[Review Buku] Critical Eleven – Ika Natassa

Guys..

Rizki Arfani atau Kiki Y&C Jambi bilang kayak gini ke kami semua, team Y&C Sumbagsel, last monday, when we’re doing Kopi Isi.. ^_^
___

“Sebenernya menurutkuh buku ini bahas simple. Sepele masalahnya guys. Ale salah ngomong terus Anya ndak terima.”
___

Itu yang bilang millenials yg belum berkeluarga, ndak pakai basa basi dan no-sugar-coated banget guys. Hehe, and we know yang udah berkeluarga pasti faham ini adalah hal yang sensitif.

Sensitif karena kalimat yang Ale bilang adalah kalimat tipikal “lakik banget” yang mana “sembrono”, “ndak berperasaan”, dan kalimat yang kinda sering diucapkam tanpa sadar situasinya fimana dan bakal nyesal dibelakang hari. Hihi, gitu deyh.. ✌️😅

Pertanyaan kawan-kawan kenapa sih judulnya “Critical Eleven” yang dijawab si Kiki “Aku dah baca lama, rada-rada lupa, tapi hidup ini yah kayak pesawat gitu.”

Bram, adik kandungnya Ika Natassa, supervisor Y&C Jambi, atau yah atasannya Kiki sendiri, bilang hal yang sama. “Critical Eleven” itu adalah istilah dalam dunia penerbangan. Dimana situasi kritis itu 3 menit pertama setelah take-off dan 8 menit sebelum landing.

Kalau mbak Ika Natassa bilangnya:

Ini adalah analogi pertemuan manusia. Kalau dibukunya digambarkan “tiga menit pertama Anya terpikat, tujuh jam berikutnya mereka duduk bersebelahan dan saling mengenal lewat percakapan juga tawa, dan delapan menit sebelum berpisah Ale sangat yakin dia menginginkan Anya.”

Yah, itu kenapa dikasih judul 11 menit kritis atau “critical eleven”. 😁
___

Kalau saya pribadi menilai, sama seperti Kiki dan Lia bilang: Ini buku bagus. Diksinya kaya. Diatur untuk menenggelamkan kita pada permasalahan rumah tangga yang mungkin sering kita lihat. Yang kadang kepura-puraan didepan orangtua atau mertua lagi baik-baik aja padahal lagi berantem. Lagi ndak enakkan. Yah, mbak Ika menulismya renyah juga membumi.

Something that intriguing me, Ika bisa menyampaikan bahwasannya “kegantengan” itu bukan secara fisik tapi lebih pada “otak”. Means sexy itu ndak hanya selembar badan kotak-kotak dengan bisep trisep yg tersusun rapi, tapi hot itu lebih pada the way you think.

Iyah, kelihatan memang, ini sebenernya pembelaan untuk bapak-bapak muda ndak ganteng juga berperut one-pack, dengan lemak dimana-mana kayak saya kwkwkw.. 😂

Itu aja guys, ndak hanya susunan kata-katanya bagus, alur ceritanya detail yang memisahkan antara Ale dan alur cerita Anya, dus kita juga akan diajari bagaimana brewing kopi pilihan yang dilakukan bapaknya Ale. So, worthed banget untuk dibeli dan dibaca.. ^_^

Sharing kiki membuat saya membaca ini untuk kedua kalinya. Tetep seruw. Dan semoga saya ndak spoiler yah wkwkwkwk..

Hepi wiken eperiwan.. 😘

– – with Andri T, Rivaldi, Kiki, Abdul , Bakhtiar, Ferdinand, Adnan, Rebecca, mas, Deddy, Sakti, and Ferry at Kota Palembang

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s