Month: December 2016

TELKOMSEL SIAGA NARU di Batam

Siaga Naru, sektor Batam! – with Masta, Doddy K. ο£Ώ, Egi, syawal, Erwin, and Saing at Telkomsel Branch Batam

View on Path

Advertisements

Cerita Pompeii, Vesivius, dan Awal Mula Kampanye Marketing

Guys..

Ini sharing ndak penting, yang ndak punya waktu sebaiknya ndak usah dibaca. This thing will swallow your time. Believe meh.. 😜

Beberapa hari ini, dipesawat, dihotel, kerjaan saya selain nyelesaikan games “Fieldrunners2” ya baca sejarah Pompeii. Eh, nganu ini lagi keliling NARU 2016 sebenernya kok malah baca hentah hapa-hapa yah.. βœŒοΈπŸ˜‚

Sebenernya ini gegara tuan John Egan. Sang profesor cerdas Marketing ini menuliskan kitab kekinian tentang “Marketing Communications” yang mendeskripsikan fakta kapan marketing campaign itu mulai dikenal. Buku bagus. Wortel banget dibelik.. πŸ˜‰

Oiyah guys, tuan John Egan sang pakar marketing menyebutkan satu kota: POMPEII

_____ Kota Pompeii & Vesivius

(Sebagi rujukan & gambaran saya coba resume dari surat Plinius Muda)

Seperti yang diceritakan. Gunung Vesuvius tidak pernah segarang itu. Biasanya dia hanya memberikan getaran-getaran kecil yang dianggap wajar oleh penduduk kota Pompeii. Jelas, kota ini rawan tektonis juga vulkanis. Setidaknya begitulah yang dituliskan “Plinius Muda” kepada karibnya “Tacitus“.

Tandanya juga jelas. Beberapa hari sebelum kejadian letusan besar itu banyak kejadian banyak kejadian aneh. Sumur dikota Pompeii ndak biasanya kering, ini kok malah kerontang. Puncaknya seperti tuan Plinius Muda sampaikan disuratnya. Awan megah yang besar, hitam pekat, menyelimuti kota Pompeii seharian.

Dan sore hari 24 Agusutus 79, Vesuvius mengamuk. Sang gunung membabi buta memuntahkan semua isi perutnya tanpa henti. Dan mengubur kota Pompeii. Kota paling indah di zaman Romawi Kuno ini terpendam dalam dibawah lava. Jadi kaku. Membatu.

Dua buah surat yang dikirimkan Plinius Muda ke Tacitus sebagai gambaran situasi kejadian bencana Vesivius silahkan dibaca disini:

https://goo.gl/eYhnDC

_____ marketing campaign di Pompeii

Dan kota Pompeii terkubur selama 1600 tahun sampai digali dan ditemukan kembali dengan puing-puing utuh yang hari ini jadi situs warisan dunia UNESCO.

Penggalian puing-puing kota ini menariknya banyak ditemukan hal yang membuktikan kalau marketing campaign sudah ada sejak dulu. Ini yang dituliskan beberapa ahli yang dikutip Professor Egan.

Banyak sekali ditemukan signboard (papan tanda). Seperti logo lumbung penanda kalau itu adalah toko roti, gambar booth untuk toko sepatu, gambar daging penanda itu adalah toko daging, dan lambang kambing untuk toko kebutuhan sehari-hari.

Dijumpai juga disalah satu dinding sisa reruntuhan yang digali, kalimat iklan tourism pertama kali. Barid kalimat advetorial yang memberitahukan tempat peristirahatan (sejenis hotel). Berikut kalimatnya (Russel & Lane 2005):

_______________
Traveller..
Going from here to the Twelfth Tower
There Sarinus keeps a tavern
This is to request you to enter
Farewell..
_______________

Gitu aja dulu kayaknya guys.. ^_^

Dan sebelum tulisan ini menjadi panjang dan membuat semua menguap lebar, satu hal yang harus difahami kalau saya suka pakai prinsip sang raja di Alice In Wonderland: JIKA BINGUNG, MULAILAH DARI PERMULAAN. Yeah rite, begin from the beginning.. πŸ˜…

_____Β end of scattered words

Iyah, membaca buku MarComm Professor John Egan saya fikir harusnya berlama-lama di chapter#21, the changing face of marketing communication. Akan tetapi malah saya berlarut-larut di MarComm dulu dan hari ini.

Kemudian ini coba dragging di Integrating Marketing Communications tentang brand, terlalu teoritis dibanding pengalaman saya dilapangan. Agak ngawang-ngawang dan beberapa praktik may varries kalau bicara ranah eksekusi.. πŸ˜‚

Ah, tapi sudahlah, katanya membaca adalah investasi untuk otak dan kehidupan. Semoga investasi waktu ndak jelas kayak gini bermanfaat. Hehe.. walau saya sendiri ndak yakin, hayuk kita aamiinkan.. πŸ™πŸ˜

#TarikSelimutDuluEuy
#BesokAgendaTanjungPinang

View on Path

Marcomers Sumatera

#latepost

Marketing & Communication (marcomers) Sumatera. Ki-ka : Ari, bang Syahrir, Meh, & Andi. Ini minus kak Dewi dan our newcomer Ruth.. πŸ˜‰

Oiyah gaes..

Kalau ada yang ngerasakan “hal yang baik-baik dari marcomm sumatera” itu karena Ari, Syahrir, dan Andi. Yeah rite, terbaek orang ini bertiga. Ndak osah didefine-lah, you feel it.. 😍

Akan tetapi kalau yang ngerasakan “marcomm sumatera masok angin” ituh karena saya. Nge-poisoned hasil yang sudah bagos sebelumnya. Pendatang baru yang ngebuat tumpah susu sebelanga. Doakan aja ndak masok angin badai kwwkwk.. βœŒοΈπŸ˜…

Dan tentunya. Saya percaya kalimat Michael Jordan yang bilang “Talent wins games, but TEAMWORK & inteligence wins championship”. Seperti yang bos saya bilang, kuncinya disitu. Semoga ya kami bisa kayak gituh. Kompak selalu.. Hasekkk..

Selamat hari kamis semua pembaca lini masa yang cerdas. Salam kompak selalu, dari Abie Capri.. #UdahKekDiRadioBah πŸ™πŸ˜

View on Path

Trend #OmTeloletOm Mendunia

Gaes..

Hentahlah, ini posting yang bahas today’s trend. Males ikutan sebenernyah. Iyah guys, as you know it, aneh tapi ya jadi epic bangets. Viral ndak ketulungan. Hari ini trendnya..

“OM TELOLET OM”

Ini juga diupload dihalaman billboard yang mana duluan “DJ Snake” yang twitternya dipublish disitu bilang “Om Telolet Om”. See here:

http://www.billboard.com/articles/news/dance/7632331/om-telolet-om-djs

Dan hoanjrid, ini gambar DJ kekinian Marshmello, sang pahlawan bertopeng (Masking DJ), photo bawa bus dan simpel bilang “Om telolet Om”. Wadehel.. πŸ˜‚

Haha, he got much attentions, lapyu Marshmello, lucu dan total banget.. πŸ™πŸ˜Š

#omteloletom

View on Path

Review Bear Writer Vs Evernote

Gaes..

Ini lagi mempertimbangkan mau migrating dari “Evernote” to “Bear App”. Masih mikir poin plus dan minusnya hehe.. πŸ˜‚

___ Minus, Compared to Evernote!

Ada 3 hal minusnya Bear jika dibandingkan dengan Evernote yang saya sudah pakai 6 tahun ini.

1# Bear ndak punya “voice Recorder“. Kalau di Evernote selain bisa untuk tulisan dan gambar, juga bisa rekaman suara.

2# Untuk syncronize di Evernote ndak harus bayar walau diversi gratisan di-limitasi hanya 2 devices saja. Sementara Bear harus beli yang Pro Version baru syncing over devices.

3# Penjelasan berapa kuota syncronize, berapa kuota space di Bear belum dijelaskan gamblang. Apa memang ndak pakai kuota. Ndak ada distate juga diwebnya.

Kuota hal yang penting untuk saya. You guys coba bayangkan. Evernote saya, now 1.115 notes, kalau diimport ke *.enex supaya bisa diimport ke other writing tools angkanya 1.4GB. Padahal sumpah itu tulisan dan gambar dowank, ndak ada nyimpen bokep.

Kebayang kalau Bear ndak bisa akomodir itu.

4# Bear ndak punya aplikasi on the fly di webnya. Jadi memang harus install Apps-nya didevices. Ndak bisa ngetak-ngetik diweb. Ini sih ndak terlalu significant.

___ Plus, Compared to Evernote!

Selanjutnya, ada 3 hal yang plus menurut saya jika dibandingkan dengan Evernote:

1# Suka banget sama antarmukanya Bear. It looks neat & clean gituh. Putih. Uhm, meh loves white.. 😍

2# Untuk “writing tools” basic, kur-leb sama dengan sang gajah hijau Evernote. Bahkan Bear punya “heading” yang bisa membedakan ukuran font untuk judul, subjudul, dan kontennya sendiri. Kemampuan untuk convert to DOC & PDF juga Bear punya. ☺️

3# Hal yang paling mengganggu fikiran saya adalah “pricing models“. Cukup ngeluarkan budget 20% kalau dibandingkan langganan premiumnya Evernote. Iyah, murah bangets.. ✌️️😭

In short, I satisfied enough makai Evernote. Pakai premium baru 3 tahun belakangan ini memang, tapi dari sisi experiences saya ndak pernah kecewa.

Ah tapi sudahlah, masa langganan Evernote ini juga masih beberapa bulan lagi. Ntar aja diputuskan kayaknya.. πŸ˜…

*Pelanggan gajah hijau yang galau!

View on Path