Posts by abepoetra

"Abdi J. Putra" well known as "Abe Poetra". Suami dari Fidia Rimasari dan diberi tanggung jawab 2 anak, bang Tala & dek Agi. Saat ini bekerja di Telkomsel sebagai Salesman.. ^_^

Imagine The Unimaginable

Kalimat “membayangkan yang ndak terbayangkan” ini dalem maknanya. Jujur, kadang ngebingungin malah. ✌️😂

Haha, ini sama confusednya untuk memahami statement “melihat yang tidak terlihat” dan kalimat satunya lagi “membaca yang tersirat bukan yang tersurat”.

Katanya Tn. Eric Schmidt sih ini harusnya hal yg utama untuk para leaders, bukan adendum.

Well saya kenal yang suka “imagine the unimaginable”, a friend of mine, Pak Paulus Djatmiko pas bangets sama yang diceritakan Tn. Schmidt ini. Tapi kalau sang EVP Telkomsel Area Sumatera itu nyebutnya: NERAWANG.

Sounds eksotis yah.

Apapun istilahnya, yunemit lah, intinya seeing the future kebanyakan orang ndak mampu. Melibatkan banyak variabel soalnya ini. Ndak hanya harus faham symptoms, experiences, banyak-banyak iqra, dan kadang malah segregasi yang ndak melebar.

Dan saya termasuk kebanyakan orang, ndak mampu. Makanya saya bilang it needs time, to learn something that called “nerawang” itu. Hehe semoga mampu..✌️😆

#HowGoogleWorks #EricSchmidt

#JonathanRosenberg #Books

Advertisements

Books : My Recent Reading (Kindle)

Kemarin, temen saya nanyak..

Buku apa sih yang terakhir saya baca atau saya buka-buka. Well, guys.. Lucky meh, kindle itu punya “recent read” (eh, semua AppsReader kayaknya punya yah). Sehingga memudahkan untuk dicapture.

Gosah ditanyak juga, apakah saya faham semua ratusan buku yang tak belik dan tak baca itu. Tbh. Seringnya gamang, yang nulis statement ini si anu apa si anu yah. Atau kadang ketuker title sama author nya haha.. Aging factor lah. Dan untungnya respository digital, bisa di-summon kapan aja.. 😍

Ketika lagi butuh ngomongin “Change Management” saya panggil Tn. Kotter. Waktu ada yg ngajak diskusi tentang design, saya kiblatnya ke “Ogilvy”. Atau misalnya ada yg nanyak content & context presentasi, bunda Nancy Duarte yah juaranya. Yah kayak gitulah guys. Kapanpun dimanapun. Dihital gitu lho..

Katanya guys, ikatlah ilmu dengan menuliskannya. Yaps, saya setuju, makanya ada beberapa yang protest juga thread atau postingan blog saya kok ngebahas buku melulu. Haha, saya ndak jual es krim memang jadi ndak bisa buat semua orang senang (Steve Job’s quote).

Last words..

Ini sudah pernah diingetkan sama ibu saya, begitu banyak membaca terkadang jatuhnya jadi sombong. It is hard to push your ego down. Seolah tau semuanya, padahal masih cetek. Dangkal semata kaki dah sok mau pamer. Iyah, lame sungguh.. 😂

Iyah, jadi banyak bacot. Jadi nyinyir tudemaks. Haha that’s me-lah. Ndengerin orang bukan karena memang ndengering tapi lebih pada mau gegas nge-jawab. Absurdlah gais.. 😭

Ngosongin gelas atau ngerasa ndak tau apa-apa adalah kunci. Dan karena ndak mau terjerambab ke arah itu, udah hampir 5 apa 6 tahun belakangan ini saya “belajar mendengarkan”. Kalau teman saya bang Jackson Sihombing bilang: KAU PASANG MUKA PAOK AJA.

Wkwkwkw.. Bang Jack bener, setelah bertahun-tahun masang muka paok, belakangan saya merasa jaooohh lebih bisa mendengar. Lebih bisa belajar. Lebih bisa ngosongin gelas. Ndak songong sok teung yang ndak penting.

Buku adalah buku, dan ndak humanis ketika temenmu ngomong kau motong seenak udelmu guys. Walau dia kemungkinan besar salah. Yes, we always have our time. Ngebenerinnya pas giliran kita bicara saja.

Gitu kali yah..

Ih, kok jadi panjang yah? See, bacrit banget yah. Nulis postingan ndak penting ini aja banyak bangets kalimat yang dituliskan. Ah, mohon dimaafkan.. 🙏😘

Tabik,

Abdi J. Putra — ABIE

*And guys, terimakasih sudah membaca sampai bawah ini..

Big Or Small Idea

Yes, all you need is a BIG idea.

Saya setuju banget.

Akan tetapi menurut saya, imo, ndak usahlah risau memikirkan BESAR atau tidak ide yang digagas. Karena semua ide itu owhsem.

Bener memang harus BESAR to get massive impact. Yang ndak bener adalah terlalu sibuk mencoba mikir yang “besar” malah khawatirnya kitanya jadi ngeblank. It feels empty. Suddenly.

Khawatirnya juga, it will kill your confidence level. Beneran, terkadang jadi ndak pede. Rada minder karena khawatir idenya ain’t big enough. Semoga saja tidak yah.

Saya fikir ide ndak bisa diukur pakai metric “besar & kecil” saja. Walau small tapi selalu dilakukan bisa jadi something big. Yep, konsistensi jadi kata kuncinya.

And, vice versa, walau idenya besar banget sebesar Gaban atau Utraman tapi ndak dikerjakan yah sama saja kan yah. Berhenti di wacana saja ini mah.

Itu mungkin gaes..

Selamat pagi kalian semua pembaca lini masa yang sedang meng-eksekusi ide ohsem masing-masing.

Tabik,

Abdi J. Putra — ABIE

Follow me here — @abepoetra

Blog — https://abepoetra.wordpress.com

Books: The Making of A Manager By Julie Zhuo

Saya sudah dari taon kapan ngikutin Julie Zhuo ini di Medium. Saya kinda fans-nya gitu, guys. Kipas anginnya Ny. Zhuo hehe. Pastinya guys, sekitar 4 tahun yang lalu saya menuliskan pemikirannya di blog saya. See here:

https://abepoetra.wordpress.com/2015/09/01/average-manager-vs-great-manager-julie-zhuo/

Well, finally, seperti dugaan saya, dia menuliskannya juga. Menjadi sebuah buku yang utuh. Dan “The Making of Manager” yang ditulis Julie Zhuo (VP of Product Design at Facebook) based on her experiences.

Tulisannya authentic. Tentang apa yang dirasakannya. Tentang kegalauannya dalam mencoba praktek dari buku-buku leadership yang dibacanya yang ketika diterapkan ternyata berbeda dengan kenyataanya. Ahay.

Iya, menjadi menarik ketika Ny. Zhuo sharing bukan hanya keberhasilan ngelead-nya saja, tapi juga cerita kegagalan-kegagalan yang dialaminya ketika memimpin team design facebook itu renyah diceritakan.

Oiyah guys. Disetiap chapter dikasih sketch bagus untuk coba mendeskripsikan big picture content didalemnya.

Ndak usah saya gambarkan lagi, she is a story teller. Cara berceritanya bagus banget. Love it much. Yes, buku ini worth to buy lho guys.

Menurut saya, Ada 2 (dua) tipe buku tentang leadership.

TIPE PERTAMA, adalah buku yang berisi tentang ide dan insight yang cukup sekali dibaca. Dan TIPE YANG KEDUA adalah buku-buku yang saya anggap bagus banget dan bisa dijadikan referensi (berulang-ulang dibaca) untuk diterapkan.

Well, buku Julie Zhuo “The Making of Managers” ini termasuk buku kategori kedua untuk saya. Menginspirasi juga bisa dijadikan practical guide.

Ah, gak sayang kalau saya kasih 5 dari 5 bintang. Memang layak. Salut saya buat Julie Zhuo.

Tabik,

— Abdi J. Putra (ABIE)

— add me here: @abepoetra

Change is Scary

Well guys..

Saya jadi inget film Spiderman Into the Spider Verse. Adegan yang menginspirasi saya adalah ketika dimana Peter B Parker (Spiderman bangkotan dari dimensi lain) nyemangati Spiderman satunya yang masih ingusan, Miles Morales. Tn. Parker bilang: A LEAP OF FAITH.

Artinya “lompatan keyakinan”. Ndak usah ditanya kapan dan kenapa harus lompat. Ndak usah nunggu merasa siap juga. Atau satu lagi, ndak usah ragu untuk melompat. Lompatlah dengan keyakinan. Hampir sama dengan kalimat ini:

CHANGE IS SCARY, BUT REGRET IS SCARIER. SO, JUMP!

Yes guys. Sometimes we have to do things before we feel like we’re ready for them. Just like Miles Morales. Agak takut ndak mampu nyandang nama besar “Spiderman”. Well, daripada menyesal mending lakukan saja. Mending lompat saja. And this kid make others spiderman amaze.

Ya, ya, ya, selamat pagi jiwa-jiwa yang berani bertransformasi. Jiwa-jiwa yang selalu memeluk perubahan walau ndak nyaman. Satu hal saja, kamu ndak sendirian jadi jangan takut.. 🙏😊

ABIE — your friendly neighborhood

#ReadyToTransform #Transformasi #Change #Spiderman #LeapOfFaith #AreWeReady

FOMO vs. FONK

FONK vs. FOMK

Saya lagi belajar modul “Digital Marketing Trend” di Lynda (iye, iye, sekarang penuh punya LinkedIn). Nah, pengantar modul ini bicara tentang trend FONK & FOMO.

Ada 2 hal yang saya notice dipembuka modul “Digital Marketing” ini.

PERTAMA, saya baru faham ternyata FOMO (Fear of Missing Out) itu dah masuk Oxford Dictionary bukan hanya slogan atau singkatan istilah di social media saja. See here:

“Anxiety that an exciting or interesting event may currently be happening elsewhere, often aroused by posts seen on social media.”

Kalau diartikan secara brutal: kekhawatiran kehilangan info terkait sesuatu yang menarik. Biasanya sih di sosial media. Well guys, jujur, saya sering FOMO. ✌️😆

KEDUA, ternyata ada istilah baru yang lebih akut yang namanya FONK atau Fear of Not Knowing. Khawatir ndak tau. Kalau FOMO lebih pada khawatir ketinggalan informasi, kalau FONK lebih kepada khawatir ndak tau.

Dan menurut trendnya FONK itu lebih positif daripada FOMO. When you feel FONK you can learn it deep. Nge-digging dimateri yang kita mau. Join LinkedIn Learning (halah, iklan). Sementara kalau FOMO akan berhenti di “sudah tahu” saja.

Well guys, catetan ndak penting sebenernya ini FOMO & FONK Awalnya saya mau sharing 4 metrics Google search yang algorithmanya lebih mobile friendly and accurately counts. Fair enough-lah untuk para pemasang iklan.

Itu aja kayaknya gais..

Selamat pagi semua para pembaca lini masa yang semangat belajarnya selalu tumpah-tumpah. #RespectForYou 🙏

When Was The Last Time You Did Something For The First Time

Kemarin VP Business Sumatera, Pak Firdy, ngundang saya ke Batam untuk sharing di workshop mereka. Sharing utk persiapan digital outing all team BS (dari level Staf sampai level General Manager) besoknya. Outputnya: ide & creating videos.

Karena saya faham, membuat video adalah HAL YANG BARU untuk kawan-kawan Business Support (Keuangan, GA, Proc, HCM, treasury, dll), sengaja slide digambar yang saya pilih sebagai pembuka. See this question:

WHEN WAS THE LAST TIME YOU DID SOMETHING FOR THE FIRST TIME?

Menurut saya ini pertanyaan yang lumayan menggugah, gaes. Kapan terakhir kalinya kita melakukan sesuatu untuk pertama kalinya. Ini jawabannya bisa beragam. Ngingetin macem-macemlah gaes tergantung persepsi yang membacanya.

Pertanyaan ini saya ambil dari judul bukunya Seth Godiin, Poke the Box. Concern-nya adalah “dare to challenge”. Itu yang saya coba stressing ke team Business Support.

Yes guys, kalau menurut Tn. Godin, melakukan hal untuk pertama kalinya biasanya itu lumayan mengerikan. Saran dia adalah “just go”. Jika punya ide, gagasan, hal-hal yang kreatif saran beliau adalah simple: LAKUKAN SAJA.

And one thing, gaes.

Melakukan yang belum pernah dilakukan itu sepengalaman saya memang lumayan scarry. Soalnya bisa jadi salah dan ada resiko dibelakangnya. Akan tetapi kata godin ini bukan resiko beneran. Ndak ada yang harus dikhawatirkan.

Yes guys, why you shouldn’t afraid, you can read this statement:

“This is not same thing as taking a risk. In fact, the riskiest thing we can do right now is nothing”.

Haha, hari ini, memang, lebih beresiko lagi kalau ndak ngelakukan apa-apa lho. Itu aja gaes.. 🙏

Selamat melakukan hal-hal yang pertama kalinya duhai kalian para pembaca lini masa.

Salam penuh cinta.

ABIE