Month: January 2016

Periscope, GoPro, dan Niwat0ri

A friend of mine, Diki, creator of chickenstrip nyeketch gambar di Medium tentang “Periscope” dan “GoPro”. Agak basi memang, ini strip 2 hari yg lalu. Better basi daripada ndak update.. ^_^

https://dailysocial.id/post/gopro-kini-bisa-siarkan-video-ke-periscope/

Dan iyah, “live streaming” adalah koentji. Ini yg lagi digandrungi anak-anak muda sekarang ini.

Oiyah, info juga pesaing periscope dgn market yg sama, Meerkat, sudah lebih dulu integrasinya.

https://dailysocial.id/post/live-stream-video-di-meerkat-kini-bisa-langsung-dari-gopro/

Mau periscope ataupun meerkat, masing-masing punya kelebihan. Apapun aplikasinya GoPro adalah juaranya. Sampai, sampai nanti produk china pesaing GoPro tiba.

Kita lihat saja bersama.. ^_^

– – with Fanny at Mie Aceh Titi Bobrok

View on Path

Selfie With Babab Dito Founder Tongsis

Akhirnya..

Setelah sekian lama ndak jumpa, since 2008 di Aceh dulu waktu saya masih ngurusin komunitas (eh sekarang jg tugas barunya youth & komunitas jg sih).

A friend of mine guys, temen saya dah lama ndak jumpa, Anandito RG aka @bababdito, yg matenkan “Tongsis” aka “Tongkat Narsis”, the famous one.. πŸ™πŸ‘

http://m.antaranews.com/berita/469725/setelah-tongsis-apa-lagi-inovasi-babab-dito

Dan iyah euy, kayak biasanya slogan babab..
#NdakNarsisNdakEksis

– – with Babab Dito, Budi Perwira, and agung πŸ‘» at Telkomsel Smart Office (TSO) Tower

View on Path

4 Alesan Kenapa Kuliah Lagi – Part Deux

4 ALESAN KENAPA KULIAH LAGI – Part Deux

Untuk alesan “1# Berterimasih” dan “2# Eksekusi Ditiap Levelnya” sudah dijelaskan sebelumnya. Alesan kenapa saya memutuskan utk kuliah. Dan ini alesan yang 3# dan ke 4# kenapa kuliah lagi..

Semoga berterima.. ^_^

3# AGAR CERDAS SECARA DIGITAL

Kalimat sindiran McKinsey di artikelnya “Digital Quotient” sebenernya menyindir saya. Iyah, kalimat “Follow the leader is a dangerous game”. Nyang mana didefine keterkaitannya dengan “Kecerdasan Digital”.

“Kecerdasn Digital” itu istilah saya, dan baru diusulkan ke begawan wiki, uda @ivanlanin, berterima apa ndak hehe.. ^_^

Iyah, saya khawatir malah terjerambab jadi “leader yg berbahaya” karena ndak faham DQ. Artinya jadi ndak dinamis dan ndak peka menangkap sekuat tenaga apa yg terjadi related to digital related nowadays. Gagal faham untuk konten dan konteksnya. Beraattt memang Jendrall.. See this article!

http://www.forbes.com/sites/georgebradt/2014/05/27/trying-to-manage-millennials-give-up-and-lead-them-instead/

Artikel George Bradt di forbes menjelaskan kalau “Berkomunikasi ke millenials wajib dibungkus dengan RESPECT”. Wajib faham dalem. Again, as a leader I need to learn about repect inih. Ndak bisa gegabah meremehkan juga mentemehkan generasi-Y ini.

(KBBI: “temeh” itu artinya ndak penting, ndak berharga, remeh)

4# LEADS THAT MILLENIALS

Ada kecemasan tersendiri melihat banyaknya millenials yg masuk ke organsiasi named Telkomsel ini. Trend berubah, permainan juga berubah, game changer atau apalah yg tuan Peter Fisk bilang ituh sudah kentara.

Kekhawatiran saya bukan takut dilangkahi juga digagahi karirnya,
dan mereka para millenials voila tiba-tiba menjadi atasan saya. Kalau ituΒ sudah dari zaman Supervisor dulu coba diiklashkan. Garis tangan dari yg diatas ndak pernah salah juga kan yah guys.. ^_^

Khawatirnya saya adalah, NDAK BISA NGELEAD sumber daya manusia yg berlimpah tadi. All millenials are differents and these are bunch of resources. Too much resources may kill you if you can’t manage it, rite? Dan jangan sampai blundernya malah di saya.

Kadang lebih koploknya lagi, itu tadi, khawatir sebagai leader melihat bunch of resources ini gamang dan seringnya buat saya malah marah. Soalnya dielus ego dan kecerdasan. Iyah, noted to define kecerdasan, yg mana sebenernya saya ndak punya. Hihi.. πŸ˜‰

Ah, sudahlah, again, and again, menjadi manager salesman panci di Telkomsel nowadays itu ndak gampang jendral. Ndak segampang jualan paku payung di toko bangunan atau seenak makan endomie goreng teh nina didepan fakultas MM gerlong πŸ˜‰

Gitu aja guys.. Alesan kenapa memutuskan untuk kuliah. Dan iyah, kuliah PJJ (Pendidikan Jarak Jauh) Telkom University ndak hanya “membuka elmu kanuragan” juga jadi banyak temen-temen terbaek dari TELKOM GROUP lainnya.

Selamat wiken semuanyah dan yg masih kuliah selamat belajar, liburan hampir usai.. πŸ™πŸ˜Š

– – with Sarman, Hendrino, Prabowo, Wisnu, Rama, nadif, Biginta, Billy, and Nursakti

View on Path