Better An OOPS Than A What IF

Guys..

Siang kemarin Pak Paulus, EVP Sumatera ngasih arahan digrup “jangan takut membuat keputusan walaupun nanti bisa salah”. Saya noted untuk “jangan takut” dan “salah”. Yang kegambar sama saya adalah kalimat seperti digambar:

“BETTER AN OOPS THAN A WHAT IF”

Yaps, ini kalau kawan-kawan di Medan bilangnya “lebih bagus minta maaf daripada minta izin”. Sounds so harsh, rite? Kayaknya santun-nya ndak dapet. Ndak sopan banget yang ngomong kayak gitu. Hehe, minta ditabok.

But let give a try to mistakes.. ^_^

PERTAMA. Kalau bicara masalah “minta izin”, well yeah rite ini sih wajib. Akan tetapi terkadang situasinya menghadapkan kita sama satu kata yang dipuja terkait eksekusi: KECEPATAN. Yeah rite, karena pengennya cepat, eksekusi malah kadang jadinya salah. Haha, I often face this silly situations.. βœŒοΈπŸ˜‚

KEDUA. Bicara “minta maaf”, be candor kadang kita faham apa yang dilakukan kalau salah akan dimaafkan. As stated by my EVP yang diulanginya berulang kali. Jangan takut berbuat salah. Yang paling penting yah eksekusi sekuat tenaga dengan segenap fikiran.

Artinya sederhana guys. Eventhough your ideas will lead to something bad, akan berterima. Confidence level tinggi karena punya ruang untuk berbuat salah. Karena itu tadi, you already did your best. Kecuali eksekusi tanpa dasar dan tujuan. Ini minta maaf juga percuma. Lame sungguh.. πŸ˜†

KETIGA. Keterkaitannya dengan making mistakes yang saya fahami. Sangat setuju untuk dilakukan. Daripada diem saja menunggu yang pasti and do nothing kayak patung. Ini bisa terjerambab ke cari aman.

Again. Making mistakes, yang saya fahami adalah sebagai bahan untuk direview supaya jadi benar. Supya nantinya ndak berulang. Supaya jadi better. Bukankab inovasi itu bukan berarti invent something saja. Doing something with better way itu juha inovasi.

Intinya sih salah bukan tujuan. Dan gegara takut salah malah ngebunuh kreatifitas itu sendiri. Ini self remind untuk saya.

Artikel berikut selalu jadi self reminder kenapa membuat kesalahan itu menjadi penting untuk saya. Wkwkwk.. Soalnya saya banyak buat salahnya daripada yang benarnya.. πŸ™πŸ˜­

http://www.lifehack.org/299971/this-why-you-should-proud-making-mistakes

LAST, kalimat “to err is human”.

Salah itu ndak bermaksud sengaja. Katanya “to be human is err” itu benar. TAPI pastinya ndak akan saya pakai jadi moto, soalnya ini IMHO akan buat kita lemah. Buat jadi punya “reason” untuk salah ndak penting yang berulang. Berlindung dikata itu pribadi bukan tipikal saya.. πŸ˜…

Gituh sih kayaknya guys..

Selamat pagi semua persona yang pernah berbuat salah. Bisa jadi ada yang ndak setuju? Berangkali ada yang mau protest? Dan bisa saja ini artikelnya salah. Again, saya mending minta maaf duluan daripada minta izin untuk nulis ini.. ^_^

#SelfReminder #Creativity #MakingMistakes #MintaMaaf #MintaIzin #LanjotMeeting 😘

– – with Ari, dewihan, Syahrir, and Ardee

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s