Prof Hiro Tugiman

Guys..

This post tributes to Hiro Tugiman, A Professor, and A teacher for everyone.. ^_^

Selain Kihajar Dewantara dan Anis Bawesdan, ada satu lagi tokoh pendidikan yang saya kagumi. Iyah, itu sesuai gambar PROF HIRO TUGIMAN. Dosen saya saat ini di Telkom University.

Kemarin IDTalent Bootcamp 2015 “Profesional Competency Development 2015”, beliau jg berbagi tentang 2 hal ini. And he inspiring me much. Beliau tuliskan dalam 2 buku catetan.

1. Rama-rama yg berputar disekitar lampu hingga mati, lebih terhormat. Daripada tikus yg hidup dalam terowongam gelap.

2. Tanam pohon sekarang, dirawat, buahnya 20 tahun mendatang.

Yah, jarang sekali saya berkaca-kaca membaca memorabilia seseorang yg masih hidup, yg ngajarin “Financial Accounting, Weygandt” versi IFRS Edition secara berapi-api.

Iyah semangat even saya mahasiswanya nguap-nguap lebar tiada terkendali. Oh my.. Saya ndak mampu mencerna kenapa laba mesti ditahan dan kenapa pula journal & ledger jadi proses perekaman. Ah entahlah.

Back to Prof Hiro, ada kalimat yg saya suka banget, ketika beliau menceritkan kisah hidupnya:

“Anake wong buta huruf, dodolan tempe, omahe mung koyo ngono wae, kok sekolah nyang Gajah Made” (anaknya orang buta huruf, jualan tempe, rumahnya mau ambruk seperti itu kok kuliah di Gajah Mada)

~ Someone, Hiro’s Neighbour, 1961

Dan kemudian setelah 1996 jadi guru besar madya, menyelesaikan Doktor Pintas Program. Nyang mana dari S1 harusnya S2 dulu baru Doktor tapi tidak pak Hiro. (Langsung dianugerahi dan disetujui jadi kandidat doktor).

In short, 2000 gelar doktor didapat. Dan puncaknya 2004 menjadi PROFESSOR dan guru besar.

Kemudian 2005, beliau membangun rumah yg mau ambruk tadi dibuat beton dan bertingkat. Dan kalimat “bales dendam” yg dituliskan didepan rumah megah itu sungguh jumawa menurut saya..

“Gubuk agung Prof. Dr. Hiro Tugiman, Ak, QIA. Putra bungsu mbah Somodirjo Tempe”

~ Hiro Tugiman, Penjual Tempe, A Professor

Dan sebagai Katolik yg taat beragama, mbah Somodirjo bapaknya pak Hiro sungguh tenggang rasa dgn sesama. Mewakafkan tanah beserta bangunan masjid diatasnya adalah buktinya. Karena didesa mereka belum ada masjid.

Oh dem, as I told you, kenapa saya kagum sama Prof Hiro Tugiman yg menolak ditawarin pak Bayu Narbito utk jadi Dir SDM Telkom, bukan hanya karena ilmunya tinggi. AKAN TETAPI, karena bisa mengubah energi negatif hujatan anak tukang jualan tempe jadi bales dendam yg manis dan ndak percaya nasibnya serendah itu.

Ndak percaya kalau ditakdirkan menjual tempe saja tapi bisa “minimalnya jadi raja akuntasi”, dan jadi orang pertama yg membuat “Financial Report” PN Perumtel (TELKOM) pada saat itu yg sama sekali ndak punya laporan keuangan.

Oh Professor Hiro, eventhough saya gelagapan dan ketinggalan terus catching apa yg Prof bilang “Akuntansi itu penting utk semua lini dan sirkumstansi”, ndak memudarkan kekaguman saya sama Prof Hiro. Saya salut prof.

*untuk prof hiro, hormat diberi.. ๐Ÿ™

– – with Oka, Sarman, Wisnu, Rebecca, nadif, Bonie๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™‰๐Ÿ™Š, and Gioliano at Bengkulu

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s