Month: April 2017

TEMPO 24-30 APRIL: AGAMA & LUKA PILKADA

Gaes..

Photo cover depan MAJALAH TEMPO (24-30 April 2017). Mengangkat tema “AGAMA & PILKADA”. Yaps, mengulas cerita opini dan fakta dibalik kemenangan Anies-Sandiaga. ☺️

View on Path

Advertisements

Photo Lama – Main Gitar di Inougurasi 2001

Gaes..

Ini photo kalau ndak salah 16 taon yang lalu. Kegiatan Inougurasi 2001 kalau ndak salah juga. Lupak.. ^_^

Hehe, looked slimmy getoh, omegod junkies lho gaes. Jadi inget dulu pas kuliah bercita-cita mau jadi musisi. Mau jadi gitaris kondang(an). Supaya famous jadi artest. Wkwkwk.. Sooo naiiieevvee banget yah! 😜

Kalau sekarang sih beda niatnya. Niatnya udah diluruskan. Sederhana kayaknya tapi berat konsistensinya. Halah. Seriously. Saya pengennya menjadi sebaik-baiknya manusia, yaitu BERMANFAAT UNTUK MANUSIA LAIN. Aamiinn.. 🙏😘

#OldPhoto #KuliahDulu
#SebaikBaiknyaManusia

– – with Yogie and Budi Perwira

View on Path

Better An OOPS Than A What IF

Guys..

Siang kemarin Pak Paulus, EVP Sumatera ngasih arahan digrup “jangan takut membuat keputusan walaupun nanti bisa salah”. Saya noted untuk “jangan takut” dan “salah”. Yang kegambar sama saya adalah kalimat seperti digambar:

“BETTER AN OOPS THAN A WHAT IF”

Yaps, ini kalau kawan-kawan di Medan bilangnya “lebih bagus minta maaf daripada minta izin”. Sounds so harsh, rite? Kayaknya santun-nya ndak dapet. Ndak sopan banget yang ngomong kayak gitu. Hehe, minta ditabok.

But let give a try to mistakes.. ^_^

PERTAMA. Kalau bicara masalah “minta izin”, well yeah rite ini sih wajib. Akan tetapi terkadang situasinya menghadapkan kita sama satu kata yang dipuja terkait eksekusi: KECEPATAN. Yeah rite, karena pengennya cepat, eksekusi malah kadang jadinya salah. Haha, I often face this silly situations.. ✌️😂

KEDUA. Bicara “minta maaf”, be candor kadang kita faham apa yang dilakukan kalau salah akan dimaafkan. As stated by my EVP yang diulanginya berulang kali. Jangan takut berbuat salah. Yang paling penting yah eksekusi sekuat tenaga dengan segenap fikiran.

Artinya sederhana guys. Eventhough your ideas will lead to something bad, akan berterima. Confidence level tinggi karena punya ruang untuk berbuat salah. Karena itu tadi, you already did your best. Kecuali eksekusi tanpa dasar dan tujuan. Ini minta maaf juga percuma. Lame sungguh.. 😆

KETIGA. Keterkaitannya dengan making mistakes yang saya fahami. Sangat setuju untuk dilakukan. Daripada diem saja menunggu yang pasti and do nothing kayak patung. Ini bisa terjerambab ke cari aman.

Again. Making mistakes, yang saya fahami adalah sebagai bahan untuk direview supaya jadi benar. Supya nantinya ndak berulang. Supaya jadi better. Bukankab inovasi itu bukan berarti invent something saja. Doing something with better way itu juha inovasi.

Intinya sih salah bukan tujuan. Dan gegara takut salah malah ngebunuh kreatifitas itu sendiri. Ini self remind untuk saya.

Artikel berikut selalu jadi self reminder kenapa membuat kesalahan itu menjadi penting untuk saya. Wkwkwk.. Soalnya saya banyak buat salahnya daripada yang benarnya.. 🙏😭

http://www.lifehack.org/299971/this-why-you-should-proud-making-mistakes

LAST, kalimat “to err is human”.

Salah itu ndak bermaksud sengaja. Katanya “to be human is err” itu benar. TAPI pastinya ndak akan saya pakai jadi moto, soalnya ini IMHO akan buat kita lemah. Buat jadi punya “reason” untuk salah ndak penting yang berulang. Berlindung dikata itu pribadi bukan tipikal saya.. 😅

Gituh sih kayaknya guys..

Selamat pagi semua persona yang pernah berbuat salah. Bisa jadi ada yang ndak setuju? Berangkali ada yang mau protest? Dan bisa saja ini artikelnya salah. Again, saya mending minta maaf duluan daripada minta izin untuk nulis ini.. ^_^

#SelfReminder #Creativity #MakingMistakes #MintaMaaf #MintaIzin #LanjotMeeting 😘

– – with Ari, dewihan, Syahrir, and Ardee

View on Path

THAT DAMN BOSS – YOU ARE NOT THE VICTIMS

Guys..

BAD BOSS – YOU ARE NOT THE VICTIMS

A friend of mine, Novan, ngajak diskusi terkait dengan Bos saudaranya yang kerja di BNI. Menurut kawan-kawan saudaranya yang jadi anak buah di Bank tersebut, bossnya mereka jerk banget. Menyebalkan sungguh. Well, saya fikir bicara hubungan atasan bawahan selalu menarik untuk dibahas. Soalnya, apapun organisasinya selalu ada case yang bernada sama.. 😊

Males memang guys. Diakui atau tidak, faktanya didunia yang fana ini (halah) banyak orang-orang yang brengsek sikapnya (jerk). Dan yang lebih buat males adalah: sebagian dari para brengsek ini malah MENJADI BOSS.. 😂

Chapter “THAT DAMN BOSS” dibuku WINNING memang nyata seperti tuan Jack Welch sampaikan. Bos brengsek itu menyudutkanmu, seakan menyuruhmu untuk resign. Ruinning your days. Tipikal bos yang “jerk” banget. Kasar, kejam, dan nyinyir ndak jelas.

Mengambil semua kredit pujian. Ndak pernah mention peran anak buahnya, karena khawatir pamornya bakal terjerambab. Kekanakkan suka marah-marah ndak berjuntrung. Ndak punya kecerdasan emosi. Pokoknya “jerk” banget.. 😅

Pertanyaanya: KENAPA sih ada boss yang bertingkah mengesalkan banget?

Well, jawabannya kadang boleh dibilang “no-brainer”. Yah, memang dia kayak gitu adanya. Si Boss mungkin baik kepelanggan dan berterima diatasan, tapi begitu memperlakukan anak buahnya kok yah ndak berprikekaryawanan. Kasar dan juga kejam.

Dan memang ndak disanggah, bos-bos yang jerk ini dipertahankan eventhough buat entropi naik, walau athmosphere jadi panas, bad to environment. Dipertahankan karena delivers numbers yang diminta. Achieve KPI yang diberikan. Dan yeah rite, kita bisa apa coba? Hehe.. TNI AD saja (Terima Nasib Ini Apa aDanya) 😂

Akan tetapi, seriously, satu hal yang harus difahami oleh anak buah yang boss-nya jerk banget. Satu hal yang saya fikir benar banget adalah:

“JANGAN BIARKAN DIRIMU MENJADI KORBAN.”

Yes, seperti digambar: You have to learn that you are not the victim. Never ever. Karena itu sama saja mendefine that we have no options. Menyudutkan seakan kita yang bersalah. Hell no, we do have the options! We have values. Segenap nilai baik.. 🙏😍

End of words. Siapapun.
Kudu ngaca supaya jangan jadi “jerk”.

Eh btw, satu hal yang juga selalu menari-nari dikepala ini adalah: jangan-jangan yang “brengsek” BUKAN boss kita, tapi yang “jerk” banget itu malah kita anak buahnya. Haha, ini beter reflect bareng. Ngaca hehe.. Jangan sampai mendulang air terpercik muka sendiri. Kampret ini namanya.

Gitu aja dulu guys, semangat pagi seluruh pembaca lini masa yang ndak membiarkan dirinya menjadi “victim”. Yes, tunjukkan ke boss kisanak semua yang “jerk” itu kalau kisanak punya value. Again, dan tentunya kisanak itu “awesome”. Sungguh! 😍

Btw guys, kalau saya brengseknya iyah dapet banget, padahal boss juga bukan. Haish what a poor person I am. Iyah, kampret banget yah.. ✌️😅

#BadBoss #WinningBook #JackWelch
#SelfReflect #HowToWin #Winning
#ReflectAgain

– – with novanharyo and Ardee

View on Path

Nonton Saban’s Power Ranger

Malem ini..

Nonton Power Rangers with My Family.. 😍

And, you can see the resume below:

Saban’s Power Rangers[3] (or simply Power Rangers) is a 2017 American superhero film based on the team of the same name, written by John Gatins and directed by Dean Israelite. It is the third film of the Power Rangers film franchise, and is a reboot that features the main characters of the original Power Rangers television series, portrayed by a new cast. The film stars Dacre MontgomeryNaomi ScottRJ CylerBecky GLudi LinBill HaderBryan Cranston and Elizabeth Banks. In the film, Zordon recruits five high school students to form a team that must stop an alien threat led by the witch Rita Repulsa.

It is the first blockbuster film to feature LGBTQ and autistic superheroes.[4][5] Franchise creator Haim Saban returned to produce the film under his investment firm. The film premiered at Regency Village Theater in Los Angeles on March 22, 2017 and was released in the United States on March 24, 2017. The film received mixed reviews from critics and has grossed $97 million worldwide.

– – with Fanny

View on Path