Pentingnya Berkomunikasi – How Google Works

Saya selalu inget sama yg dituliskan dislide teaser untuk buku “How Google Works” tentang “berkomunikasi”. Nyang belum beli bukunya, this books worthed every single penny you’ve spent.

Iyah, kalau ndak mampu beli, teluk-bajak-laut (torrent) dgn keyword yg pas menyediakan epub or pdf nya hihi.. 😉

Oh okeh, lanjut.


“COMMUNICATION is as important as decision making, and like decision-making it is something that MOST LEADERS think they are good at. THEY ARE MOSTLY WRONG.”

~ Eric Schmidth, A CEO of Alphabet Inc.

Itu kalimatnya tuan schmidt nyebelin banget, soalnya bener adanya. Nancep dalem, to the bone. Ndak juga sarkas sih, datar aja malah, tapi kerasa gimana gituh. Juara kalimatnya.. ^_^

Kalimat “Most leaders think they are good at, but they are mostly wrong” itu nampar ego sama kecerdasan saya euy.. Males mengakuinya but those words become #selfreminder banget. For meh minimalnya.. 😉

Adalah saya banget, yg merasa “ndak masalah dengan berkomunikasi” sementara masih shooting the messenger. Adalah saya banget, yg merasa sudah hebat mampu ngelead dalam berkomunikasi tapi delivery nya selalu monolog bukan dialog.. ^_^

Kelihatannya “berkomunikasi” padahal tidak. Seolah-olah “ngomong” padahal saling jengah ndak mau mengalah. Kayaknya “bicara” padahal bisu dan gagu. Aha, pertanyaanya selalu apa pantas kata “leaders” itu disandang sementara mendefine kata “communicate” kepayahan. Hiks, poor meh..

Kesalahan saya inilah yg pertama kali tak ceritakan ketika bicara topik “candor”, bagaimana supaya ndak failed yg lain kayak saya. Supaya faham kami semua, kenapa berulang tuan welch bilang lupakan kompetitor sementara masalah utamanya adalah “THE WAY YOU COMMUNICATE EACH OTHER INTERNALLY”. Iyah, internal komunikasi.

Ini juga kenapa saya berusaha bilang ke team terbaek disini jangan pakai kalimat “kayaknya” atau “harusnya dia faham”, atau kalimat generalisasi “kelihatannya mereka udah mengerti” untuk menyampaikan informasi atau hal yg penting. Bisa bahaya karena pakai variabel asumsi. Wajib dipastikan.

Eiyah, nulis ini bukannya berarti kami disini sudah berhasil terapkan how to communicate yah, malah beberapa kali yah failed juga. Etapi Seminimalnya member Branch ini faham ndak usah buru-buru mikirin kompetitor kalau diinternal saja tidak saling “bicara”. Ndak saling “ngomong”.

Pun, kalau failed itu terjadi we are back to our first deal. RESPECT & CANDOR. Kita akan re-talk again, semuanyah, dengan gagah juga berani. Saling menghargai. Dengan bahasa santun berterus terang. And we don’t even need api unggun to say the truth.. 😉

Semangat pagi semuanya. And deliberately, ini  summoning all team JUARA Bengkulu utk mengingatkan manager kalian yg bisanya cuma berbacot dowank tapi lemah berkomunikasi.

Untuk kalian all team genius yg bisa berkomunikasi, hormat diberi.. 🙏

– – with Oka, Aris, Rofik, very_kisel, Wirahadi, Ardee, Dimas [iNyong], Karyadi, Arie, MUKHLIS, wahyudanto , Kar, Sigit, Deddy, ridho, Fitri, Bambang, and Gioliano at Telkomsel Grapari Bengkulu

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s