Month: October 2015

Kalanick, Purdi, & Pain Point

Kalimat yang menarik dari tuan TRAVICK KALANICK, CEO nya Uber. Berkaitan dengan “pain point” atau “titik sakit”. Nyang bisa saya fahami tentang ini adalah 3 hal berikut guys..

1# Selalu PAIN POINT Adalah Jawaban!

Ndak gampang jadi enter/technopreneur nowadays. Itu yg saya fahami. Dan menurut tuan Kalanick “paint point” adalah jawabannya. Simple, saya setuju.

Bagaimana dengan jeli organisasi atau perusahaan menemukan “pain point” dan redefine kata “market” menjadi “new market”. Iyah ndak gampang kan yah.. πŸ˜‰

2# Customers PAIN POINT Motivates People

Ndak gitu faham sih secara keseluruhan, tapi secara psikologinya bilang kayak gini..

“Nothing MOTIVATES a person to purchase, unless you do know the PAIN POINT”.

Yaps, even that might sounds harsh, tapi pain point ini justru menguntungkan utk organisasi kita. Fahamnya pelanggan sakitnya dimana, then kalau berhasil buat produk/solution for that sake of pain point tadi pasti laku.. ^_^

3# Antara Tuan Kalanick, Pak Purdi, & PAIN POINT

Mata kuliah management & organization itu rujukannya banyak. Dan bukunya tuan Drucker yg kiblatnya para pelaku bisnis adalah yg sering dipakai. (Iyah drucker jg panutannya eric schmidth, CEO Google).

Sederhananya drucker bilang kayak gini..

“Needs & Solutions wajib fit. Dimana ada kebutuhan, disitulah peluang anda untuk deliver solusi.” Dan kata “kebutuhan” bisa dibaca sebagai “pain point”.

Terus untuk gampangnya gini, dulu banget selesai kuliah gegayaannya mau jadi pengusaha. Lalu gabung di Enterpreneur University (EU). Iyah Pak Purdi E Chandra. Yang mana beliau bilang kayak gini..

“Kalau Anda semua pindah disuatu kota yg baru. Terus ngedumel kesal karena ndak ada satupun orang dikota tersebut yg jualan pecel lele.. Then, disitulah kesempatan kawan-kawan untuk mulai mikir buka usaha pecel lele”

Simple kan yah. Ngedumel is one of the pain point things. Kalau kita saja kesal karena ndak ada yg jualan “pecel lele”, pasti banyak jg yg berasa sama. As suggest by pak Purdi, kenapa ndak kita aja yg buka usaha pecel lele kan yah?

To make long story short..

Tuan Kalanick tentu beda battle field nya dengan Pak Purdi, but somehow they are talking about the same things..

Yups, PAIN POINT.

Saya ndak begitu faham perkembang pain point secara keseluruhan. Ini teringet quote tuan kalanick waktu baca business case kenapa coca cola merubah strategy marketing approach nya di china.

Haha, kalau salah atau jadi kesannya sok tau mohon dimaafkan. Ini berbagi, mana tau dibutuhkan..

Nite everyone.. πŸ˜πŸ™

– – with wahyudanto ο£Ώ and Wirahadi

View on Path

Advertisements

Kartun – Setahun Pemerintahan Jokowi

Gambar diambil tanpa izin dari Rubrik Kartun Majalah Tempo, 26Okt2015 – 1Nov2015, Liputan Khusus Setahun Pemerintahan Joko Widodo.

Gaes oh gaes.. πŸ˜…

Berat memang menjadi fans-nya jokowi dan pak jeka hari ini. Setahun sudah berlalu. Ndak berasa, kayak baru kemarin.

Kami, eh nganu, saya dan kang jalu percaya sama bapak presiden. Semangat yah bapak berdua, abaikan kang cumi sama kang hendy..

✌️😍

Supaya imbang perspektifnya coba tagging orang-orang yg tersebut.. ^_^

– – with Kang Jalu, Hendy , and Heriawan at GraPARI Telkomsel

View on Path

Apple, Tesla, dan Elon Musk

(Pictures taken from Apple Magazines #208, 23 Oct 2015, page 40-41)

Guys..

Actually, it is become the most sexiest topic in quora’s forum last week.

https://www.quora.com/What-do-Apple-employees-think-of-Elon-Musks-recent-statement-that-Apple-is-the-Tesla-graveyard-and-If-you-don’t-make-it-at-Tesla-you-go-work-at-Apple

Pernyataan Elon Musk, menurut saya dipenuhi emosi. Tapi wajar sih. Soalnya sudah banyak engineer mereka dibajak Cupertino. Lah, tuan Musk harus pasrah, sampai hari ini employee Apple yg bayarannya besar. They moved karena sadar sepenuh hati.. ^_^

“Semua yg pindah ke Apple itu ndak lulus di Tesla. Dan mereka itu semua saya pe


cat, bukan karena mengundurkan diri. Dan Apple adalah KUBURAN dari Tesla”

Kalau menurut saya pribadi..

Kalimat Elon Musk ndak dewasa dan rather childish. Benar, he’s founded something remarkable in this planet but should be aware with what you stated in media. Nowadays media.

Tuan musk fikirannya sama kayak Larry Page, moonshot. Bukan 10% growth but 10 times growth. Iyah, eksponensial tujuannya. Mungkin? Entahlah kebayang diminta tumbuh 10% aja udah grogi apalagi tumbuh 10 kali lipat tiap taonnya wkwkwk..

And the last issue of Apple Magazine #208, talent for hunt, ngebahas gimana innovasi Apple utk menghadapi gempuran kompetitornya? Yah Tesla Yah Google tapi tidak Yahoo! Oh bunda Marissa Meyer kamu disepelekan bundh.. πŸ˜‰

Hari ini, the most sexiest things in this universe adalah TESLA’S CAR, ndak dipungkiri. Yg ndak tau mobil Tesla pasti tinggal di Mars.

Compared to Apple yg masih wacana saja, sementara Tesla sudah nesting dan udah komersil. How about Google? Iyah, konon khabarnya Google malah duluan dari Tesla, tapi mereka kalah momentum.. ^_^

Itulah kenapa selalu “momentum” yang jadi utama. Kenapa itu yg selalu diulang-ulang sampek bosen di Branch Juara ini. Kenapa matter, karena semua punya waktu yg sama. Yg membedakannya adalah “momentum”.

Gitu kayaknya guys, mohon maaf kalau keliru penafsiran.. ✌😍

*tagging all team bengkulu..

– – with Tomi, Bagus, Gioliano, Mei , Damitri, Dona, MUKHLIS, Bayu Syahrial, Deddy, Oka, Indah, Ardee, Dimas [iNyong], Fanny, Moehammad, Ernysril, Arie, wahyudanto ο£Ώ, Kar, Cisentiya, ridho, Aris, Rofik, Wirahadi, Doan, Bambang, Erik, Wynda, Rebecca, and Syahruna at Bengkulu

View on Path

Dear Diet

Again and again..

Dear diet..

Mohon maaf utk berkhianat. Inih tolong salahkan saja keadaannya. Ibaratnya kalimat “arang habis, besi binasa”. Ini padanan kata utk gurindam nya..

“Kentang goreng habis, dan PIJAHAT juga binasa..”

Oh dem..
*menyesal tiada tara, tiada guna.. πŸ˜…

– – with Fanny at Bengkulu

View on Path

Don Vito Corleone Quotes About Family

Guys..
This quotes is awesome.. 😍

“A man who does not spend time with his family can never be a REAL MAN”.

~ Don Vito Corleone, The God Father.

Yah, seperti itulah kata tuan Corleone. Keluarga mafia sicilia yg netap di New York City. Keluarga Don yang mewajibkan semua petingginya makan malem kudu bareng keluarga. Once a week minimally.. ^_^

Ah, saya bukan keluarga Don, dan ndak sesibuk keluarga Vito Corleone, tapi seminimalnya sama prinsipnya utk keluarga. Ndak menghabiskan waktu sama keluarga, berarti BUKAN PRIA SEJATI.

Dan iyah, BASI. Beneran Basa juga Basi in the name of kena tenggat kerja sampai liburpun ndak sempat. Makan bareng jg ndak bisa. Karena oh dem, sebenernya “kerjaan pria sejati” adalah membahagiakan istri dan anak, BUKAN hanya digit nambah direkening.

Selamat malem minggu semua para pria sejati yang sedang makan malem and spending your time with your family.. Salam hormat saya diberi..!!!

*membungkuk penuh hormat.. πŸ™

– – with Fanny at Bengkulu

View on Path

Buku – Value Proposition Design

(Pictures taken from Slide 6 Projection Branch Bengkulu 2016, Abdi J. putra)

Gaes oh gaes, it’s gonna be loong.. ✌️😁

Satu hal yg sering digadang-gadang dan menjadi trending utk dikonsider salesman panci kayak saya dan team adalah “Proporsi Nilai” atau bahasa kami di Bengkulu “Value Proposition”. Halah.

Dimana value proposition ini adalah jawaban untuk kompleksitas masalah customer sehingga product atau proses yg dicoba deliver tingkat keterpilihan dipelanggan lebih tinggi. Simple in three words: biar cepat laku! πŸ˜‰

Istilah mengedepankan nilai (value) ini sering banget saya denger, tapi yah itu selalu gagal faham dalam praktiknya. Makanya ini saya masukkan sebagai “Projection Branch Bengkulu” supaya bisa jadi differentiate sekaligus solusi-lah.

Karena saya ndak gitu faham, maka sengaja ini disharing ke all team supaya kalau tetap gagal faham yah ndak gagal sendirian. Eh maksudnya supaya cepat memahaminya kita coba “keroyok” hihi.. ^_^

Benar, faham saja ndak cukup. Next step kita bisa praktikkan (execute). Aaamiinn.. πŸ™πŸ˜


And for the references, menurut saya “Alex Osterwalder” yg nulis buku “Value Proposition Design” adalah yg terbaik. Hehe, suka soalnya visualisasinya kekinian.

Dan sebelum bahasan canvas untuk “profiling customers”, “value map”, dan “fit”. (Iyah tiga hal yg mumet banget memahaminya itu lho) Ada disebutkan sama tuan Osterwalder pentingnya buku ini.

Yah, anchor untuk strong point pengenalan value proposition ini dan terapannya untuk apa. Disimpulkan dalalm 3 hal saja sama beliau, yaitu:

1# Mengenali Pola Untuk Menciptakan Nilai (Value Creation)

Pusing dengan istilah “value creation” yah? Hehe jangan khawatir. Sama sih. Saya juga sama bingungnya kok.. #lho πŸ˜…
Singkatnya gini. Mengenali pola kebutuhan konsumen secara simple ndak sesimple makan mpek-mpek kapal selam palembang memang. Dan dgn mendesign value proposition, value creation jadi lebih gampang diciptakan.. ^_^

2# Menaikkan Skill & Experience Team

Dengan value proposition ini, semua team akan berbahasa sama. Satu fikiran dalam mencari solusi. Atmosfir yg menyenangkan dan mentrigger energi team adalah goal-nya.

Kenapa wajib fun? Ghalibnya supaya focus to product, services, deliveries, and what kind of features yg nantinya dibuat. Yah, singkatnya: menyelaraskan team!

3# Menghindarkan Ide-Ide (Basa) Basi

Ini suka banget saya. Soalnya sering kali saya kejebak sama gagasan yg semu. Seolah-olah benar tapi ternyata useless and wasting time.

Nah value proposition design ini yg akan membantu mempertajem pembuatan ide kreatif nan luar biasa utk digunakan sebagai solusi.

Btw, guys. Nyang mau beli bukunya, silahkan main ke Wiley.ComΒ aja. Etapi saya sarankan beli di Amazon aja. Cheaper $3 guys.. ^_^

http://www.amazon.com/Value-Proposition-Design-Customers-Strategyzer/dp/1118968050

Phiuh, berat banget bahasan malem ini yah. Next “Kopi Isi” kita akan sama-sama bahas ini guys.. TAPI ndak janji jg aku faham njelaskan. Sampai malem ini still confused.. ✌️😭

Semangat pagi wahai para salesman panci yang niat banget mengedepankan nilai, untuk bisa menjual lebih.. ^_^

*tagging all sales team bengkulu*

– – with Gioliano, Mei , Damitri, MUKHLIS, Deddy, Oka, Indah, Ardee, Dimas [iNyong], Ernysril, Arie, wahyudanto ο£Ώ, Kar, Cisentiya, ridho, Aris, Rofik, Wirahadi, Bambang, Wynda, Rebecca, and andrea at Suki & Dimsum Bukit Golf

View on Path

Ahmed Mohamed & Jam nya Mandah ke Qatar

Ehm well..

Jadi gini tuan President Obama,

Mohon dimaafkan kami sekeluarga. Jika rakyat Amerika yg terhormat tidak bisa terima “talent” dan bersikap “rasis”, Qatar Foundation for young investors kayaknya lebih suitable utk Ahmed.

http://m.huffpost.com/us/entry/5626a2f0e4b02f6a900e54c2

Less than 24 hours after Ahmed Mohamed met President Obama, his family decided it’s time to leave America for good.

Well Ahmed, jadi med (ini kayak nama kawan saya, panggilan cemed) semoga berhasil dan ndak dendam yah.. ^_^

. – with Seno at Kota Palembang

View on Path