No Such Thing As a Perfect World

Katanya..

“No Such Thing As a Perfect World”

Berikut adalah cerita pengantar yang saya ambil dari buku “Hospitality Financial Accounting” karangan Jerry Weygandth dan kawan-kawan. Iyah, ini buku Financial Management Semester-1 untuk Magister Management sebenernya. Tadi pas ngerapikan bahan kuliah nemu.. ^_^

Sebenernya, pas baca ini taon lalu kefikiran ada 3 hal yang bisa saya ambil dari cerita ini. Untuk catetan pribadi saya dan self reminder tentunya. Tiga hal tersebut adalah:

1# Iyah guys, bener. Ndak ada yang namanya “Perfect World”.

Dan herannya, ini sudah pengetahuan bersama kalau sekolah atau kuliah adalah persiapan untuk dunia sempurna saja, kenapa juga banyak atasan atau manager mesti kaget ketika ada lulusan terbaik tapi ndak siap mingled. Gagal faham beresonansi. Kenapa bisa heran? Harusnya kan malah dibantu nunjukkin kalau ini dunia kerjaan, lebih dari nyata.

2# Apapun ceritanya “Experiences” adalah nomer satu.

Remember what I wrote about “Salesman Nowadays” rule number-1? Yeah rite, please never ever sell the product, but experiences. Karena memang “pengalaman” adalah segalanya. Disemua sirkumstansi kayaknya. Ndak hanya untuk salesman panci kayak saya. 😉

See here to read “salesman nowadays”
https://www.linkedin.com/pulse/salesman-nowadays-part-one-abdi-januar-putra

3# Sengaja membiarkan salah.

Seperti cerita diatas. Iyah, sempat saya diskusi dengan Wahyudanto yg dapet staf baru named Oka di Lahat dulu. I told him, kalau “membiarkan salah” dengan mempredict berapa “damage cost” nya itu bukan goblok, TAPI SENGAJA untuk deliver experiences.

Supaya Oka sang anak baru dapet experiencesnya. Experience salah yg berharga. Ngerasakan sendiri salahnya (dengan DC terukur) baru percaya daripada berbusa untuk menjelaskan.

The same things happened to my friend Ridho and Arik. Ndak memberi enough space to Arik, stafnya yg baru, berkreasi karena terlalu banyak mengajari juga jadinya membunuh kreatifitas. Then, we realize Arie Zaliansyah ternyata fast learner banget. Membiarkannya justru ndak salah, malah jackpot. Everything lantjar djaja. Malah lebih dari ekspektasi kita berdua.. ^_^

Ya gitu deh experiences nya.. Every single manager in this universe maunya “membuat rule” yang mana jatuhnya “gini baiknya”, sementara itu so called “gini baiknya” itu belum tentu baik eksekusinya. Iyah, saya dungu then why ini diceritakan supaya tetap ndak jadi dungu. My mistakes jgn sampai di imitating sama all supervisor.

Jadi dungu berjamaah kita, duhai semua guys yang ditagging dimari.. 🙏😁

Source see here (page-44):
http://www.wiley.com/college/sc/wkk/wey7_ch02_43-86.pdf

Apapun lah yah, nomer-1, nomer-2, ataupun nomer-3, kalau berharap dunia ini SEMPURNA oh please don’t be so naive. There is no such thing as a PERFECT WORLD. Please jangan nunggu sampai jadi sempurna baru jalan, jangan tunggu semuanya lengkap baru bekerja. #selfreminder

One thing, never ever let somebody else yg envy, kinda haters, ruined everything awesome things yang kalian buat.

Demikian, salam olahraga para leaders yang ditagging.. 🙏😍

– – with Masta, Andri T, Rivaldi, Dominique, Kiki, Moh Teguh, Bakhtiar, Ferdinand, wahyudanto , Adnan, Rebecca, mas, Deddy, ridho, and Sakti at Telkomsel Regional Sumbagsel

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s