Month: December 2015

Selalu Salah Abang Dimata Adek

Ini tentang suami & istri. Untuk kamuh para suami yg sabar, dan untuk kamuh juga istri yg selalu sayang sama kami para suami. Copas dari temen saya Joko digrup WA Telkom University.

Oiyah. Khusus untuk suami, sudahlah, ini selalu semuanya SALAH kita. Nikmati saja..
*sembari minum baygon rasa vanilla 😭

1# Memasak

Istri : Mau dimasakin apa nanti malam?
Suami: Terserah..
Istri : Jangan bilang terserah donk, bikin bingung yang mau masak aja..
Suami: ya udah.. opor ayam
Istri : Tapi ayam lagi mahal..
Suami: Oreg tempe kalau gitu
Istri : Tempe di Mang Soleh ngga enak. Kedelainya hancur
Suami: Atau sambel sama telor juga aku udah seneng
Istri : Cabe harganya gila-gilaan
Suami: ya udah beli aja di warung padang, praktis
Istri : *sensitif*
Kamu tuh ngga bisa menghargai aku. Aku pingin masakin buat suami, malah disuruh beli. Bilang aja masakanku ngga enak. Iya kan?
Suami: ‪#‎putusasa‬
‪#‎gigitwajan‬

—–

2# Memasak part deux (bag. 2)

Istri : Ayam ungkep enaknya pake sambel nih pah, mau disambelin apa?
Suami: *belajar dari pangalaman. Pantang bilang terserah*
Sambel tomat aja..
Istri : Tomatnya ijo-ijo nih..asem..
Suami: Sambel terasi deh kalo gitu
Istri : Yaa…terasinya habis pah
Suami: Udah sambel mentah aja..
Istri : Ih papah..bikin sakit perut tauk..sambel teri aja ya? enak
Suami: Kan aku alergi teri mah..yang lain deh
Istri : Papah nih susah banget sih, mau dibikinin sambel aja protes mulu..
Suami: ??????
‪#‎nelenterihiduphidup‬

—–

3# Liburan

Istri : Pah, libur panjang nih..enaknya kemana ya?
Suami: *tetap pada prinsip anti bilang terserah*
Ke pantai aja yuk mah
Istri : jangan ah..banyak ubur-ubur
Suami: Atau kita nyewa villa di puncak?
Istri : Musim ujan..jalanan licin
Suami: ke kebun binatang?
Istri : Capek muterinnya… panas
Suami: *sambil elus rambut istri* gimana kalau di rumah aja..nyobain resep baru mamah?
Istri : Tuh kan..kalau diajak liburan pasti ujungnya di rumah aja..ngga modal banget sih pah nyeneng-nyenengin istri?
Suami: ‪#‎ngunyahbukuresep‬

—–

4# Pasangan

Istri : Pah, itu pasangan njomplang banget deh
Suami: Mana? *antusias*
Istri : Itu.. yang lagi belanja baju..istrinya cantik menjulang kaya model, suaminya kok bantet gitu ya pah.. Kalau menurut papah, suaminya beruntung ngga?
Suami: ya jelas donk..
Istri : *drama dimulai*
Papa sepertinya ga beruntung ya punya istri aku..udah ngga tinggi, ngga putih, ngga cantik..iya kan?
Suami: ya engga donk sayang..papa beruntung banget punya istri kamu..
Istri : Kalau beruntung, lalu kenapa papa ngeliatin wanita itu mulu?
Suami: loh katanya suruh ngeliat?
‪#‎diare‬takberkesudahan

—–

5# Pasangan part deux (bag. 2)

Istri : Ish, pasangan itu engga banget deh
Suami: *trauma*
Istri : Papaaah.. kok melengos sih..lihat donk..itu lhoo suaminya ganteng imut kaya sahrul gunawan, istrinya kok tua bener ya pah?
Suami: *nengok sekilas*
Hmm…
Istri : papah kok nggak komentar sih? Pasti papah ngerasa senasib kan sama bapak-bapak itu? Iya kan? Papah ganteng, imut, awet muda, sedangkan mamah cepet tua. Iya kan? Udah deh ngaku aja..
Suami: ‪#‎stroke‬

—–

Ps:

1. untuk suami yang kebetulan punya kisah yang mirip dengan ilustrasi ini, pesan saya Cuma satu pak: Jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu.

2. Daripada berdebat yg mana ujung2nya ndak mungkin menang, saya sarankan mending mulai sekarang belajar gali sumur pakai sendok makan.

Selamat sore nan menyejukkan kisanak.. ✌️😅

– – with wahyudanto  and Arie at Palembang Icon

View on Path

Advertisements

Transputer Berbagi Dengan Anak Yatim

Guys..

Hari ini, saya, wahyu, oka, wira, dan team Muara Enim berbagi dengan anak yatim. Sesuai remind dari atasan saya juga remind dari atasannya atasan saya. Mengingetkan kalau “sharing is caring”.

Iyah, kayak RIYA gitu yah saya, TAPI ndak guys.. Ini mau pamer sebenernya kalau bodi saya ndak semekar dulu.. ^_^

Wkwkwkwk.. Padahal sama aja.. 😍😘

– – with Oka, wahyudanto , and Wirahadi at Muara Enim

View on Path

Youth Marketing Today

Iyah guys..

Saya setuju banget. Berkaitan dgn what we have to do in term of “youth marketing nowadays is ATTENTION”.

Kalau menurut survey nya, apa yang dilakukan semua organisasi tendensinya seperti apa yg tuan Godin koinkan: “Buying Attention”. Or in Bengkulu’s language “Membeli Perhatian” 😉

Kalimat “membeli perhatian” ini silahkan diartikan sebagai memasang iklan, placement at any media online ataupun offline, doing engagement program, dan berusaha mingle-nya organisasi ke anak muda.

“Baur” adalah kata untuk mendecrypt, iyah decode apa yg terenkripsi. Ndak gampang dan mahal sudah pasti ngurusin youth or millenials ini. Dan bencinya lagi kadang ndak pas pula perlakuannya.. ^_^

And as Prof Hiro bilang, it can’t be read as cost. Ghalibnya sebagai investasi dalam pada an kata “rejuvenate” ataupun “re-activating brand”. Iyah, ndak sesederhana itu tapi jg bukan utk dihindari, dan juga bukan berpuas diri.

Adalah benar, kalau salah langkah sulit sekali kembali. Unless, iyah kecuali jika modalnya buanyak. Uangnya ndak berseri. TAPI lemme ask you, is that okay diem aja and do nothing? Ndak kan yah. Execution is the key. Doing something based on trendnya.

Ituh kenapa saya bilang ke team di Bengkulu that NGURUSIN YOUTH ITU, WE ARE BUYING THE FUTURE. Rejuvenate, yg mana walau ndak gampang dan sometimes mahal tapi wajib dilakukan, tentunya dgn hati-hati. Prinsipnya investing. Dan yg namanya investasi ndak dinikmati sekarang tapi lusa nanti.

Artinya, sama-sama hanya bisa membaca trends, kalau “YOUTH” ini penting. Kalau millenials adalah kuncinya. Itu kenapa shoud be approached. And this one from forbes:

http://www.forbes.com/sites/ianaltman/2015/10/06/how-to-sell-your-ideas-to-millennials/

Setuju. Sangat mungkin para pemikir gartner dan mckinsey do wrong, and apa yg mereka nujumkan ndak benar, leads to nothing ngurusi anak muda (youth). Tapi hidung siapa? Who nose? Sapa yg tau hehe.. ^_^

Benar banget. Semua organisasi berusaha membeli masa depan. Yes, we are buying the future. Kita sedang “membeli masa depan” dan ituh kenapa “membeli perhatian” suka ndak suka wajib dilakukan.

Demikian kawan-kawan, YOUth is depend on YOU guys. Selamat pagi yg menakjubkan all millenials seantero negeri.. ✌️😍

— – at Bengkulu

View on Path

Today You Have To Run Faster

Katanya bapak Philip Kotler:

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Philip_Kotler

Bahkan, untuk “berada” ditempat yg sama saja, kita kudu lari lebih cepat. Apalagi untuk tempat yg lebih “tinggi”, atau tempat yg lebih “jauh”, atau tempat yg “lebih baik”, atau apalah..

Saya percaya sama Pak Kotler, yg belakangan buku, pemikiran, gagasan, prosiding, dan jurnalnya buat mumet kepala aja.. 😂

Semangat pagi duhai jiwa-jiwa yg sedang “berlari” jauh lebih cepat untuk menuju tempat-tempat yg diinginkan.. 🙏😍

(Image credit: Dwi Sakti, a runner, biker, triatloners, juga tukang jaringan)

– – with dwisak at Telkom Corporate University

View on Path

3 Hal Penting Dalam Karir – Andi Kristianto

Dari 36 halaman slide “Sailing Through Your Career Path” yang dibawakan blogger also pendakwah digital, pak Andi Kristianto di YotAcademy, ada beberapa halaman yg saya tekankan dan ulangi beberapa kali.. ^_^

Soalnya 3 halaman ini yg paling penting untuk saya dan team disini diskusikan:

1# It is important: STAY HUMBLE!

Setelah faham bagaimana bedanya “meeting expectation disekolah” dan “exceeding expectation didunia pekerjaan”. How to exceeding expectation dan tipsnya.

Ada slide transisi, you can see up there, dengan tulisan “BUT BEWARE, STAY HUMBLE”. Saya ndak faham sih artinya “humble”, kalau “sambel” sih saya ngeh hihi.. 😅

Seriously, as I told to all sales team here. Saya, iyah yg ‘ndablek ini langsung merasa diingetkan. Harusnya ini bak ilmu padi, semakin berisi semakin menunduk bukan sebaliknya. Dan ini failednya saya, ndak mau all team do same mistakes yg pernah tak buat, makanya diremind.

Iyah, ilmu cetek tapi berbacot kayak yg paling tahu saja. Knowledge rendah tapi berbual seakan faham segalanya. Ah, please you guys yg ditagging disini. Inget guys, wajib “HUMBLE” bukan “SAMBEL”, apalagi kalau pilek kayak gini, humbel-nya turun naik.. ✌️😂

2# SHARING is the best way of LEARNING

Ini senada sama yg pak Handry Santriago bilang, iya the inspiring one. Dibukunya #SHARING beliau bilang “the fastest way to learn adalah berbagi”. Suatu pengalaman yg ndak kelihatan yg diibaratkan beliau sebagai “tacit knowledge”.

Iyah, tacit knoledge based on experiences dari yg pernah melakukan. Seperti yg ditutur temen saya, KANG ACUY, Mgr Channel yg tiap pulang bawa hadiah utk anaknya yg dichallenge untuk membaca 1book-1week?

Bagaimana anaknya jadi nagih “membaca” sampai Level-9 (means that 9 books finished dilahap). Kita berbagi sekaligu belajar proses utk creating the habbit. Korbannya, eh anu maksudnya projectnya ya Anak Kang Acuy.. 😉

Ah, can’t denied. Saya setuju dengan Pak Andi Kristianto & Pak Handry Santriago, kalau “berbagi” itu penting. Dan khususon ini ditulis dgn niat berbagi juga.. ^_^

3# Mikir Selalu Positif & Sebarkan

Kalau ini, since the first post from Pak Andi diblognya selalu dikasih tagar #BePositive yg mana ini selalu jadi reminder kami & team disini.

Jadi inget awal 2014 taon lalu, sebuah email masuk. Ndak kenal saya. Pak Jopi, kalau ndak salah dari mitra-AD MMS manado (iyah jauh amir), japri kirim email nanya “Bisa ndak disharing tentang FIBONACCI PROJECT & How to ORGANIZE MitraAD”.

Aha, bingung juga bangga. Ada jg yg baca pengalaman ndak penting tentang distributorship diblog saya. Kayaknya beliau Googling di Yahoo! Dan saya sudah jelaskan, slide indah yg disusun based on Duarte’s speech akan “percuma” saja.

Iyah percuma. Soalnya yg paling penting adalah “Kolaborasi antara Sales, Network, & Mitra AD”. Dan bukan basa basi juga. Seakan ber-collaborate but empty. Iyah kosong karena itu tadi, tagar #BePositive nya ndak ada. Saling mandang negatif. Palsu.

Simplenya gini. We do in simple things in Fibonacci but esensinya bukan hanya visit site bersamaan sales, network, & mitraAD and find out the problems. Much more than that. Intinya saling #BePositive masing2. Menanggalkan ego, candor, otentik ndak pura-pura. Dan berkolaborasi, dan menyatu, dan padu.

Bener. #BePositive ndak gampang guys, wong saya jg sering banget failed kok (lho malah bangga). Sengaja #BePositive dideclare lantang didepan all team supaya “diingetkan”. Kalau saya itu jgn hanya bisa BERTEORI SAJA tapi implementnya melempem. Terapannya masih mandang orang/things Negative.. 😉

Be candor guys, ini yg disharing Pak Andi Kristianto ohsemm (awesome). Penting utk difahami. Ada jg dibahas “Hooray Spot” kenali tandanya and you won’t feel like work again. Terus apa itu enterpreneur. And much more.

Nah, nyang mau slide presentasinya just drop me a message, ntar tak share. Pak Andi sekali lagi izin sharing ke kawan-kawan.. ✌️😁

Seperti Dalai Lama bilang, dipreambule buku #Sharing pak Handry, share your knowledge to achieve immortality.

Semangat pagi dan selamat berbagi semuanya! Izinkan tag berjamaah.. 🙏🙏

– – with Kang , very_kisel, DENNY ATJEH, Tomi, Bagus, Andi, Riza, Rizal, Gioliano, Mei , Damitri, Dona, Adink, Hendy , MUKHLIS, Bayu Syahrial, Deddy, Karyadi, Sigit, Toso, Oka, Indah, Ardee, Dimas [iNyong], Acuy, Ernysril, Arie, wahyudanto , Erik, Moehammad, Rebecca, Rama, ridho, Cisentiya, Aris, Rofik, Gus, Wirahadi, Doan, Bambang, Wynda, Cynthia, Babab Dito, Syahruna, and Fitri at Bengkulu

View on Path

2 Hal Menarik Dari Google (Intermezzo Tempo)

Guys ih guys..

Ada 2 (dua) hal yang menarik dari artikel Intermezzo Majalah Tempo minggu ini. Iyah selain sallary para Googler tentunya.

1# Jumlah Pegawai Google

Berapa sih jumlah pegawai Google (Googler) yang ada di Mountai View sekarang ini?

Jawabannya matematis banget: Jumlah pegawai google itu mengikuti jumlah hitungan bulat 200 pertama. Iyah, dijumlahkan angka “1+2+3+4+5+6+…+200” yg kalau ditotal semua ada 20.100 pegawai.

Kalau untuk worldwide, majalah Tempo ndak jelaskan. Kalau menurut Statista ada 53.600 fulltime employees.. ^_^

http://www.statista.com/statistics/273744/number-of-full-time-google-employees/

2# Waktu Kerja di Googleplex

Pentingnya waktu kerja yg seimbang antara rutinitas dan pengembangan diri. Google memutuskan untuk 80:20, yg mana artinya 80% kerja rutinitas biasa dan 20% wajib dihabiskan untuk pengembangan diri. Terserah apa saja related to technology. Kinda “me-time” related to work.

Misalnya saja, porsi 20% tadi mau digunakan utk proyek pribadi silahkan saja. Dan memang diakui dari “20% kebebasan” ini malah seringkali jadi produk hitz nya Google. Ada yg mainin game dan lagi mikir improvement kalau dibawa on-the-fly diperamban.

Ah aneh sekali.. Gimana ngaturnya saya ndak faham juga.. ^_^

Iyah, selain tech-related, ada juga sih yang porsi 20% itu utk berbuat kemanusiaan, nanemi pohon atau sekedar nanem bahan pangan, seharian nyiangin dan nyabutin rumput liar, utk petani di San Jose sana.

Singkatnya, bangga juga banyak Googler di Mountain View yg berasal dari Indonesia.. 😉

Yah begitulah guys, kemarin baru baca utk kedua kalimya “HowGoogleWorks” punya tuan Eric Schmidt & Jonathan Rosenberg. Dan masih nunggu lagi ini tulisan VP nya Google, Laszlo Bock, judulnya “WorkRules”, yg katanya mampu “TRANSFORM how you live & lead”.

Iyah, so little time too many books. Jadinya “too books to be true..” 😂

Semangat pagi semuanyah.. 🙏😍

#HowGoogleWorks
#WorkRules

– – with Aris, Ardee, Bambang, wahyudanto , Deddy, ridho, and Riza at Telkomsel Grapari Bengkulu

View on Path