Culture – Believe Your Own Slogan

NOTES:

Ini sengaja summoning mas Rama, orang hebat nan cerdas yg lebih sering nemeni pak Herdy Harman daripada ikutan kuliah (dicariin YouKnowWho luh bro). Dan iyah mas rama, jgn lupa janjinya buku “Strongest by Best People” dgn ttd bapak yah.. ^_^

—- here we go, guys! 🙏😍

Guys, ini tentang “Live & Breath” 😉

Kemarin VP Sumatera remind us that we have to “aware” to the goals (target). Kalau ndak faham tujuannya gimana mau nyusun prioritaskan yah? Iyah salesman panci, sudip, sendok, dan garpu kayak saya memang wajib sering diingetkan.. ^_^

Okeh, kalau katanya “sharing is caring” then allow me to share tentang hal yg berkaitan dengan kata “aware”, imho, erat kaitannya dengan “culture”.

Sepemahanan saya, semua prosiding, bibliografi, dan banyak literatur buku nadanya sama. Budaya Perusahaan adalah bagian yg wajib dibangun diorganisasi. Ndak hanya untuk “winning” tapi lebih pada kata “survive”. Katanya sih biar “built to last”.

In short: CULTURE DO MATTER!

Dan salah satu yg saya dan teman-teman Branch Bengkulu lakukan sesuai arahan HCM utk all employess adalah “KOPI ISI” atau “Kumpul ngObrol Pagi Menampung aspIraSI”. Sebagai terapannya dibranch bengkulu yg juara  ini, “BERBAGI BUKU”.

Oiyah back to the story.. 😁

Kalau diizinkan mengutip apa yang tuan Eric Schmidt dan tuan Jonathan Rosenberg tuliskan dibuku “How Google Works”, yg bisa dibaca dibagian “Culture – Believe Your Own Slogan”. Dan tuan Schmidt tulis kayak gini:

“NO VISION is worth the paper it’s printed on UNLESS it is communicated constantly and reinforced with REWARDS”

Sounds familiar, huh? Iyah, tuan schmidt ngutip apa yg ditulis tuan Welch tentang “What Leaders Do”. Persisnya Rule-2 “Leaders make sure people not only see the vision, they live and breathe it.”

Penekanan dari dua orang hebat, terkait tentang vision and how to make all team genius “hidup & bernafas dengannya”. Untuk culture dalam membawa visi, misi, dan tujuan yg digagas & disepakati organisasi.

Memang, make those beautiful words become our culture ain’t easy as nyantap bakwan goreng, tapi pantes dicoba. No jargon only. Nyang dibuat bukan hanya bagus dicetak didinding atau x-banner saja.

Berkaitan dengan “Live & Breath” related to “aware” yg diremind VP saya kemarin. Benderang sekali tandanya seperti yg diceritakan dibuku Winning:

Disuatu malem urgent, menelpon salah satu team dan dia bisa menjelaskan dengan clear angka utk pertanyaan “Where are we going?” walau bahkan dia jg dalam keadaan “setengah bangun”. (Winning, Rule.2 What Leaders Do, Jack Welch). Simple, itu ndak hanya “aware” tapi juga sudah “love and breath it”.

Again and again, katanya lagi guys. Kalimat bertaut indah untuk so called “yourcompany-way” bukan hanya kudu hafal but you live and breath it.. 😉

Gitu sih katanya, kalau saya sih masih belum ngeresapi esensinya, but minimally melihat keterkaitannya dengan budaya sangat jelas. Kalau salah mohon dimaafkan.. 🙏😉

*Iqra Ulang MyCompany-Way.. ^_^

– – with Rama at GraPARI Telkomsel

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s