Month: May 2016

Making The Leap By Grant Snider

Guys..

This sketch belong to “Grant Snider”. Salah seorang seniman kekinian favorit saya. Love this sketch note guys. Bener memang kalau ada yang bilang:

“LIFE DOESN’T REVEAL MUCH UNTIL WE TRY”

Ndak hanya seniman yang mahir menggambar saja, tapi ini juga berlaku untuk saya. Dan mungkin untuk “kita”. Rasanya sungkan untuk memulai, bingung, ndak nyaman to do something called “making the leap”.

Iyah, TRUE banget kalau dibilang selalu saja mencari justifikasi yang bisa ketangkep nalar sehingga berhenti ndak jadi lompat. Do nothing. Diem. Bergeming. Ndak ngapa-ngapain.

Karena khawatir sama kalimat “akan selalu ada harga yang harus dibayar”. Orang bilang namanya “take a risk”, keluar dari lingkar nyaman. Nyang mana sebenernya bisa lead to something “lebih nyaman” juga dari kondisi yang ada hari ini.

Ini ndak bertendensi apa-apa. Karena saya juga ndak sedang dihadapkan sama “making the leap”. Apa yang harus dilompati? Pager depan rumah kontrakan? Atau ini genangan didepan gang yang 2 hari ini ndak surut-surut?

Hihi.. Ini postingan reminder ke saya, kalau nanti ada bingkai untuk “membuat lompatan” saya akan lompat dengan perhitungan dan latihan yang saya mampu.

End of this cheap talks.. ✌️😁

For you guys, yang sedang ngerasa, yang lagi membaca postingan ini. Nyang lagi dihadapkan sama pilihan dan bingkai “making the leap”, just jump. I do know that you’ve calculated that leap. Kalaupun ndak “giant leap” tapi “small steps” juga ndak apa-apa.

Kayak Neil Armstrong exclaimed, 20 Juli 1969 waktu pertama jejakkan kaki ke Bulan. Kalimat yang selalu jadi favorit saya:

“INI ADALAH LANGKAH KECIL UNTUK SEORANG PRIA, TAPI INI ADALAH LANGKAH BESAR UNTUK UMAT MANUSIA”

Benar memang, yah ndak bakal se-liris dan se-utopis itu guys. Akan tetapi hidung siapa? Who nose? Who knows? Siapa yang tau hehe.. 😜

Gitu aja kali yah, selamat “melompat” kawan-kawan sepenjuru lini masa. Have a nice dream semuanyah.. 🙏😍

#BentarLagiUjianSemesteran
#BingungMauBelajarApaWkwkwkw 😉

View on Path

Advertisements

Johan Budi Sapto Pribowo

Iyah..

Bapak ini sekarang sumringah banget memang. Kebayang selama 10 tahun jadi jubir KPK, ndak sekalipun saya pernah melihat bapak ini tersenyum.

Johan Budi Sapto Pribowo. Kayak ndak kenal senyum beliau ini. Beliau yang mantan editor senior majalah Tempo ini selama 10 taon bertugas di KPK selalu menahan emosi dan ndak menunjukkan marah atau lagi gembira. Yang ada wajahnya itu selalu satu saja: DATAR!

Nah kalau sekarang beda. Sekarang semenjak Januari 2016 kemarin jadi JuBir Jokowi beliau lebih bisa tertawa, tersenyum, sumringah, and look friendly, yang dulu sama sekali ndak pernah bisa (ndak boleh) dilakukan oleh beliau.

Saya pribadi, respect..
It is nice to see you like this sir.. 🙏😍

#BaruBacaMajalahTEMPO

View on Path

Humpty Dumpty Quotes

Guys,
Nyang lagi nonton Alice In Wonderland (Global TV sekarang) 😉

This quote:

“There are 364 days when you might get un-birthday presents, and only one for birthday presents, you know”

~ Humpty Dumpty, Alice’s Adventure in Wonderland!

Iyah, ini ucapan yang dibilang Humpty Dumpty sang telur yang bisa bicara ke Alice. Kalimat optimis dengan bahasa sedikit sarkas bahwasanya “Ada hadiah untuk 364 hari yang bukan hari ulang tahun (unbirthday) dan ada hadiah istimewa (glory) dihari ulang tahun (birthday).”

Alice yang ndak faham apa-apa itu bingung dan bertanya ulang “Maaf tuan humpty dumpty, apa maksudnya hadiah dibukan hari ulang tahun?” yang dijawab simple sama tuan humpty dumpty “Ya, hadiah dihari bukan hari ulang tahun!”.

Hahaha.. iyah, bingung sungguh memang memahami apa yang ditulis Lewiss Caroll yang aselinya adalah matimatikawan dan logician BUKAN penulis cerita.

Sebagai informasi, baru setahun belakangan ini saya lumayan faham baca bukunya. Soalnya banyak angka dan teka-teki logika yang kadang ndak terfikirkan. Sama kayak baca literatur Pak Goenawan Moehammad. Kaya sekali lema dan kata-nya, sehingga diperlukan buku KBBI untuk memastikan ndak salah tangkep maksudnya. Yah, same happened to tuan Caroll hihi.. ^_^

If you want to read the whole chapter, please see here:
https://ebooks.adelaide.edu.au/c/carroll/lewis/looking/chapter6.html

Itu aja, lanjutin nonton.. ^_^

View on Path

Salesman Absurd, Goal Gradient Effect, Dan Ibu Susan Weinschenk

Note: This article is suitable to read with mobile device. Drafted & Typed with Evernote Apps for iPhone.

Susan Weinschenk - 100 things designers need to know about peopleGuys..

Saya yang salemsan absurd, beberapa hari belakangan ini menjelang tidur, setelah membacakan dongeng untuk nidurkan si abang sama si adek, coba baca-baca lagi buku “100 things every designer needs to know about people” tulisan ibunda “Susan Weinschenk“. One of my favorite books. She wrote about “Behavioural Science“, “Brain Science“, and she also concerns about “Design“. Love it.. ^_^

Eventhough, saya bukan programmer dinamis web ataupun professional penggubah grafis, yang mana untuk siapa buku ini ditujukan, TAPI setelah membaca berulang ada beberapa terapan psikologis yang bisa saya ambil dan diterapkan dalam pekerjaan sales & marketing.

Soalnya, kalau bicara ilmu psikologis dalam memahami “people” sebagai objektifitas yang akan membeli produk, sudah tentu akan sama kan yah. Sama-sama harus memahami pelanggan (orang). Nyang kepo mau tau dalem, see below. Please cekidot:

http://www.goodreads.com/book/show/10778139-100-things-every-designer-needs-to-know-about-people

What Motivates People - Susan Weinschenk

Well, saya suka banget bagaimana Ibu Weinschenk ini mendeskripsikan terapan perilaku terkait dengan “orang”. Bagaimana khususon orang melihat User Interface (UI) dan juga bagaimana impresinya dalam merasakan User eXperiences (UX). Iyah, bagian “how people see” dan “how people feel“, paling dominan tak baca.

Dan the most yg sering saya jadikan contoh untuk kawan-kawan Supervisor Sales walau mereka pada protest karena hal yg sama selalu saya sampaikan (Wkwkw.. nasib kalianlah guys), adalah “What Motivates People“. Karena pas rasanya dikawinkan dengan ilmu CDMP yang kaitannya dengan “P“, stand for “Promotion“. Will tell you the details below.. 😉

Kalimat “People are motivated as they get closer to a goal” yang menjadi kunci artikel ini. Artinya kira-kira “orang akan lebih termotivasi jika targetnya sudah dekat”. Basicnya adalah orang tidak segan melakukan sesuatu kalau tau kapan selesainya. Atau bisa mendefine di awal berapa effort yang harus dikeluarkan. Apalagi ada suatu tools yang bisa memberitahu progressnya.

Yaps, kalau dudukan ilmu psikologisnya adalah “Goal Gradient Effect” atau “GGE“, a hyphothesis from Clark L. Hull. You can see here about Hull, here:

http://en.m.wikipedia.org/wiki/Clark_L._Hull

Adalah layanan penyimpanan file diawan, iyah, DropBox. They used this GGE effects. Perhatikan coba guys, begitu mendaftar layanan penyimpanan awan itu, kita disajikan kotak biru tosca yang sudah terisi separuh. Begitu mengetikkan data yang diperlukan, kotak biru tosca yang sudah terisi separuh tadi makin tinggi isinya.

Begitu seterusnya sampai pertanyaan habis dan kotak biru tosca, logo-nya dropbox itu, jadi penuh. Iyah, that thing motivate us. Yaps, kayak ter-provoke gitu untuk menyelesaikannya. Inget tadi, ada kepastian bahwasannya ini akan cepat selesai dan secara visual tau progressnya. Dan ini memang yang diharap sama yang punya website supaya walau panjang berasa jadi pendek waktunya.

Semua orang akan menyelesaikannya tanpa ragu karena ada “kepastian” dan “progress” when that boring questionaire will end. And that’s what motivates us. Hehe dropbox memang cerdas.. 🙂

Dropbox - What Motivates People - Susan Weinschenk

Then, apa hubungannya sikap psikologis GGE ini sama pekerjaan “Salesman Absurd” kayak saya ini. Apakah bisa dihubungkan? Well tentu saja ada.

Sebagai contoh terapan untuk sales sbb:

Dua kedai retail kopi membuat program Customer Promotion, program untuk mempertahankan pelanggan (some of us call it “Loyalti Program”) dengan membuat frequent buyer card, yang sederhananya adalah “Drink 10 times, Get 1 coffee free“. Exactly both outlet have the same promotions, sama-sama minum kopi 10 kali baru dapet gratisannya, secangkir kopi.. ^_^

Lantas beda program kedua-nya apa?

Kedai kopi A buat kartu frequent 10 kolom utk distempel supaya penuh. Sementara kedai kopi B malah kartunya disediakan 12 kolom dgn 2 kolom sudah distempel duluan dengan notes dari sang barista “hari ini lagi promosi, sebagai apresiasi anda dapet cap 2 kolom“. Embel-embelnya promosi dan loyalti.

Then, as stated by Mr. Hull ’bout Goal Gradient Effect, kira-kira pelanggan akan kembali ke kedai retail kopi yg mana? I bet on my words, for me, prefer the last one. Walau sama tujuannya mengisi 10 kolom tapi “feel” nya beda kalau sudah ada yang terisi duluan. Dan memang “feel” inilah tujuannya. Untuk membangun what so called “impulse purchase“. Imho yah, dan cmiiw miaw miaw.. 😁

What Motivates People - Susan Weinschenk

Well, benderang sudah. Produknya tinggal diganti apa saja. Misalnya kalimat “minum kopi 10 kali, gratis 1 kali ngopi” itu diganti dengan “mengisi pulsa 100rb 10 kali, gratis pulsa 100rb” juga bisa dilakukan. Dan jangan lupa buat kolomnya 12 kolom. Sehingga pelanggan lebih terpacu sering mengisi pulsa supaya dapet hadiahnya.

Dan apa yang dibilang tuan Hull secara psikologis, 2 kolom tambahan yang sudah distempel duluan akan membuat pelanggan termotivasi. Soalnya 2 kolom itu kita membuat seolah-olah hadiah promosi tinggal dikit lagi untuk diisi.. 😉

As my experienced, this program also works to our outlet retail. Been there, nyontek what starbucks do 😉

_____

Gitu aja kali yah. Semangat pagi para salesman yang sedang berusaha mencapai target penjualan. Inget, jika dikasih target yang tinggi itu adalah anugerah illahi, jadi nikmatilah.. Wkwkwk.. ✌️😁

Untuk ibunda Susan Weinschenk, suka sama bukunya bunda, dan izinkan saya menjura hormat untuk segenap ilmu yang sudah diberi.. 🙏😍

#SummoningAllSalesmanIndonesia
#WeGottaBeHappy
#SusanWeinschenk
#100ThingsDesignerNeedsToKnowAboutPeople

The Special Purposes:
#bikinkerenindonesia
#nuliskreatiftsel

Instagram Biggest Star in Facebook Smallest Room

Guys..

About 7 hours a go.. ^_^

Mark Zuckerberg, Sheryl Sanberg, and the most-followed person on @instagram. Yeah rite, Selena Gomez. @selenagomez followed by 78.7jt akun.

Seperti yang juga dibilang diakun @zuck & @sherylsandberg (COO facebook):

“Instagram biggest star in our smallest room. Thanks for stopping by @selenagomez”.

– – with Rizki at Grapari Telkomsel Lubuk Linggau

View on Path

Millennials At Work

Gaes..

This infographic from Bentley University. Yang menumbangkan stereotype ndak punya hasrat untuk ngobrol face to face, hanya mau ngobrol lewat gadget karena memang mereka tech-savy. Ternyata beda. They love ngobrol offline.. ^_^

Terus banyak juga pendapat (label) yang bilang that god dem millennials ndak loyal disirkumstansi pekerjaan. Pemales dan ndak kolaboratif. Dan ternyata kurang tepat juga, soalnya menurut survey Bentley “they are more loyal than we think”.

You can read here about bentley university survey, cekidot:

http://www.fastcompany.com/3039939/fast-feed/what-millennials-really-think-about-work

Malem semua para millennials..
Kami padamu lho.. 🙏😍

*tagging jendral youthers 😉

– – with Aziz, Sakti, Bakhtiar, mas bRam, and Deddy at Kota Palembang

View on Path

He Apply the Humanity

Ini meme lagi happening..
________

Someone made a report againts Helen, that she stole from a supermarket. When the policeman went to arrest her, he asked her:

Police: “what do you steal?”
She answered: “only five eggs to feed my children.”

He took her to the supermarket and bought for her some food.

She started to cry and said:
“Sir, it is too much what you do.”

The police said:
“Sometimes we shouldnt apply the law, but we must apply the hummanity.”

_____________

— well rite, dan saya terharu, touching.. 😭
— polisi baik, eh anu, orang baik selalu ada! – at Kota Palembang

View on Path