Nadiem, Gojek, & Nasionalisme

Gaes..

Menurut saya, ndak ada yang salah dari marketing campaign Go-Jek yang langsung disampaikan oleh “Nadiem Makarim”.

Kalimat ajakkan kembali ke merah putih dan mengatasnamakan nasionalisme untuk pengendara “GrabBike” dan “UberMoto” saya malah setuju. Dan untuk Go-Jek apapun kontroversinya. Hehe, sengaja ndak sengaja “buying attention” nya dapet banget. Secara indeks kekayaan merek (BEI) juga juara.

Oiyah. Untuk kontroversi ini jelas saya milih Nadiem donk, daripada “Anthony Tan”, founder GrabBike, sang pria kaya dari Malaysia. Even sama-sama lulusan Harvard tapi ini bicara nasionalis. Bicara pilihan: ini kita mau pakai produk anak negeri atau produk luar. Yang mana secara UX dan UI ini Go-Jek sudah teruji. Ndak kalah keren, malah lebih unggul.

Ah tapi sudahlah.. Silahkan iqra here:

http://m.liputan6.com/tekno/read/2489731/nadiem-blakblakan-ajak-driver-grab-dan-ubermoto-pindah-ke-go-jek

Yang menarik sebenernya dari disrupt mendisrupt siapa. See videonya, ketika Nadiem bicara disebelah dia, iyah yang rolling banner ada tulisan “GO-CAR”, yang mana bakal seru lagi bersaing dengan GrabTaxi. Juga tentu saja the famous one, UBER.

Now what? Market as you know it, yang kata Peter Fisk jadilah “Game Changer” yang akan mendisrupt apa saja jadi lebih baik. Itulah yang dilakukan Nadiem. Games-nya sudah berubah. Dan Nadiem adalah pemainnya.. ^_^

Entah siapa yang menang, tapi kayak startup lainnya. Ini bukan bicara sekecil “revenue hari ini” saja, tapi mereka ngumpulkan customer base loyal untuk “revenue masa depan”. They are trying to predict the future. Ngebaca masa depan.

Well, somehow sama kayak suatu organisasi fokus to youth segment. Mingled ke anak-anak muda, kayak buang-buang uang organisasi. Yang kata para startup “Burning Cash”. Untuk apa? Untuk revenue masa depan. Untuk apa yang dinamakan “sustainibility”, keberlanjutan. Untuk “Built to last” nya Jim Collins.

Kalau menurut saya, untuk membuktikan nujumnya McKinsey dan Gartner tentang youth bener apa ndak. Dan iyah, belum tentu juga mereka bener.. ✌️😁

AKAN TETAPI yang pasti, sama kayak para startup. Mereka ibaratnya sedang menanem pohon jati untuk nanti panen 5-7 taon kedepan dengan diameter 30 centimeter baru harvest. Dan jadi salah, iyah salah ketika “nanem pohon jati hari senin, berharap hari rabu siap panen?”

I do believe miracle. Siapa yang ndak percaya keajaiban? Tapi apa sesederhana itu? Hehe, Makanya saya selalu berusaha meletakkan “proses & effort” dipaling depan. Hentahlah, saya juga sama ndak fahamnya sama semua orang.. πŸ™πŸ˜

Pokoknya gaes, saya pilih Nadiem dan Gojek. Itu aja, salam olahraga semuanya.. 😜

#GoJek
#Nadiem

– – at Kota Palembang

View on Path

Advertisements

2 thoughts on “Nadiem, Gojek, & Nasionalisme

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s