4 Alesan Kenapa Kuliah Lagi – Part Deux

4 ALESAN KENAPA KULIAH LAGI – Part Deux

Untuk alesan “1# Berterimasih” dan “2# Eksekusi Ditiap Levelnya” sudah dijelaskan sebelumnya. Alesan kenapa saya memutuskan utk kuliah. Dan ini alesan yang 3# dan ke 4# kenapa kuliah lagi..

Semoga berterima.. ^_^

3# AGAR CERDAS SECARA DIGITAL

Kalimat sindiran McKinsey di artikelnya “Digital Quotient” sebenernya menyindir saya. Iyah, kalimat “Follow the leader is a dangerous game”. Nyang mana didefine keterkaitannya dengan “Kecerdasan Digital”.

“Kecerdasn Digital” itu istilah saya, dan baru diusulkan ke begawan wiki, uda @ivanlanin, berterima apa ndak hehe.. ^_^

Iyah, saya khawatir malah terjerambab jadi “leader yg berbahaya” karena ndak faham DQ. Artinya jadi ndak dinamis dan ndak peka menangkap sekuat tenaga apa yg terjadi related to digital related nowadays. Gagal faham untuk konten dan konteksnya. Beraattt memang Jendrall.. See this article!

http://www.forbes.com/sites/georgebradt/2014/05/27/trying-to-manage-millennials-give-up-and-lead-them-instead/

Artikel George Bradt di forbes menjelaskan kalau “Berkomunikasi ke millenials wajib dibungkus dengan RESPECT”. Wajib faham dalem. Again, as a leader I need to learn about repect inih. Ndak bisa gegabah meremehkan juga mentemehkan generasi-Y ini.

(KBBI: “temeh” itu artinya ndak penting, ndak berharga, remeh)

4# LEADS THAT MILLENIALS

Ada kecemasan tersendiri melihat banyaknya millenials yg masuk ke organsiasi named Telkomsel ini. Trend berubah, permainan juga berubah, game changer atau apalah yg tuan Peter Fisk bilang ituh sudah kentara.

Kekhawatiran saya bukan takut dilangkahi juga digagahi karirnya,
dan mereka para millenials voila tiba-tiba menjadi atasan saya. Kalau ituย sudah dari zaman Supervisor dulu coba diiklashkan. Garis tangan dari yg diatas ndak pernah salah juga kan yah guys.. ^_^

Khawatirnya saya adalah, NDAK BISA NGELEAD sumber daya manusia yg berlimpah tadi. All millenials are differents and these are bunch of resources. Too much resources may kill you if you can’t manage it, rite? Dan jangan sampai blundernya malah di saya.

Kadang lebih koploknya lagi, itu tadi, khawatir sebagai leader melihat bunch of resources ini gamang dan seringnya buat saya malah marah. Soalnya dielus ego dan kecerdasan. Iyah, noted to define kecerdasan, yg mana sebenernya saya ndak punya. Hihi.. ๐Ÿ˜‰

Ah, sudahlah, again, and again, menjadi manager salesman panci di Telkomsel nowadays itu ndak gampang jendral. Ndak segampang jualan paku payung di toko bangunan atau seenak makan endomie goreng teh nina didepan fakultas MM gerlong ๐Ÿ˜‰

Gitu aja guys.. Alesan kenapa memutuskan untuk kuliah. Dan iyah, kuliah PJJ (Pendidikan Jarak Jauh) Telkom University ndak hanya “membuka elmu kanuragan” juga jadi banyak temen-temen terbaek dari TELKOM GROUP lainnya.

Selamat wiken semuanyah dan yg masih kuliah selamat belajar, liburan hampir usai.. ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š

– – with Sarman, Hendrino, Prabowo, Wisnu, Rama, nadif, Biginta, Billy, and Nursakti

View on Path

Advertisements

One thought on “4 Alesan Kenapa Kuliah Lagi – Part Deux

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s