Review Film The Book Thief

Saya suka dgn barisan kata yang diucap filsuf yunani, murid kesayangan Plato ini. Iyah, Aristoteles.

Pemikir yang mengajari Alexander yg Agung seni berperang hingga jadi digdaya dan ndak terkalahkan. Berikut kalimatnya.

“MEMORY, IS THE SCRIBE OF THE SOUL”
~ Aristoteles.

Sederhana tapi dalem. Dan setiap diksi yg dipakai mengandung pemaknaan lebih dari satu. Sungguh.

Late at nite, I watched this, a film adapted from great book Markus Zusak.

https://en.m.wikipedia.org/wiki/The_Book_Thief_(film)

#JermanPerangDuniaDua

Mengambil setting Jerman pada saat Perang Dunia II, dimana “Malam Kaca Pecah” atau “Kristallnacht” terjadi. Pembantaian ras yahudi oleh genus super, JERMAN.

Iya, bangsa superior seperti dogma yg selalu digaungkan oleh Adolf Hittler dan NAZI. Dan tentunya The Party is Over, pestanya bubar.

Adalah “Liesel Meminger”, gadis kecil 9 tahun yang menginspirasi. Belajar dgn cepat membaca juga menulis dibasement. Tempat dimana Liesel menulisi dinding untuk apa yg dibilang Aristoteles diatas, “memorize”.

Mengingat dan memahami kata, supaya bisa menjadi scribe of the soul.

#SangPencuriBuku

Sang pencuri buku (book thief), yang punya keberanian mengambil buku ketika api unggun yang terbuat dari ribuan buku yg sengaja dibakar NAZI mereda. Berani, dengan segala konsekuensi.

Diberi kesempatan untuk membaca ratusan buku dirumah istri walikota adalah proses yg memperkaya “memory”. Liesel berusaha tidak hanya membaca, tapi juga memaknai setiap buku yang dibacanya.

Liesel, yang bersahabat dengan Max, seorang yahudi yg diselamatkan keluarga angkatnya yg tinggal dibasement. Max juga yg mengajari Liesel untuk mendeskriptifkan keadaan dengan kata-katanya sendiri. Me-recall dan menyusun kalimat dari semua yg pernah dibacanya.

Dewi kata-kata yang penuh keajaiban! 😉

#HappyEnding

In short, pada suatu malem terjadi pengeboman dikota tempat Liesel tinggal. Beruntung dia dibasement. Akan tetapi, ayah dan ibunya, dan juga rudy sahabat sehari-harinya terbaring kaku, mati.

Endingnya, Max yg sebelumnya dikisahkan pergi meninggalkan basement karena khawatir membahayakan utk keluarga Liesel, muncul dihadapannya. Mereka saling berpeluk erat and the camera flow to the epilog. Kalimat penutup yg menurut saya ndak kalah bagus dgn kalimat Aristoteles diatas.

“Satu hal yang ingin aku katakan, I AM HAUNTED BY HUMAN.”

Demikian guys. Walau tomat busuk (RottenTomatoes) tidak memberikan nilai bagus, but for me, iyah untuk saya film ini layak untuk direkomendasikan.

https://en.m.wikipedia.org/wiki/The_Book_Thief

Sama layaknya dgn “Finding Foresters” yg dirasa banyak orang ndak bagus, but for me teramat bagus malah. Iyah, Sean Connery berhasil membius saya. Sama kaya film “The Thief Book” ini. Banyak pelajaran yg bisa diambil.

Semoga bisa. Aamiinn.. 🙏😊

. – at Maxone Hotel

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s