon direview sok-tahu saya tentang salesman nowadays bagian dua. Again and again. Semoga menarik utk dibahas.. ๐Ÿ˜‰

— nyang #1 dan #2 kalau niat baca, ada dipostingan sebelumnya! ๐Ÿ˜‰

#3. KEKINIAN, it ain’t about Guy Kawasaki or Robert T. Kiyosaki.

Guys banyak mazhab yg bilang hari ini kita yg salesman “sendok-garpu-talenan-sudip-dan-panci” itu wajib update. Ini yg menjadi berat. “Kekinian bukan berarti signup dibanyak akun media sosial then automatically menjadi selesai.” Tuan Guy Kawasaki, salesman yg expert banget tentang sosmed bilang demikian.

Please see “The Art Of Social Media”, karangan Guy Kawasaki with Peg Fitzpatrick. Bukunya bagus. Believe me, it is worth every single penny you spent. ๐Ÿ˜‰

Lantas apa kaitannya kawasaki dgn kiyosaki? Well, sama-sama salesman. Satunya salesman sosmed, satunya lagi salesman MLM eh, maksudnya salesman yg jadi kaya gegara jualan buku dan mentor di MLM eh, maksudnya become rich karena ide & pemikirannya. Ah tapi sama-sama salesman pastinya.. ๐Ÿ˜‰

Even hari ini, katanya tuan Kiyosaki jadi “poor dad”, saya sangat hormat dgn segala ide & pemikiran beliau. Yg bangkrut korporasinya, bukan ide gagasannya. Uang boleh habis tapi gagasan itu ndak akan pernah padam. Respect.

Lagian, tuan kiyosaki-lah yg menggetok tularkan saya dan juga beberapa temen saya utk mencoba jadi pengusaha. Walau gagal blazz. Ndak bakat mungkin hihi..

http://www.forbes.com/sites/helaineolen/2012/10/10/rich-dad-poor-dad-bankrupt-dad/

In short. Apapun pilihan kiblatnya duhai salesman “sendok-garpu-talenan-sudip-dan-panci”. It is about your idea, your words, your decision. Kadang ngarah ke tuan kawasaki (ndak pakai ninja) dan ndak diharamkan menghadap ke tuan kiyosaki. Semua pilihan adalah benar hehe..

4. KEKINIAN, it ain’t about your AGE!

Inget Joshua Wong, iyah Revolusi Payung (umbrella’s revolution) itu dilakukan ndak pakai persiapan rapi penuh strategi seperti para Jendral yg melakukan Coop D’Etat, diplan rapi dan senyap.

Revolusi payung ndak diplan, aksi spontanitas dalam jaringan yg cepat, dan contigiously, dan tidak saling mengenal, dan berkerumun utk ngikuti kesamaan. Dan pasti tidak senyap, karena sangat riuh dibicarakan internet citizen. Again, tribe, we need you to lead us!

http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/10/joshua-wong-remaja-penggerak-revolusi-payung-hong-kong

And oh my dear.. Joshua Wong, yg menginspirasi banyak youthers hongkong utk merapatkan barisan itu baru 17 tahun. Oh god, Yesterdays child banget. Hijau tiada terkira, muda tiada terperi. TAPI begitulah, saya yg lebih “berumur” dari Joshua ini bisanya hanya ternganga & kagum hihi.. ^_^

Salesman hari ini bukan bicara jualan saja, tapi bagaimana anak muda kayak Joshua dan tribesnya itu diaktifasi. Rejuvenasi ndak hanya berhenti diwacana bagaimana “mengaktifasi merek” saja, ย tapi wajib mampu melihat yg tersurat juga tersirat.

Iyah, berat. Saya pribadi sebagai salesman “sendok-garpu-talenan-sudip-dan-panci” jg sedang berusaha memahami ini. Belum mampu soalnya punya ilmu ndak seberapa.

Begitulah guys, menjadi SALESMAN hari ini ndak mudah. Menjual “sendok-garpu-talenan-sudip-dan-panci” ndak mudah. Yang merasa salah menapak dijalur karir ini “nikmati” saja. Sudah masuk kolam sekalian aja berenang-renang diantara riuhnya “derau” dan “tekanan”.

Same happened here, I always believe sama bahasa “what doesnt kill you, will only make you STRONGER”. There we are guys, makin kuat day by day.. ๐Ÿ˜€

Itu aja dulu. Izinkan saya angkat topi utk semua salesman seantero Bengkulu. Next, izinkan utk Salesman Part-3 the ending.. ๐Ÿ˜‰

– – with Oka, Aris, Rofik, Bayu Syahrial, Dona, Ardee, Dimas [iNyong], Bambang, Arie, Tomi, Erik, Moehammad, wahyudanto ๏ฃฟ, Bagus, Deddy, ridho, Rebecca, Doan, Syahruna, and Gioliano at Magister Manajemen Telkom University

View on Path

Direktur HCM Telkomsel, pak PRIYANTONO RUDITO

Gaes..

Setelah tadi pembukaan oleh sang maestro human capital, pak herdi harman.

Sekarang giliran direktur HCM Telkomsel, pak PRIYANTONO RUDITO, yg kalau dicoba googling kemarin yg memberikan kata sambutan utk kuliah PJJ (Pendidikan Jarak Jauh) tahun lalu (2014).

http://www.telkomuniversity.ac.id/article/direktur-hcm-tingkatkan-skill-hadapi-mea-tahun-depan

Well, saya dan kawan-kawan yg lagi ikutan kuliah PJJ pas si bapak keluar dgn norak minta photo hehe..

Dan beliau tadi usahakan ngajar di mata kuliah bisnis (bukan HR related) ke all mahasiswa PJJ. Yah, beliau memang jadi dosen terbang dimana-mana. Yang oaking rutin yah di Telkom University.. ^_^

– – with Hendrino, Kristoffel, Sarman, and nadif at Telkom Corporate University

View on Path