Posts by abepoetra

"Abdi J. Putra" well known as "Abe Poetra". Suami dari Fidia Rimasari dan diberi tanggung jawab 2 anak, bang Tala & dek Agi. Saat ini bekerja di Telkomsel sebagai Salesman.. ^_^

How to – Michael Bierut

Guys, pribadi saya suka pake ngets buku ini. Buku ini akan mencampakkan dirimu ke insight-insight baru yang membakar semangat. Halah. Yang menyenangkan adalah, Tn. Michael Beirut akan nabrak ego-ego mu yang ndak penting.

And well, Tn. Beirut faham banget “design is always subjective ever”. Artinya suka ndak suka juga. Beliau fikir bagus ternyata dipandang sampah, dan dia merasa karyanya sampah eh malah dipandang emas. Haha, akan tetapi design is design dan selalu ada “taste” disana.

Wajib dikoleksi ini. You will soon understand what become the background of the masterpiece. Semua design ada ceritanya, dan setiap cerita selalu ada phenomenal artist dibelakangnya. Love it mah kalu saya.

Btw guys.

Ada 2 hal saja yang mau saya kritisi untuk buku ini:

1# The title says “How to” in really big letters, but it is not a how to book. Yah, yang suka Tn. Beirut pasti faham itu gayanya. Nah, yang ndak fans-nya pasti confused karena memang ini bukan buku “how to”. Haha.. 😆

2# Buku ini wajib punya. Karena ngasih informasi yang kuat sekali tentang design. Akan tetapi, akan cilaka kalau beli yang kindle version, lumayan berantakan. Etapi gampang sih, update latest kindle Apps then redownload. Ini biasanya dah OK.

Again, Tn. Beirut ini menurut saya midas di environment design. Apapun yang disentuhnya akan membahana kemana-mana. Salute. Do respect for him. 🙏

Regards,

Abdi J Putra — ABIE

— Bukan designer, tapi Marketer!

— Your friendly neighborhood

Advertisements

Einstein, ZBO, & Zeroing The Past

Oh guys. Albert Einstein’s words ring true today. Lakukan hal yang sama then you will get what you always got. See the pict.

Tambahannya:

“A warning for companies trying to drive growth & profitability in disrupted markets by looking at the past instead of designing the future.”

Apa yang dibilang Tn. Einstein ini relevan dengan kondisi semua perusahaan hari ini. Pilihannya selalu saja ada dua. Berubah atau meninggal senyap tak berbekas ditelan kegelapan malam.

Btw guys, pemikiran Tn. Einstein itulah yang mendasari Accenture (ahli nujum isinya orang-orang cerdas yang bisa meramal masa depan) membuat sebuah konsep.

Yes, a concept that they call:

“ZERO BASED ORGANIZATION”.

Lantas apa itu ZBO dan bagaimana ini bisa menolong supaya ndak meninggal senyap tak berbekas ditelan kegelapan malam?

Well, sebenarnya Kebanyakan perusahaan ngarep masih bisa hidup dan bertahan dengan cara-cara lama. Kalau istilah EVP saya “Ndak muvon blass”. Yes, ndak designing for the future.

Disini permasalahannya. Makanya saran dari Accenture adalah: ZEROING THE PAST. Ini yang jadi kuncinya sih.

Mengosongkan masa lalu, gaes. Melupakan kesuksesan yang dulu pernah kita buat. Menganggap “kejayaan-kejayaan” masa lalu itu ndak pernah ada, itu berat. Beneran. Itu ndak mudah. Soalnya ini bicara mindset yang leader senior juga sering kepleset.

Begitu sih pesannya, guys!

Kalau saya, ndak gitu susah melepaskan kejayaan masa lalu. Soalnya ndak pernah merasa berbuat jaya dimasa lalu.

Hehe.. ✌️😆

Abie,

— Salam kompak & jayalah selalu

Marketing Adalah Kontes Cari Perhatian

All companies do marketing. Yes, semua perusahaan punya kegiatan marketing. Ada yang berhasil. Banyak juga yang buang-buang uang mubazir. Jadinya GG. Dan ada juga yang “clueless” ndak faham mau ngapain. The latest one is pathetic.

So guys,

what does marketing really means?

Well, intinya menurut Tn. Seth Godin (Marketing Guru) Apapun kegiatan marketingnya, yang dilakukan tujuannya satu aja: BUYING ATTENTION. Yah, beliau bilangnya “marketing is a contest for people’s attention”.

Marketing itu seperti sebuah perlombaan mencari perhatian. Itu saja katanya. Setelah dapet perhatian, then sales will comes naturally.

Siapa sih marketers yang akan jadi pemenang dari lomba mencari perhatian ini. Kalau kata Tn. Godin, ada beberapa kriteria pemenangnya (4 types):

Mereka yang menjual experiences. Yah trend hari ini seperti yang saya tuliskan juga adalah “Do not sell the product, but sell the experiences”. Artinya tujuan utama adalah pengalaman, behasil menjual produk itu sebenernya impact.

Marketers yang punya prinsip “be a friend to get a friend”. Well yeah, authentic natural to the bone. Ndak pura-pura. Ndak ngasih ekspektasi berlebih. Yes, jika kamu temen saya, saya ndak akan ragu beli dari kamu.

Marketers yang faham customer centric itu apa. Yes, marketers yang faham apapun produknya dan bagaimanapun tipe pelanggannya yang harus dilakukan adalah “mendengarkan”. It is kinda the important meet the urgent. Wajib dan mendesak.

Marketers yang selalu faham target market selalu berubah. Apalagi hari ini market as you know it udah usang. Artinya wajib update, wajib faham kerumunannya berada dimana. Shifting kemana wajib tahu. Rule of the games harus difahami dengan baik.

Yeah, bisa dipastikan kawan-kawan pasti faham. Hari ini, dilautan pasar yang penuh dengan derau (noise), mau ndak mau para marketers wajib membuat breakthough atau ide-ide segar untuk memenangkan “attention” market. Untuk bisa berdiri megang diatas kerumunan.

Sebenernya intinya sama sih dengan literatur2 yang lain. Fahami pelanggannya dulu, kemudian lakukan engage dengan mereka. Setelah engage they will soon LISTEN YOU. Yes, for sure, then they WILL BUY from you. Gitu sih sikliknya.

Selamat wiken semuanya..

Abie — Marketers sendok & garpu!

Quotes: If There Is No Wind, Row!

Suka sama quotes ini.

Kalau ndak ada angin, yah kayuhlah. Berusaha bergerak. Ndak usah ngarep nunggu dateng angin mendorong, bukan termangu dan berhenti ditengah ketidakpastian.

Neva stop in the middle of nowhere. Khawatirnya seperti limbo, gelap ndak bertuan. Meraba mau kemana. Habis waktu.

Quotes ini menginspirasi saya banget, lho guys. Apapun yang terjadi, nasehatnya selalu sama. Coba semua usaha sekuat tenaga untuk bergerak. Untuk maju. Untuk mencari solusinya apa. Untuk membuktikan everything is possible.

Apapun masalahnya, apapun kesusahannya, betapapun kerontangnya, bagaimanapun badainya, semuanya pasti akan berlalu.

And remember one thing: “God does not give us problems which we can not resolved”. Masalah kerjaan. Masalah kehidupan. Akan nemu solusinya (jalannya). Gitu sih katanya.

Hepi wiken semua pembaca lini masa yang selalu bergerak dan ndak diem aja menghadapi permasalahan.

Hasekk.. ✌️😆

#SelfInspiring #SelfRemind #Berusaha

#SekuatTenaga #MoveOn #MencariSolusi

Books Are By Grant Snider

Saya percaya kalimatnya Pramoedya Ananta Toer, dan yah sering juga saya tuliskan, terkait apa yang harus dilakukan MANUSIA di muka BOEMI ini. Pertama ‘iqra’ atau ‘membaca’ dan yang kedua adalah ‘hijrah’ atau ‘muv-on’. So simple tapi megang bangets.

Saya juga percaya sama Margarett Fuller yang bilang “if you are going to be a leader, you have got to be a reader”. Atau singkatnya dia bilang “TODAY A READER, TOMORROW A LEADER.” Yaps, gitu sih katanya, gaes.

Well, last gaes.. saya juga setuju sama kalimat jenaka teman saya yang bilang “jangan banyak membaca, soalnya nanti bakal banyak yang lupa”.

Dan saya setuju juga sama kalimat satire beberapa orang yang bilang “too many books will kill you”. Haha ini true bangets, makin banyak yang dibaca malah makin confused. Terkadang mending ndak tau apa-apa. Ndak pusing. Ndak buat ego tumbuh subur.

Oiyah guys, related to the sketch by Grant Snider. Satu yang lupa Tn. Snider gambar disitu adalah: “Buku adalah ganjelan pintu.” Yaps, untuk ngganjel pintu menggantikan bata merah yang dilapisi kertas kado. ✌️😆

Tabik.. 🙏

Komunikasi Menurut Eric Schmidt

Begini kesimpulan Tn. Schmidt tentang bagaimana para leaders berkomunikasi.

______

“COMMUNICATION is as important as decision making, and like decision-making it is something that MOST LEADERS think they are good at. THEY ARE MOSTLY WRONG”

Eric Schmidt, CEO legend of Alphabet Inc (dulu namanya Google)

______

Katanya Tn. Schmidt ‘komunikasi’ sama pentingnya dengan ‘pengambilan keputusan’. Dan seperti pengambilan keputusan banyak leaders yang mereka fikir bisa padahal mereka ndak bisa.

Yeah rite, kasih u, i, dan b untuk kata “mereka fikir mereka bisa, padahal ndak”. Haha miris memang.

For me, leader yang ecek-ecek, statement beliau jadi #selfreminder pagi ini. 😅

And, guys, we come with these silly questions. Yang kefikiran adalah berikut.

Jangan-jangan as a leader, kita bisanya hanya monolog saja bukan dialog. Jangan-jangan kita hanya mampu ngegas kemaruk karena punya jabatan tapi mendengarkan gagal bangets. Marah-marah ndak penting nunjukkan ego yang menganga dan buat kelihatan gap ketidak becusan kita sendiri.

And last. Jangan-jangan kita sebenernya leader kampret yang ndak pantes nyandang title leader itu sendiri. So sad thus so bad!

Hehe gitu aja. Selamat pagi semua leaders yang lagi belajar ndak jadi leader kampret. Inget satu hal: berkomunikasi itu penting. Dan konon khabarnya, mendengarkan adalah komunikasi yang paling baik.

Tabik. 🙏😘

#CommunicationIsMatter

#WeAreLeaders #EricSchmidt

#SelfReminder #EnergizeOthers

Values Vs Hours of Efforts

_____ Ini bicara tentang values, guys!

Menjadi seorang artist dari kacamatanya Tn. Seth Godin adalah memiliki value yang remarkable. Yang membahana dan dirasakan oleh sekeliling kita. If you have remarkable values then you are an artist. Simple aja.

Dan untuk menjadi artist ada 2 saja variabel yang bisa dituliskan, guys.

1# Quality of (insert your values here)

2# Hours of Effort

Sederhananya gini. Karena “values” itu ndak dijual di indomaret akan selalu butuh usaha. Yes, quality untuk value apapun selalu butuh “effort” dan ini investasinya mahal. Waktu. Butuh waktu yang ndak singkat untuk ngebangun values.

_____ Bentuk value itu apa dan bagaimana?

Well, bisa jadi bentuk value itu ngomong keminggris lancar kayak bulek, pronounce-nya ndak buang sedikitpun. Ada juga bentuknya kemampuan bicara dengan diafragma yang magis menghipnotis. Ada juga yang punya value mampu menginfluence orang dengan ide dan gagasannya. Ini diperlukan untuk team sales & marketing.

Mungkin juga bentuk value itu selalu punya framework cemerlang dan proven untuk diterapkan dimana-mana. Ini value bangets gaes. Bisa menulis puisi bak Khairil Anwar itu juga value.

Main piano layaknya virtuoso yang jarinya kemana-mana tanpa bayangan gitu itu juga salah satu dari value. Menari seperti Tn. Jagger itu juga bisa dibilang values. Apapun itu you name it lah guys, yang menonjol dari dirimu dan diatas rata-raya orang lain itu values, guys. ☺️

_____ Stand out from the crowd

Yes, dia variabel di atas itu buat yang lain berada di level average. You guys, dengan value yang dikenali itu akan jadi ‘stand out from the crowd’. Dan ini ndak mudah. Ndak akan pernah mudah. Perlu proses pastinya. Kalimat pamungkasnya: proses ndak akan pernah mengkhianati hasil. Sudah pasti.

Well last, pertanyaanya adalah apakah kita mengenali value kita masing-masing? Apakah bermanfaat untuk sekitar kita atau lingkungan kita hidup dan bekerja?

Untuk kamu yang ndak kenal value-nya apa, oh please dikenali dulu. Take your time-lah, because EVERYONE IS AN ARTIST, and for sure, this earth is (still) round, ndak usah galau.. ✌️😆

Tabik.

#Linchpin #SethGodin #Indispinsible

#AboutValues #Artist #Books

Small Note:

— In recent years, the marketing guru Seth Godin has used the terms “artist” and “art”. He speaks of a business as “an art” and the leaders as “an artist”. 😍