Bad Arguments – Logical Fallacy Ad Hominem


Guys.. 

Satu kegiatan sesat fikir (logical fallacy) yang paling famous dilakukan ketika berdiskusi atau sedang berargumen adalah “Argumentum Ad-Hominem”.

Dan saya pribadi akui “ad-hominem” inilah yang paling manjur untuk menggoyang dan mengaburkan tujuan dari diskusi. Yaps, singkatnya kalau mau menang serang sisi lemah orangnya daripa mendebat content diskusi yang dilempar. Haha, pathetic but true bangets.. 😂

Sebagai contoh:

_Si-A: Saya fikir program ini ndak pas dilakukan pada bulan ramadhan. Soalnya lagi puasa.

_Si-B: Ah kamu tau apa, kamu kan bukan Islam. Kami yang Islam lebih faham kondisinya.

See that, guys..

Si-B bukan menyerang argumen Si-A tapi malah menyerang pribadinya Si-A. Ini kenapa namanya ndak nyambung atau argumentum ad hominem. Bukan menjawab isinya atau memberikan fakta atau evidence yang berhubungan, eh malah nyajikan statement yang ndak nyambung. 

Sekilas kelihatannya cerdas menambahkan argumen baru dan membawa faktor agama tapi kalau sama-sama berfikir lagi, ini DUNGU namanya. Ndak cerdas blass. Kalau orang Medan bilangnya “paok”.

Well, saya sendiri bicara saja bisanya. Masih sering kejebak ditempat yang sama lho. Postingan ini adalah sharing dan juga #ngaca untuk saya pribadi.. 🙏😂

Gitu aja kali yah. Selamat berpuasa semua pembaca lini masa yang menjalankannya. Semoga kita semua terhindarkan dari “sesat fikir” ini. Aamiinn.

Gambar saya ambil dari buku ini: 

#BadArguments #Books #AliAlmossawi #LogicalFallacy

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s