Lebih Banyak Mendengar #SelfReminder

Guys.. Saya sering reflek.

This post tributes to “SYAHRUNA HUSNI”, manager network. Abang juga sodara saya.. 😉

Bahasa awamnya: Ngaca. Bercermin hal-hal yg berkaitan dgn lesson learn, tentang hidup ini (halah). Apa karena baca “I know why the caged bird sings” yg dibuat maestro kata-kata Maya Angelou yah? Ndak tau juga sih.. ^_^

Masih saya inget, kalau ndak salah itu februari 2015. Selesai video conference dgn Area. Saya gelisah, karena apapun ceritanya target belum capai dan masih bingung mau ngapain. Soalnya beberapa program sudah dideliver tapi ndak ngangkat.

Biasanya galau saya diskusi dgn Syahruna Husni. Manager Network yg hebat, pekerja keras juga cerdas dan ndak banyak bicara. Walau ndak seganteng saya. Ho-oh beda dgn saya yg ndak cerdas tapi selalu mendominasi percakapan.

Menang ganteng dowank. Poor me! 😂

Singkatnya, saya jelaskan ke bg una panjang lebar kondisinya. Kemudian saya juga sampaikan arahan dari Area itu apa, dan saya juga jelaskan “kegalauan” saya karena target belum tercapai. Berapi-api bicara tanpa jeda. Diselingi curhatan colongan juga tentang pencapaian.

Saya perhatikan bg una hanya “Hhmm..” terus dia juga sesekali bilang “Oh gitu ya bang”. Saya jg sampaikan ke beliau kalau sebenernya ini terkait taraf ekonomi dan gagal panen dibeberapa daerah. Dan dia ngangguk2 saja sembari mendengarkan takjim. Menjaga kontak mata ke saya.

Ada sekitar 15menitan saya bicara ndak putus dan ndak disela sama beliau sama sekali.

Belum sempat beliau bicara, entah kenapa tiba2 saya kok terlintas solusinya, jadi dapet jawabannya. Ada beberapa program yg terlintas utk dieksekusi. Jadi tiba2 juga saya bilang..

“Oh, okeh bg una, aku udah kefikir solusinya. Thanks yah bang. Aku balek sebelum lupa detailnya..”

Saat itu saya lihat bg una tersenyum sembari bilang.. “Engg nganu bg Abie, saya belum bicara apa-apa lho..” TAPI ndak papa, kok malah saya fikir solusinya sudah ada? Hehe.. Ndak peduli saya gegas balik keruangan.

Beberapa saat setelah program saya email ke all team Bengkulu. Saya baru inget. Lah, tadi saya ngapain yah? Ketempat bg una, teros bicara ndak berhenti dan juga ndak berusaha diinterupt sama bg una. Then voila I got he answers by myself..

Entah phenomena apa ini.. 😭😂


Setelah tak sadari, saya yg ndak sabaran ini, memang kadang butuh didengerkan saja. Gitu kali yah. Nah, kalau saya failed mendengar, utk bg una ndak pernah gagal.

Thanks abang. Giving me an ear to listen and a heart to understand. Saya yg lebih muda dan lebih ganteng dari abangda, jadi faham pentingnya “mendengarkan”. Thanks abang.. ^_^

Muda & Ganteng saja sebenernya ndak cukup. Semoga bisa lebih mendengar!

Duhai jiwa-jiwa peka dan bijaksana, doakan saya dan orang-orang yg belum mampu mendengar agar bisa mendengar.. Selamat pagi eperibadi!

🙏😄

– – with Oka, Aris, Rofik, Tomi, Dona, Ardee, Dimas [iNyong], Bambang, Arie, wahyudanto , Erik, Moehammad, Rebecca, Bagus, Deddy, ridho, Bayu Syahrial, Doan, nadif, Syahruna, and Gioliano at Bengkulu

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s