Alchemist – The Crystal Merchant & Santiago

Sang penjual pecah belah (The Crystal Merchant) bilang kayak gini:

“The Prophet gave us the Koran, and left us just five obligations to satisfy during our lives. The most important is to believe only in the one true God. The others are to pray five times a day, fast during Ramadan, and be charitable to the poor.”

Sang penjual ndak melanjutkan. Dia diem. Sang pemuda juga diem. Sesaat kemudian Santiago, si pemuda petualang pengembala kambing, melihat sang penjual pecah belah itu malah sesenggukan menangis. Si Pemuda jadi penasaran. Menunggu apa yang menjadi oblogasi kelima?

Soalnya sang penjual pecahbelah menjelaskan bahwasannya Alquran menjelaskan yang nomer satu adalah percaya hanya satu tuhan. Kedua shalat lima waktu, ketiga zakat, dan keempag puasa dibulan ramadhan. Itu aja. Dan yang kelima membuat sang penjual sesenggukan itu apa? What’s become the fifth obligation?

Sang pemida coba diem aja memperhatikan sang penjual pecahbelah larut dalam kesedihannya, dan berharap beliau melanjutkan kalimatnya. Dan yah, ndak lama sang penjual menjelaskan:

“Mecca is a lot farther away than the Pyramids. When I was young, all I wanted to do was put together enough money to start this shop.“

Nah, ternyata sang penjual pecahbelah terharu melihat si pemuda petualang, yang belel dan ndak punya uang sedikitpun itu tapi punya niat kuat ke mesir untuk lihat pyramid. Sang penjual pecahbelah itu kagum beneran kagum.

Si pemuda punya tekad kuat untuk pergi ke pyramid. Kayak ndak tau diri. Uang juga ndak punya. Tapi hal itu yang mengingatkan sang penjual pecahbelah kalau dia dan sipemuda punya niat yang sama. Bedanya dia “hanya berniat” tapi tidak bertekad kuat dan semangat untuk mewujudkan mimpinya untuk pergi ke “MEKAH”. Sementara si pemuda begitu gigihnya.

Satu hal, yang lantas dibisikkan ke hatinya saat itu juga adalah janji: “AKU AKAN PERGI KE MEKAH, seperti yang diperintahkan oleh Alloh”. Seperti tekad si Pemuda.

Ahay guys, pribadi, saya salah satu dari jutaan orang yang terinspirasi sama percakapan Santiago dan Sang Penjual Pecahbelah (Crystal Merchant Owner at the hill). Mengingatkan obligasi ke-5, pergi ke tanah suci. Dan Insha Alloh ndak hanya berhenti di niat saja.

Aaminn.. 🙏☺️

— Percakapan Sang Penjual Pecahbelah dan Si Pemuda Pengembala diambil dari buku “The Alchemist” yang ditulis oleh begawan kata-kata “Paulo Coelho”.

.

Advertisements

Sit Down and Read, Educate Yourself

Guys,

Quote dibawa ini bagus.. ^_^

SIT DOWN & READ, EDUCATE YOURSELF FOR THE COMING CONFLICTS! — Marry Harris “Mother” Jones (1837 – 1930)

Hal sederhana yang harus dilakukan kata Mother Jones adalah: “Duduk dan membaca, belajar terus untuk konflik yang bakal dateng.”

http://zenpencils.com/comic/149-mother-jones-sit-down-and-read/

What a nice quote!

Multitasking, Serial Tasking, and Automatic Pilot

Uhm..

Jadi sebenernya secara scientific ndak ada yang namanya “multi tasking”, yang ada adalah tasks yang dikasih “priority”. Variabelnya tentu saja waktu.

Gambarannya. Gitu selesai task-A pindah ke task-B, begitu seterusnya. Yeah rite, ini adalah “serial tasking” yang dilakukan runut based on priority gaes. Concious. Sadar kalau itu pilihan dan by design.

Pertanyaan umumnya adalah kenapa ada dua aktifitas yang bisa dilakukan sekaligus diwaktu yang sama ndak pakai “skala prioritas berurut”. Katakanlah, kita bisa ngobrol sambil menyeruput kopi hangat. Atau misalnya kayak sekarang kita bisa “baca postingan ini” sambil “berjalan” dan juga sambil “ngemil nasi goreng”. Halah.

Well, seperti yang dijelaskan digambar, itu bisa terjadi karena “habits yang berulang” sehingga menjadi “automatic pilot” atau “OTOPILOT”. Kalau secara terminologi neuro-sciencenya ini dimungkinkan karena bagian otak inti basal mengambil alih fungsi cortex. So, we can execute activities without even thingking about them. Ndak pakai mikir.

Jadi yang menjadi catetan apa?

Well, kesimpulannya yah please stop berlagak bisa multi tasking. Karena menurut research malah akan jadi berantakan semua yang sedang dikerjakan. Berantakan guys. Apapun terminologinya. Something that you need to do is one thing: serial tasking. Ahai.. 😉

Dan pertanyaan yang hakiki paling mendasar adalah “seberapa cepat” bisa menyelesaikan task yang diberikan?

Demikian guys. Selamat malam semua pembaca lini masa yang lagi mengemban amanah perusahaan. Inget satu hal, lakukan serial tasking yang diberikan dengan sangat cepat.. ^_^

(Picture taken from “Principles”, a book from Ray Dalio.)

Bye Bye Scoop, Welcome Gramedia Digital

Yeah rite,

Bulan November tahun lalu saya complain ke SCOOP karena Majalah TEMPO & Apple Magazine ndak bisa didownload. Yang buat heran yang jawab kok Gramedia bukan Apps Foundry kayak biasanya. Eh ternyata memang udah siap-siap mau pindah.

Sebenernya memang udah saya duga lama. Sejak taon 2013 kalau ndak salah Gramedia bertransformsi. Salah satu initiative programnya adalah melakukan funding distartup penyedia buku elektronik.

Pilihannya pada saat itu adalah “wayang” dan “scoop”. Mereka niatnya inject 21M ke salahsatunya. Dipilih Scoop karena Wayang dianggap ndak siap. Kalah banyak varian buku dan varian majalah yang kerjasama. Eh btw wayang kayaknya mati suri, entah kemana rimbanya yah? 😆

Ndak faham berapa Gramedia bayar untuk mengakusisi keseluruhan Scoop (soalnya semua logo and brand identity ganti). Nyang pasti 3 hari yang lalu, icon Scoop di iPhone saya berubah menjadi huruf “G” besar warna biru. Iconnya Gramedia Digital.

Well, what a nice move menurut saya. Memang sudah seharusnya ngarah kesana. Jualannya digital. Soalnya kalau ndak gitu bakal mati. Yaps, supaya built to last. Bye bye Scoop, Welcome Gramedia Digital.. ^_^

Happy e-Reading everyone.. 🙏😍

.

What it Takes to be A Great Leader – Rossalinde Torres

Oh gaes..

Pertanyaanya kayak gini: “SO, WHAT MAKES A GREAT LEADER IN 21st CENTURY?” Ini kalimat pembuka TEDtalks Rosalinde Torres, managing director of BCG Consulting, didepan peserta TED conferences di vancouver, Canada.

Sepengalaman beliau “Leadership Development Programs” atau LDP hari ini kebanyakan diambil dari “success model” masa lalu, bukan role model hari ini, bukan juga didesign untuk modelling leader dimasa yang akan datang. Shaping the future, not just reacting to it. Itu harusnya kan yah.

Kesimpulan ini diconduct dari 4000 perusahaan yang punya LDP. Dari hasil riset 25 tahun didapati 58% dari perusahaan-perusahaan tersebut malah punya kritikal gaps terkait leadership. Ndak ngaruh. Ndak ngefect. And THEY STILL FAILED untuk menumbuhkan para leader baru. 😅

Singkatnya gini guys, dari hasil research-nya, bunda Torres ndak mempersalahkan LDP tapi beliau mengajak kita untuk Re-think ke tujuannya. Dan beliau juga coba mendefinisikan SOSOK LEADER HEBAT dengan 3 pertanyaan berikut:

1# Where are you looking to anticipate the next change?

2# What is the diversity measure of your (professional and personal) network?

3# Are you courageous enough to abandon a practice that has made you successful in the past?

Kemudian sebelum ending, konklusi akhir, dipenutup bunda Torres ngasih kalimat ini:

—— I’ve met many leaders, and they are stand out. They are women and men who are preparing themselves not for the comfortable predictability of yesterday, but also for the realities of today, and all of those unknown possibilities of tomorrow. ——

Gitu guys. Selamat menjalani kemungkinan yang ndak pasti diesok hari para great leaders. Have a nice uncertainty journey then.

Banzai.

.

Ini tentang darimana datengnya sebuah ide atau gagasan. Where the ideas come from. Seperti yang saya kutip dari buku SLIDE:OLOGY yang ditulis oleh bunda Nancy Duarte, kalimatnya begini:

“The best place to start is not with the computer. A pencil and a sheet of paper will do nicely”.

Ini kalimatnya bener banget. Kadang justru ide atau gagasan itu malah datengnya dari sketch kasar (baca: oret-oretan) menggunakan pensil/pena dan kertas. Bukan malah dari computing machine yang canggih.. ✌️😁

Kayaknya old-school banget yah gaes. But believe me, it works. Banyak sih, hari ini, yang saya lihat perlu kertas dan pinsil untuk menggambarkan atau menuliskan idenya.

Salah satu yang saya kenal adalah bos saya. Setiap beliau kefikiran ide apa, buru-buru nyari kertas dan pensil untuk “digambar dan dituliskan”. Khawatir idenya ngilang. Takut mood-nya juga nguap. Soalnya kalau ndak dicatetkan seringnya malah lupa. Precious moment ini. It won’t come twice. Sayang kalau berlalu.

Dan saya faham banget, metode “manual” kayak gini malah seringnya menghasilkan ide-ide yang awesome. Gitu sih kata bunda Duarte gaes. And I believe that. Soalnya saya juga sama, suka manual juga. Lagian, bukankah pepatah lama bilang “ikatlah ide dengan menuliskannya”.

Eh itu “ilmu” yah bukan “ide”. ✌️😅

Selamat malem para pembaca lini masa yang punya ide-ide brilian. Please itu idenya jangan sampai dibiarkan mendem yang mana hanya tuhan dan kawan-kawan sendiri yang tau. Jangan egois. Biarkan dunia tahu. Share it and then let it flourish.

Tabik.. 🙏😍

*tagging ma-boss ah.. 😊

.

Sometimes the Questions are Complicated – Dr Seuss

Guys,

Seperti kalimat yang terlihat digambar..

“SOMETIMES, THE QUESTIONS ARE COMPLICATED AND THE ANSWERS ARE SIMPLE”
~ Dr. Seuss, sang pendongeng!

Yaps, kayaknya cetek tapi sebenernya ini dalem lho guys. Saya coba rangkum dalam 2 (dua) hal saja. Apapun pemikiran kawan-kawan semua silahkan saja di-shoot. Kalau beda justru memperkaya. Ndak ada salah dan benar yah. 😅

1# KEHILANGAN PRIORITAS

Quote bagus ini sengaja di-address ke orang-orang yang melakukan hal kompleks yang sebenernya ndak perlu.

Mereka mencoba mempertanyakan “semuanya” agar yang ada disekitarnya. Dan lugu-nya lagi, atau malah naifnya, biasanya orang-orang inilah yang malah kehilangan poin-poin penting karena mengkhawatirkan semua pertanyaan-pertanyaan itu.

Sampai sini faham? Well, kalau ndak faham yah ndak papa. Ini yang nulis juga bingung chokk. Wkwkwk..

Singkatnya gini. Ada hal yang ndak harus ditanyakan. Bukan berarti ndak boleh ditanya. Ada juga hal-hal yang ndak penting walaupun sudah dijawab. Haha, seringnya ini malah akan mengaburkan prioritas sehingga melebar dan tidak fokus.

Yes, everyone has the same 24 hours lho. Artinya kalau saja ada yang punya sehari 36 jam, yah bolehlah mempertanyakan semuanya. Prioritasnya bisa dilebarin.

2# SUDAH NEMU JAWABANNYA

Banyak juga yang mengartikan quotes ini dengan “yes, you already know the answers”. Sebenernya butuh penegasan saja karena jawabannya udah kefikiran.

Hehe, be honest ini saya juga. Kadang solusi dari hal-hal kompleks udah kefikiran. Ndak sulit kok untuk dijawab. Akan tetapi sedikit ragu dengan jawabannya. Butuh “suara” positif untuk meyakinkan diri sendiri. Supya firm and be bold.

Gitu kayaknya guys. Serumit apapun pertanyaannya seringnya jawabannya simple. Jawabannya malah sudah ada. And last, sebagian orang percaya, terkadang yang terbaik itu justru tidak bertanya apa-apa.

Demikian guys.

Salam olahraga semuanya.. ^_^

.