Month: April 2016

Sepakat Election 2016 With Priyanto Rudito

Guys..

Direktur HCM, Priyanto Rudito Ph.D, membuka acara Munas Sepakat 2016, di Bandung. Berbicara tentang “Ekonomi Berbagi” yang akan mendrive opportunities untuk Telkomsel.

Hari ini sampai dengan jumat nanti, semoga yang dilakukan all pengurus sepakat, bermanfaat untuk orang banyak.

Aamiinn.. πŸ™πŸ˜Š

– – with Masta, Umarsya, and Dominique at Bandung

View on Path

Nadiem, Gojek, & Nasionalisme

Gaes..

Menurut saya, ndak ada yang salah dari marketing campaign Go-Jek yang langsung disampaikan oleh “Nadiem Makarim”.

Kalimat ajakkan kembali ke merah putih dan mengatasnamakan nasionalisme untuk pengendara “GrabBike” dan “UberMoto” saya malah setuju. Dan untuk Go-Jek apapun kontroversinya. Hehe, sengaja ndak sengaja “buying attention” nya dapet banget. Secara indeks kekayaan merek (BEI) juga juara.

Oiyah. Untuk kontroversi ini jelas saya milih Nadiem donk, daripada “Anthony Tan”, founder GrabBike, sang pria kaya dari Malaysia. Even sama-sama lulusan Harvard tapi ini bicara nasionalis. Bicara pilihan: ini kita mau pakai produk anak negeri atau produk luar. Yang mana secara UX dan UI ini Go-Jek sudah teruji. Ndak kalah keren, malah lebih unggul.

Ah tapi sudahlah.. Silahkan iqra here:

http://m.liputan6.com/tekno/read/2489731/nadiem-blakblakan-ajak-driver-grab-dan-ubermoto-pindah-ke-go-jek

Yang menarik sebenernya dari disrupt mendisrupt siapa. See videonya, ketika Nadiem bicara disebelah dia, iyah yang rolling banner ada tulisan “GO-CAR”, yang mana bakal seru lagi bersaing dengan GrabTaxi. Juga tentu saja the famous one, UBER.

Now what? Market as you know it, yang kata Peter Fisk jadilah “Game Changer” yang akan mendisrupt apa saja jadi lebih baik. Itulah yang dilakukan Nadiem. Games-nya sudah berubah. Dan Nadiem adalah pemainnya.. ^_^

Entah siapa yang menang, tapi kayak startup lainnya. Ini bukan bicara sekecil “revenue hari ini” saja, tapi mereka ngumpulkan customer base loyal untuk “revenue masa depan”. They are trying to predict the future. Ngebaca masa depan.

Well, somehow sama kayak suatu organisasi fokus to youth segment. Mingled ke anak-anak muda, kayak buang-buang uang organisasi. Yang kata para startup “Burning Cash”. Untuk apa? Untuk revenue masa depan. Untuk apa yang dinamakan “sustainibility”, keberlanjutan. Untuk “Built to last” nya Jim Collins.

Kalau menurut saya, untuk membuktikan nujumnya McKinsey dan Gartner tentang youth bener apa ndak. Dan iyah, belum tentu juga mereka bener.. ✌️😁

AKAN TETAPI yang pasti, sama kayak para startup. Mereka ibaratnya sedang menanem pohon jati untuk nanti panen 5-7 taon kedepan dengan diameter 30 centimeter baru harvest. Dan jadi salah, iyah salah ketika “nanem pohon jati hari senin, berharap hari rabu siap panen?”

I do believe miracle. Siapa yang ndak percaya keajaiban? Tapi apa sesederhana itu? Hehe, Makanya saya selalu berusaha meletakkan “proses & effort” dipaling depan. Hentahlah, saya juga sama ndak fahamnya sama semua orang.. πŸ™πŸ˜

Pokoknya gaes, saya pilih Nadiem dan Gojek. Itu aja, salam olahraga semuanya.. 😜

#GoJek
#Nadiem

– – at Kota Palembang

View on Path

Apple-II adalah SEJARAH dan Muv On

Guys..

Be candor,
Males banget liat tuan Steve Jobs!

Iyah, ini sudah kesekian kalinya Steve Wozniak minta salutation to their team. Iyah, team yang ngebangun Apple-II setelah LISA (Apple-I) first model created. Salutation agar tuan Jobs menyebutkan nama para engineer hebat yang mengconstruct Apple-II, saat Jobs launching Mac. New product from Apple.

Permintaan sesederhana itu dan tuan Jobs tetap saja bilang “TIDAK”.

Oh dem, saya yang nonton sama mengkelnya dengan Steve Wozniak. setuju banget sama tuan Wozniak “Saying thanks to Apple-II Engineers wont hurt you”. Iyah cuma bilang makasih lho ini. Bukan minta imbalan saham Apple atau apapun yang bakal merugikan Jobs.

#AppleIIAdalahSejarah

Yang nonton Steve Jobs (2015) dan yang baca as titled buku Walter Isaacson juga pasti faham banget EGO nya tuan Jobs super duper banget. ToTheMoonAndBack lah.. Hentahlah. Geram setengah dewa saya dibuat ego tingkah Jobs. Ini manusia atau bukan sih?

http://www.rottentomatoes.com/m/steve_jobs_2015/

Dan satu lagi, yang buat tuan Wozniak gegas balik badan keluar dari ballroom sesaat sebelum Mac launch dipanggung mewah cupertino, ketika Jobs lirih menambahkan kalimat ini..

__________
“APPLE-II adalah SEJARAH. Kau tau wozniak, aku ndak pernah memandang kebelakang. Hari ini adalah MAC, dan ini adalah yang sejarah baru yang akan kita buat.”
__________

#JanganGagalMuvOn

Well, ketika kalimat “Apple-II adalah sejarah”, saya terdiam sesaat. Coba mencerna hati-hati kalimatnya tuan Jobs. Dan iyah, saya dapet PENCERAHAN. Saya yang sebelumnya sebel, setelahnya SADAR. Sejak lini-waktu filmnya 51 menit ke atas itu egoisnya Steve Jobs tiba-tiba “berterima” di Saya.

Ndak jadi sebel.. 😁

Walau disampaikan tidak santun (tapi CANDOR banget) _well yeah rite gayanya steve jobs gitu loah_ ndak mau kalah sedikitpun.

Again, kalimat “APPLE-II ADALAH SEJARAH” padahal masih masa keemasan itu. Kalimat lanjutannya “bagaimana aku masih harus menyebut produk tekhnologi yang berumur 7 tahun pada peluncuran mac?”

Iyah, Steve Jobs, bertahan saying “NO”. Keukeuh pendirian. Bergeming. Ndak peduli, tetap ndak mau sebut engineers Apple-II.

For meh, walau kasihan liat Wozniak, kalimat Jobs yg bilang Apple-II adalah sejarah adalah KALIMAT TERBAIK UNTUK MOVE-ON. Kalimat yang sangat berani “mengangkangi keberhasilan masa lalu”. Ndak larut terlena sama Apple-II yang diceritakan saat itu masih “sexy bitchy” penjualannya.

#SecondCurveAndInnovation

Kalau istilah “second curve” dibuku “Change” tulisan Pak Rhenald Kasali, Steve Jobs sudah coba bounching sebelum turun dikurva kedua. Berinovasi. Ini persis kalimat yang selalu tuan Jobs Β gembar juga gemborkan. Kalimat yang menginspirasi banyak orang: “yang membedakan leader sama follower adalah innovasi”.

Sampai akhir film, saya fikir tuan Jobs TRUE banget. Apple-II itu sejarah, and now they are creating Mac. Jadi JANGAN sampai GAGAL MOVE-ON dan ndak doing innovation gegara Apple-II masih dipuncak keemasan.

Saya juga ndak begitu faham terapannya. Akan tetapi creating something new, loncat ke kurva kedua to innovate dan mencari “apalagi-yang-bisa-diciptakan” adalah kuncinya. Gitu kayaknya sih.. ✌️😁

Satu lagi yang saya fahami!

Kate Winslet aktingnya bagus disitu. Suka liat Joanna Hoffman nyampakkan berkas dan bilang “Aku mau kau akui anakmu itu, or I’m quit”. Tegas walau sambil nangis. Dan orang pertama yang buat tuan Jobs mengalah, untuk bicara ke LISA putrinya.

Itu aja kali yah, semangat pagi duhai jiwa-jiwa yang selalu berinovasi. Saya pribadi respect untuk kalian semuah.. πŸ™πŸ˜

– – at Kota Palembang

View on Path

Cover Majalah TEMPO oleh Diela Maharanie

Guys..

Ada yang berbeda dari cover majalah Tempo minggu ini (18-24 April 2016). Begitu download saya langsung membathin “kok agak aneh”. Dari tarikan garisnya dan pewarnaan bukan karakternya “Kendra Paramita” yang biasa buat cover Majalah Tempo.

Ternyata memang bukan buatan Mas Kendra, tapi didesign sama designer muda dan perempuan (iyah sesuai tema Hari Kartini), named Diela Maharanie.

Info juga, saya juga baru tau, mbak Diela Maharanie. Yang kalau dari tadi sore cona cari tau ternyata dia salah satu great artist di “eyesonwalls.com”. Salah satu kontributor yang banyak menyumbang karya kontemporer kekinian yang memberi inspirasi designer, sketcher, artist design hari ini.. ^_^

Yang pengen tau, silahkan dikepoin dimari:

Diela Maharanie

Kalau melihat hasil karyanya mbak @DielaMaharanie yang baru tak follow di IG, satu kata saja mewakilinya: SALUT!

*izinkan saya menjura hormat.. πŸ™πŸ˜Š
*lanjot baca majalah TEMPO

– – at Kota Palembang

View on Path

Photo Bersujud & Bersyukur Setelah Ujian Nasional

Well..

Saya agak terharu waktu Andri T Putra, temen saya, sharing photo anak-anak diphoto ini dari akun instagram @pelajar_medan gaes.

Saya kebayang, diantara majoritasnya mainstream anak sekolah putih abu-abu begitu selesai Ujian Nasional langsung hura-hura, norak-norak bergembira, ndak genah dan corat coret. Iyah, saya juga sama dulu.

Akan tetapi mereka tidak. Mereka tidak demikian. Mereka malah BERSUJUD & BERSYUKUR bersama.

Oh dem, kalaulan orangtua mereka tau photo ini pasti bangga bener. Saya yang bukan orangtua mereka saja bangga. Bangga bener malah. Seneng ada yang beda kayak gini.

Respect sama kalian guys. Untuk @luthfinuragusti dan kawan-kawan SMA ALASHR06 yang berani tidak mainstream, hormat diberi.. πŸ™

—- this is repost from @luthfinuragusti yang punya photo.

Terimakasih ya Allah atas nikmat dan kesehatan yang telah engkau beri kepada kami. Sampai kami telah menyelesaikan ujian NASIONAL ini.

Semoga suatu saat nanti kita dipertemukan kembali dalam keadaan sukses semua aamiinπŸ™ˆβœŒ

Dan terimakasih untuk semua guru yg telah mangajarkan kami, semoga dengan jasa engkau kami bisa menjadi orang yang sukses dan semoga engkau bisa masuk syurga bersama kami nanti aamiinπŸ™πŸŽ“πŸŽ‰

AL-ASHR06 (2010-2016)
#pelajarmedan

– – with Andri T at Bandara Radin Inten II Lampung Selatan (TKG)

View on Path