Month: August 2016

Bang Tala dan Dek Agi, Akur!

Guys..

Ini ngambil instagram punya mamah-nya. Dan saya setuju: Jarang-jarangnya anak ini berdua akur kekwkw..

“Bang Tala & Dek Agi”

😘😘😘
– – with Fanny at Kota Palembang

View on Path

Advertisements

Tuas Andon, Tetsuro Toyoda, dan Produktifitas

Guys..

Semua orang faham, menarik “TUAS ANDON” (japanese: maintenance) itu harganya mahal banget. Ini tuas untuk memberhentikan jejeran mobil yang lagi diinstall dipabrikan mobil. Begitu tuas andon ditarik karena ada masalah disalah seorang mekanik, ini hitungannya $15.000,- permenit.

Dan inilah yang enggan dilakukan Joe, karena kurang konsentrasi jadi ndak pas masang sekrup untuk lampu belakang. Sementara mobil-mobil diayunan ndak berhenti, terus bergerak. Setelah dipasang satu mobil, mobil dibelakangnya sudah menunggu.

Kebetulan sang direktur ngelihat dari kejauhan. Agak berlari mendekat, tuan Tetsuro Toyoda kemudian meminta Joe untuk menarik tuas Andon.

Sebagai informasi, selama dua bulan NUMMI (New United Motor Manufacturing Inc.) perusahaan patungan General Motor & Toyota berjalan, tak satupun tuas Andon (maintenance) sekalipun ditarik. Tak seorangpun berani nanggung resiko nambahi cost, karena faham angkanya semenit $15K guys.

Joe bersikeras ndak mau narik tuas dan malah agak maksa untuk nyekrup ditempat yang tidak pas. Dan yeah rite, Joe gagal memasang sekrupnya sementara mobil diayunan belakang sudah ngantri untuk dipasang juga.

Toyoda melihat itu kemudian dengan sabar membantu tangan Joe untuk narik tuas Andon. Berbarengan. Dan suara “berderak” mesin raksaka, tempat digantungnya jejeran mobil-mobil yang tersusun rapi itu BERHENTI, menandakan ada yang tidak beres. Semua orang kaget, soalnya baru kali ini kejadiannya.

Joe gegas memanfaatkan berhentinya mesin untuk memasang sekrup lampu belakang yang gagal dipasangnya in lead time. Dan dia bersungut karena ngerasa bakal kena semprot sama orang Jepang itu. DAN TERNYATA JOE SALAH!

Tuan Toyoda, sang Presdir, mengambil sikap sempurna, sambil membungkuk meminta maaf..

“MAAFKAN SAYA JOE..”

“Saya Mohon Maaf karena membuatmu agak memaksa menekan tuas Andon. Bukan mobilnya, tapi dirimu Joe yang paling penting. Karena kaulah yang bisa membuat mobil-mobil disini jadi berkualitas. Aku akan mensupportmu sekuat tenaga untuk itu..”

See guys, tuan Toyoda ndak mempermasalahkan berhentinyaΒ mesin yang berarti nambah cost $15K permenit. Nyang paling penting adalah Joe merasa confidence doing mistakes and try his best untuk menyelesaikan masalahnya. Kualitas menjadi nomer satu. Focus to customers yang coba diajarkan tuan Toyoda.

Kejadian ini, menjadi cerita mulut ke mulut. Dan membuat para eks pegawai “General Motor” merasa kalau inilah budaya dari “Toyota” yang mereka inginkan. Semua pegawai jadi percaya kalau perusahaan bukan fokus pada siapa yang salah, akan tetapi meng-empower setiap pegawai untuk sama-sama menjaga kualitas dalam membuat “great car”.

Yeah singkatnya.. THE MORALE WENTS UP. Semua pekerja secara moril percaya kalau Toyota mementingkan karyawannya sehingga menghasilkan produk yang berkualitas. Beda dengan masa General Motor sebelumnya.

________ actually the story stop here.. πŸ™‚

Jika mau lanjut silahkan baca tambahan dibawah.. ^_^

Kalau saya fikir..

Satu hal yang diceritakan sama “Charles Duhigg” terkait produktifitas bukan malah khawatir doing mistakes, tapi sebaliknya. Bagaimana as leader mampu memberi percaya diri sehingga fokus dikualitas. And the result mampu menghasilkan mobil berkualitas tinggi.. πŸ™πŸ˜

Sebagai informasi perusahaan NUMMI dibuat setelah GM bangkrut taon 1982. Dan 2 taon setelahnya 1984 Gandeng Toyota . Hal ini banyak dibahas di literature business case, tentang fokus pelanggan dan asimilasi culture Jepan ke America. Penjualan mobil meningkat dua kali lipat. Mogok kerja ndak pernah terjadi. Sejarah diciptakan oleh Toyota.

Source here:Β https://en.m.wikipedia.org/wiki/NUMMI

Yah, walaupun, tetap saja 2010 kemarin karena resesi mendera industri otomotif NUMMI ditutup karena beban untuk Toyota dan beberapa kesepakatan dengan labor ndak tercapai. Iyah ditutup untuk kedua kalinya ituh plants.. πŸ˜…

______ Elon Musk & TESLA

Setelah tutup, pabrik perakitan mobil NUMMI ini dibeli startup muda, sang technopreneur juga technocrat “ELON MUSK“. Perakitan mobil direnovate, dipugar banyak. Walaupun sang milyarder buat mobil juga tapi ini mobil listrik.

Iyah, TESLA, mobil listrik yang katanya the sexiest things in this universe dibuat ditempat yang sama dimana GM & Toyota buat mobil dulunya.. ^_^

See the picture: yang atas gambaran NUMMI dan gambar dibawah itu gambaran pabrikasi mobil TESLA Plants. Lebih banyak robotnya daripada buruhnya hehe..

Selamat pagi para pembaca lini masa yang pernah menarik tuas Andon, PRODUKTIFITAS bukan hanya dengan mengurangi cost, tapi stay fokus sama apa yang dituju. Gitu setidaknya Toyota memperlakukan pegawainya.. πŸ™πŸ˜

#CultureMatter #Productivity
#CharlesDuhigg’sBook

– – at Kota Palembang

View on Path

Kuliah Business Model Oleh Pak Gadang Ramantoko

Guys..

Lagi kumat rajinnya, agenda hari ini setelah cuci mobil, pengen bahas “Business Model”. Iyah suatu “ketumbenan” kalau istri saya bilang. Jarang-jarangnya saya rajin hehe.. 😁

Kemarin Dr. Gadang Ramantoko, dosen saya di Telkom University sharing buku bagus “Value Proposition Design” karangan Alex Osterwalder,Β Yves Pigneur, & friends.

Seperti yang saya sampaikan ke si Bapak kalau saya sudah punya bukunya. Dua bukunya tuan Osterwalders bahkan udah duduk manis di Kindle Apps. Dan saya juga sampaikan betapa gagal fahamnya saya memahami “fit” atau tidaknya suatu business model. Iyah, confused.

Akan tetapi, nekat, karena niatannya mau belajar, this “Value Proposition Design” ini saya coba masukkan kedalem projection Branch Bengkulu tahun lalu. Hehe.. You can see here my words:

https://abepoetra.wordpress.com/2015/10/21/buku-value-proposition-design/

Ada beberapa hal yang “kebuka” ketika si Bapak ngajar kemarin. Iyah, walau mostly tetap ndak faham juga “pain” and “gain” dan contributes to segmented pelanggan. Maklum IQ nya agak tiarap, Alhamdulillahnya englishnya juga sama buruknyah wkwkwk..

Minimalnya jadi semangat untuk dibuka-buka lagi ini buku bagus.. ✌️😁

Niatannya sih, ndak hanya berhenti di Teori. Ituh makanya kemarin dimasukkan ke Projection Branch, biar terapannya juga berhasil. Hari ini battle field nya beda, I moved to Y&C yang mana sebenernya sama. Targetting pelanggannya tetap, dan differentiatenya malah kudu menguat.

Kayak yang diskusi saya dengan mas Kunto Ghani founder “Empathic.Marketing” yang coba findout “WHY” dan “WHAT” solusi related to marketshare jika finding fact BEI nya naik dan ndak ngefect ke marketshare. Terjawab sebenernya sih.. πŸ˜…

Back to Pak Gadang. Walau saya sering masuk telat kuliahnya, but I try to catch your lessons sir. Semoga mampu mencerna setiap slide yang diberikan. Hehe.. Marketing, Sales, Products, Segmentation, Value Proposition, ndak sesederhana itu memang.. I know that!

Tuan Osterwalder help meeee.. 😭😭

– – at Kota Palembang

View on Path

Review Serial TV SHERLOCK – Season 1, Season 2, dan Season 3

Guys..

Iyah saya tauk. Saya tauk ini telat untuk ngebahas film “SHERLOCK” ini. Sudah 3 season habis tak tonton, dan season 4 belum ditayangkan (unaired).

Menurut saya ada 6 hal yang menarik dari serial film Sherlock (3 seasons and 3 episodes each, ada 9 film) :

#1. Detektif “Sherlock Holmes” adalah karya “Sir Arthur Conan Doyle”. Karena karyanya yang cetar membahana itu makanya disematkan tambahan “Sir” didepan nama beliau.

#2. Sherlock punya abang kandung, named “Mycroft Holmes”, yang diserial ini perannya adalah agent kepercayaan Inggris. Iyah Mycroft itu kayak “M” yang ngelead semua agent difilm James Bond.

#3. Sherlock ndak pernah punya temen. Iyah, adalah “John Watson” partner sekaligus temannya. Dan sherlock mengakuinya. Dan ini dibuktikan ketika mereka menyelidiki “Anjing Raksaka” atau “The Hounds of Bakersville”.

Kalimat yang buat tuan Watson sedih, ketika Sherlock bilang.. “I DON’T HAVE FRIENDS”. Dan sebelum Watson makin merajok, Sherlock imbuhkan.. “I HAVE ONLY FRIEND”. Ndak pakai “S”, ndak jamak. Iyah hanya satu saja temennya, yaitu tuan Watson. Ituh sudah cukup buat tuan Watson tersenyum.

#4. Kalau inget “Detektif Conan” sudah pasti ketebak siapa yang menginspirasi “Aoyama Gosho”. Iyah, Sir Arthur Conan Doyle. Dan buku Detektif Conan ini dari taon 1996 sampai hari ini ndak kelar-kelar.. 😭

#5. Mereka tinggalnya di “Jalan Baker Street”, rumah yang gampang sekali dikenali dan gampang untuk dihancurkan dan ditergetting kelihatannya hehe.. 😜

#6. And last, hidup Sherlock ndak akan sempurna tanpa “Prof Moriarty”, manusia yang IQ-nya muncrat juga kayak sherlock. Musuh bebuyutan yang sepadan, dan musuh abadinya tuan Holmes.

Yaps, tentu saja saya ndak menyangkal kalimat “EVERY HERO NEEDS A VILLAIN. Setiap Jagoan butuh musuh. Kalau ndak ada hitam maka ndak ada putih kan hah? Ini keseimbang yin dan yang lah.. πŸ™β˜ΊοΈ

_______ Sherlock Bunuh Diri!

Last, yang intriguing me much adalah episode “The Reichenbach Fall”, gaes!

Ini saya tonton tadi siang. Sampai dua kali. Itu adalah adegan terakhir season-2. Dimana Sherlock Holmes MATI BUNUH DIRI, lompat dari atas gedung, dipaksa oleh games Moriarty yang sudah duluan mati dengan menembakkan pistol ke tekak tenggorokannya.

Sherlock lompat dan disaksikan Dr. Watson sahabatnya ituh. Diperiksa tidak ada denyut nadi. Mati. Kaku, kepala pecah. Tuan Watson faham dia sudah kehilangan sahabatnya.

In short, didepan makam Sherlock. Setelah berdoa tuan Watson bilang lirih ke batu nisan Sherlock Holmes dengan sedih..

“Untuk kali ini saja, please katakan kamu tidak mati Sherlock. Katakanlah ini hanya bagian dari permainanmuh..”

Senyap. Dan, kamera fade out..

– – at Kota Palembang

View on Path

Review Buku Smarter Faster Better Oleh Charles Duhigg

Guys..

Yaps, everyone knows that “WORK SMART” selalu dianjurkan daripada “WORK HARD”. Dan selalu, iyah, selalu untuk saya pribadi lebih gampang membacotkan dan menuliskannya daripada praktis-nyah hehe.. *kok malah bangga yah.. ✌️😁

Eksekusi selalu jadi kunci ini saya sangat percaya. Akan tetapi kalau ukurannya bukan “bekerja lebih banyak” dan juga bukan pula pada kalimat “bekerjaΒ lebih lama”, lantas kenapa saya harus keukeuh melakukan hal yang obsolete ituh. Usang sungguh.

Consume waktu dan tenaga dengan hasil yang segitu-segitu juga.. πŸ˜…

Bekerja keras ya ndak haram. Doing basic things itu tentu saja wajib. Ini juga ndak sedang menyurutkan nafsu birahi bekerja. Ini sharing paradigma baru untuk “produktifitas”, bagaimana bekerja efektif dan ngaruh ke pencapaian.

Doing something on its place, kalau tuan Duhigg (the author) bilang itu sudah lebih dari cukup. Dan mempunyai gagasan ide yang produktif setelahnya, itu sebenernya yang harus disasar. And as the result simple:

SMARTER, FASTER, & BETTER!

Pernah ndak yah kefikiran guys, kalimat tuan Godin yang bilang “SMALL IS THE NEW OF BIG”. Atau kalimat padanannya “LESS IS THE NEW OF MORE”. Berfikirnya paradoks. Kayak smartphone or other tech-things, bentuknya makin kecil tapi kemampuannya semakin besar. Sama dengan situasi bekerja, less is the new of more terkait produktifitas.. ☺️

Finally guys..

Akhirnya 8 chapter buku ini selesai. Hehe, cupu euy, lebih kayaknya sebulan buku awesome ini masuk currently reading kindle saya, baru hari ini clear. Getting richer terkait “produktivitas”. Kalau bicara 20% teori dan 80% adalah eksekusi, then I need to accomplished 80% nya. Hehe, “produktifitas theory-nya” udah dapet bekal dibuku ini. Semoga terapannya mulus.. ^_^

Last words. Bisa jadi ada pembaca lini masa yang seperti saya. Nyang selalu digelayuti pertanyaan-pertanyaan membingungkan berikut..

Apakah harus membentuk team berisi orang-orang hebat atau yang biasa saja tapi solid? Atau sering galau kayak saya untuk menentukan target yang ambisius atau sasaran-sasaran kecil yang terjangkau? Melakukan sesuatu tanpa bertanya big picture-nya kemana? Dan lainnya, akan bisa kejawab sendiri kalau baca buku ini hehe..

CARLES DUHIGG, sang pengarang, yang menuliskan buku ini dengan riset yang dibalur dengan tutur cerita yang rapi, menurut saya dia brilian juga jenius. Saya asumsikan dia ini Yahudi. Iyah rasis memang hihi, tapi seandainya mau sekip “chapter-4 goal setting” terkait “Yom Kippur War” yang disampaikan Duhigg, yah sah-sah aja hehe.. ☺️

Itu aja kali yah..

Selamat malem duhai para kamerad Y&C sak sumbagsel. Kalau mampu, nanti saya sharing pas KOPI ISI yah. Semoga berguna.. πŸ™πŸ˜˜

Purchase this book here:
https://www.amazon.com/Smarter-Faster-Better-Productive-Business-ebook/dp/B00Z3FRYB0

#SmarterFasterBetter
#CharlesDuhiggBook
#AboutProductivity

– – with Aris, Rivaldi, Kiki, Aziz, Moh Teguh, Bakhtiar, Ferdinand, Adnan, Galuh, mas bRam, Deddy, Sakti, and Christianto Y V at Kota Palembang

View on Path

Youtubers, VLog, dan Jokowi

Gaes..

Satu saja yang ditanyakan sama Andovi Dalopez ke Jokowi, ketika para VLOG youtubers diundang ke Istana adalah:

“Pak, Kak Jo ini cita-citanya jadi presiden dari SMP dulu. Kira-kira apa yah 3 tips untuk menjadi seorang presiden?”

Yang langsung diiyakan sama Kak Jo. Btw, presiden memberikan tips untuk jadi presiden ini kok kesannya ndak serius? Wkkwkw.. Yeah rite, that’s the point. Saya jadi merhatikan istana negara itu dalemnya kayak apa. Dan jadi merhatikan pas para vlog youtubers mengunggah video mereka with jokowi.

Iyah. Saya ndak pernah lihat istana negara. Well, pernah sekilas pas pelantikan kabinet dan yeah I do not care much. Soalnya, menteri sering banget berganti. Ndak kayak zaman soeharto gampang dihafalinnya. Kalau sekarang dihafalin. Hell no.. πŸ˜…

Fyi Jovial Dalopez dan Andovi Dalopez adalah owner channel youtube “skinnyindonesian24”. Iyah, duo bersaudara yang lagu Rap INDOMIE sering dinyayikan dek Agi sama bang Tala. Dalopez production.. ^_^

Da Lopez with Da Presidente, you can see right here guys: https://youtu.be/GV169nujysQ

Niwey, ngapain sih semua VLOG atau youtubers diundang ke Istana Negara. Well, haters will answer “inih akal-akalan jokowi untuk kampanye terselubung”. Mau ngegaet anak muda.

Well yeah, eventhough those negatives from haters bisa jadi ada benarnya. Akan tetapi for me, positively, fair enough untuk dapetkan tontonan yang aweome, youth, dan rather phenomenal.

Ini gegara Kaesang pasti..
Pasti gegara dia, kerjaan siapa lagi.. πŸ™πŸ˜

– – at Kota Palembang

View on Path