Month: November 2016

Visit NARU 2016 Branch Siantar, Branch Padangsidempuan, dan Branch Padang

Gaes..

Diskusi program pengamanan target akhir tahun & persiapan NaRu 2016. VP Sumatera (bg ET) visit Branch Siantar.

Thanks untuk keramah tamahannya bang Achdiyat and all team terbaek.. πŸ™πŸ˜

Roadshow:
Medan-Siantar-Sibolga-Padang!

– – with Dian, Egi, Daniel H, 805, Embun, syawal, Erwin ο£Ώ, Adriansyah Putra Ramadhan, Faisal, Achdiat|suryana, Erwin, and Nurcahyo at Pematangsiantar

View on Path

MaxCited Telkomsel Feat Armand Maulana

Guys..

Saya paling suka sama gaya Armand Maulana (GIGI) yang ini. Tangan kanan disimpan dibelakang dan tangan kiri tegak lurus menunjuk ke atas. Bergeming. Diem aja.

Inih Sacred, lebih dari sekedar Epic gaes.. Sukak banget!

Begitulah.. Kayak sedang bicara ke langit. Kayak sedang beresonansi sama penonton juga.

Ah entahlah. You are rawk Kang Armand! Respect untuk GIGI yang sudah hadir di Telkomsel MAXCITED MEDAN! πŸ™πŸ˜

#maxcited #maxcitedmedan #maxcitedmdn #armandmaulana #medan #gigiband #telkomsel #tselmaxcited

View on Path

Motivasi Untuk Membaca

Guys..

Dua hal yang berbeda dengan aktifitas yang sama. Apapunlah yah, karena suka atau karena kepaksa, both, penting kayaknya.

Iyah guys, as long as you are reading! Mau ituh hardback, paperback, ataupun e-book ndak penting. Membaca buku, membaca orang, dan membaca yang termaktub dialam raya ini. Yang paling penting adalah “you keep reading”. Gitu katanya sih.. ☺️

_____ da’ questions & da’ answers!

Selalu pertanyaan dibaris pertama adalah: KENAPA HARUS MEMBACA? Kalau sudah membaca terus untuk apa? mau ngapain?

Jawaban kerennya: Kita membaca untuk memudahkan kita menjalani hidup ini. Membaca untuk investasi fikiran kata Ibu saya. Nah, kalau jawaban kekiniannya adalah: AGAR BISA SALING BERBAGI. Lantas the next question, untuk apa berbagi?

Pertama. Kalau kata tuan Bryan Kramer: “SHARING is a fundamental human behavior central to our survival as a human race”. (Shareology – How Sharing is Powering the Human Economy, 1st chapter, 1st paragraph, Bryan Kramer, 2016). Yes captain, untuk survive katanya beliau.. ☺️

Kedua. Banyak yang percaya BERBAGI itu supaya BAHAGIA. And I do believe that. Many leaders spare their time also money to share with others. Ada yang buat foundation. Ada yang mengajar & berbagi experience. Supaya apa? Kalau ditanya, bahagia yang dituju.

Ketiga. Kalau Dalai Lama bilangnya “SHARE YOUR KNOWLEDGE, because it is a way to achieve immortality”. Supaya bisa abadi.

_____ kenapa tidak?

Then back to “reading” again.

For me, ketika semua orang bertanya KENAPA HARUS MEMBACA, saya malah sebaliknya menanyakan KENAPA TIDAK?

Ok, lemme drag this to our work.. πŸ˜‰

Today, semua perusahaan seantero planet bumi ini sedang coba transformasi to digital. In the name of sustainability. Berkelanjutan. Supaya built to last.

Soalnya, merencanakan kematian yang indah saja akan sulit untuk company yang ndak transform. Begitu katanya Mark Raskino & Graham Waller, digital to the core, both pemikir dari Gartner. βœŒοΈοΈπŸ˜‚

Nyang buat menarik, belum banyak contohnya yang berhasil transform to digital ini. Everyone talk about TRANSFORMATION, thus talk about DIGITAL. Akan tetapi ketika diskusi kok berasa lame. Ndak nyambung. Bak ponny tails meeting, ngangguk2 tapi kosong.

Iyah sama sih..
Saya juga demikian, KOSONG! πŸ˜…

_____ reading’s challenge!

Nah guys, berangkat dari sama-sama ndak faham ini. Supaya ndak kosong. Saya dan kawan-kawan buat reading’s challenge yang kita sepakati bersama: Membaca! Hooh, IQRA, seperti perintah pertama yang dihembuskan Jibril ke hati junjungan Nabi Muhammad, oh peace be upon him.. πŸ™πŸ˜˜

Sirkumstansinya sudah pasti berbeda dan atmospherenya juga sudah pasti ndak sama hari ini. “What digital really means?” yang ditulis McKinsey simple bilang “Cara baru dalam melakukan sesuatu”. Apa sesimple Itu? Apa ndak harus di-dig supaya bisa sama-sama faham arahannya?

Makanya simple, dig sebanyak mungkin. Baca sebanyak mungkin dan fahami sebanyak mungkin. Supaya ndak empty sehingga nyaring bunyinya kayak tong kosong.. πŸ˜‚

_____ end of these cheap talks!

Oiyah, postingan ini untuk “ngingetkan” saja, ke kawan-kawan yang ditagging disini untuk reading’s challenge tentang transformasi, related to digital, tentang produktifitas, apapun as long as you are reading.

Mungkin kayak Ibu saya bilang terkait membaca, ini adalah investasi untuk dirimuh, untuk perusahaanmuh, dan untuk apa-apa yang diperjuangkan hari ini dan nanti. Aaamiinn..

Itu aja, semangat pagi duhai semua pembaca lini masa yang berbahagia karena selalu konsisten berbagi.

SO GUYS, HAVE YOU READ TODAY? 😍

– – with Ardiansyah, angger tejo, wahyudanto ο£Ώ, iLham, Yogie, and Indra

View on Path

Blog Ini Dan Ibu Suciwati Munir

Guys..

Kalau lihat Majalah TEMPO minggu ini, saya jadi teringet tulisan saya diblog 11 tahun yang lalu. Iyah taon 2005 ditulisnya.. πŸ˜…

Saya tulis tentang Pak Munir karena TIME MAGAZINES menobatkan Ibu Suciwati (istrinya Pak Munir) sebagai salah satu Pahlawan Asia karena konsistensinya.

Dan iyah, yang buat ini agak “wowing”, menggantikan kata “mengherankan”, karena bu Suciwati ditaon 2007 mengomentari tulisan saya. See her comment here:

https://abepoetra.wordpress.com/2005/10/14/a-tribute-to-suciwati-munir/#comment-1362

Kalau kawan-kawan bisa baca maksudnya, seperti yang “keempat” yang dituliskan beliau, bu Suciwati dan team kayaknya baru buat situs “Kontras.Org” atau yah blog-nya itu baru ke index dihalaman pertama (pekiwan) Google. Mungkin yah.

Dan iyah, ndak gitu ngikuti detailnya, tapi sampai saat ini, kasus ini yah kok belum selesai-selesai juga.

Saya awam. Yang ndak punya kepentingan juga dengan politik. Dan kalau dibaca muatan kasus ini sarat dengan itu. Politik? Well, justru kadang menghindarinya, males soalnya jadi kepelintir yang baik yang mana yang benar yang mana.

Iyah setuju sama kalimat ini: Apa-apa yang BAIK belum tentu BENAR. Dan apa yang BENAR belum tentu itu BAIK.

Semoga yang terbaik dari Alloh untuk bunda Suciwati. Tabik.. πŸ™β˜ΊοΈ

– – at Medan

View on Path