Author: abepoetra

GENIUS ADALAH

Guys,

Sketsa ini sebenernya ngewakilin kalimatnya sang jenius pembuat bohlam lampu: Thomas Alva Edison.

“GENIUS IS 1% INSPIRATION, AND 99% PERSPIRATION”

Yah, saya sudah lama setuju dengan pemikiran ini. A mantra for meh. Malah jadi kata sakti untuk saya pribadi. Genius itu 1% inspirasi dan 99% itu ya kerja keras bukan ngimpi haha. Btw, kadang terselip pemikiran: “apa karena saya ndak cerdas yah”, makanya setuju sama kalimatnya tuan Edison itu. Hehe, bisa jadi sih iyah. ✌️😅

Okeh back to the pictures..

Jadi menurut tuan Snider yang gambarnya saya ambil (tanpa izin) dari bukunya “The Shape of Ideas” ini, menjelaskan bahwa “GENIUS” ini lebih lebar lagi, ndak hanya 2 variabel tapi 10 variabel dengan persentase yang berbeda. See these guys:

— 1% inspirasi (ilham)

— 29% berpeluh (kerja keras)

— 5% improvisasi

— 8% aspirasi (hasrat, cita-cita)

— 7% kontemplasi (renungan)

— 15% eksplorasi

— 13% frustrasi hari-hari

— 11% imitasi (meniru)

— 10.9% keputus-asaan

— 0.1% kegembiraan murni

Nah, itu semua guys. Bisa jadi tuan Snider ngarang ini dan bisa jadi ini ndak pas sama kawan-kawan. We can define our own genius tentunya. Nyang pasti ndak melulu related to IQ atau kecerdasan.

Gitu sih kayaknya guys. Semangat pagi semua genius yang sedang “berpeluh” melakukan sesuatu apapun itu.. 🙏☺️

.

Advertisements

The Shape of Ideas – Grant Snider

Guys,

As I told you before. Saya selalu kagum sama goretan sketch sang maestro from newyorker, GRANT SNIDER. Ini sketsa (komik) tuan Snider yang pertama sekali diterbitkan. Dan kalau saya perhatikan sebahagian sudah ada diblognya beliau: “incidentalcomics”.

Okeh, buku sketsa ide “THE SHAPE OF IDEAS” ini baru kemarin waktu dipekanbaru tak baca (iyah, setelah tak beli lama) hehe.. Hari ini coba direview!

Menurut saya guys, selain gambarnya bagus dan berwarna, ini komik memancing kreatifitas. Selain itu lumayan ngebangun inspirasi guys. Saya jadi kefikir beberapa hal yang positif gegara baca ini.

Misalnya saja coba itu baca “Teori Kekecewaan” atau “Theories of Disappointment”. Sebagian nyindir nyinyir gitu dan sebagian malah memyemangati pembacanya dengan satir (hihi podo yah). Aha, ailapyu tuan Snider. 😘

Ndak kalah bagus tuan Snider nuliskan dan menggambarkan “types of motivation”, menggelikan juga awesome. Atau melihat jendela untuk cari inspirasi di “outside my window”, sketch ini menurut saya dekat banget dengan keseharian tapi memang melihatnya dengan cara yang berbeda. 😁

See here:

https://www.amazon.com/Shape-Ideas-Illustrated-Exploration-Creativity/dp/1419723170

Yah, kalau Goodreads ngasih 4.2 dari 5. Overall kalau penilaian saya 4.7 dari 5 lah guys. Visualnya dapet, wordingnya dapet, dan gambaran how to shape ideas-nya kena banget. REKOMENDASI banget untuk dibeli.

.

Beli Buku Tribe of Mentor – Tim Ferriss

Yaps,

Minggu lalu baru beli TRIBE OF MENTORS, guys. Katanya sih “Short Life Advice From the Best in the World”. Buku yang katanya TIMOTHY FERRISS, sang parlente si pengarangnya yang inspiring, akan memberikan nasehat sederhana tentang menjalani hidup dari orang-orang terbaik dijagad ini.

Ini buku terbaru dari tuan Ferriss guys. Baru banget bahkan. Tanggal 21 November 2017 kemarin dipublished. Kalau dihitung Setaon dua bulan setelah dikeluarkan buku “Tools of Titans”. 😉

Uhm, nyang menarik adalah ini buku dah nangkring di Amazon Charts 4 minggu berturut-turut akan tetapi kenapa reviewnya malah jelek yah. Hehe, awalnya males beli. Soalnya saya bukan kipas anginnya tuan Ferriss. I am not his fans. Nah, karena dua komentar teratas bilang “skip”, no words to define, saya beli. ✌️😅

See here:

https://www.amazon.com/Tribe-Mentors-Short-Advice-World/dp/1328994961

Ntar kalau ada yang menarik dishare. Etapi ndak usah ditunggu guys, soalnya yah kayak alesan klise pemales biasanya: “too many books and too little time.” Ngebacanya ndak segegas ketika ngeklik “buy it now” nya guys. Wkwkwk.. 🙏😂.

AT&T dan Time Warner

Guys..

Mungkin agak berat sang raksasa telko AT&T untuk membeli “Time-Warner”. Yeah, dari taon lalu mereka mengumumkan tertarik membeli time warner tapi sampai pagi ini belum kesampaian juga niatnya. Apakah time warner bersedia untuk dibeli? Yah, maulah supaya kuat, supaya thrive, supaya tetap growth (inorganic).

Lantas yang jadi sandungan apa? Well, itu kayak judul yang dituliskan digambar yang buat dispute itu “politik” atau “policy”. Hehe, saya juga ndak gitu faham politiknya bagaimana, tapi merunut kepada “merger review” pemerintah US makai hukum antipakat (antitrust law). And the rest you already know-lah guys. Mandek.

Kebayang juga sih kenapa pemerintah Amerika sebelum mengakusisi atau merger ke time-warner, si AT&T diminta menjual salah satu asset terbaiknya “directTV”. Hehe, yah ndak maulah. Sang raksasa telekom ini berfikir justru dengan time-warner dan jejaring directTV mereka akan “megang banget” di entertainment dan mobility. Yah, selain ads tentunya. ☺

Yeah rite, yang saya fahami business plan mereka akan fokus ke mobile dengan mendeliver konten-konten video dari directTV eksisting dan varian kontennya time-warner nantinya. Niat “megang banget” ini yang kesandung sama hukum antipakat. Kejaksaan disana khawatir malah jadi monopoli dan jadinya ngelanggar prinsip fairness dan openess.

Ngebandingin dengan comcast yang diperbolehkan beli NBC juga ndak guna. Ndak apple to apple sih menurut saya. Kekhawatiran yang mendasar: Kalau semuanya punya AT&T yang lain dapet apa? Terus itu kenapa comcast boleh? Haha, ini kenapa kayak diseret-seret ke ranah politik.

https://nypost.com/2017/11/30/why-consumers-should-fear-the-att-time-warner-merger/

Ndak bisa cepat memang guys. Kita faham kalau bicara kesepakatan ini apalagi melibatkan kebijaksanaan presiden trump, akan jadi urusan tidak hanya setaon duataon, ini jelas akan panjang (dan lama) hehe.. ^_^

Satu hal yang saya fahami, kenapa “P” itu diletakkan Prof Francis Aguilar didepan dari semua jajaran huruf E, S, T, E, dan L sisanya. Karena itu yang mendefine secara keseluruhan guys.

Gitu aja kali guys. Happy long weekend bareng keluarga tercinta semua pembaca lini masa yang kekinian. Tabik.. 🙏😊

.

Picasso, Wanita Muda, dan Tentang Value

Pernah..

Diceritakan ketika diusia senja, si cerdas seni sang perupa, PABLO PICASSO pulang kampung. Sang maestro duduk menghabiskan waktu disebuah cafe disudut dermaga pantai Málaga, Costa Del Sol (Spain). Menyaksikan keriuhan sore itu sambil mencoret-coret tissue serbet bekas.

Dia acuh tak acuh, menggambar apa pun yang membuatnya geli pada saat itu. Sebagai contoh dia mengoret-oret anak laki-laki kecil yang menarik penisnya ditempat basahan terbuka ditepi pantai. Dia juga menggambar wanita paruh baya yang topless (ndak berbusana atas).

Yaps, tentunya ini tuan Picasso. Dia menggambarkannya dengan nuansa kubikal (impresionis) yang jadi khasnya sang maestro. Picasso “melukis” diserbet ndak bersih, kelihatan noda kopi samar diujung kanan serbet itu, tapi Picaso cuek dan dia terus menggambar yang disuka.

Ndak sadar ada seorang wanita muda memandanginya dan memperhatikan kegiatan oret-oretnya dengan kagum. Setelah beberapa saat, Picasso menghabiskan kopinya, meremas serbetnya dan hendak melemparkan serbet oret-oret ke tong sampah, tapi wanita itu gegas menghentikannya.

“TUNGGU..” kata sang wanita.

“Bolehkah saya memilki serbet yang baru saja Anda gambar tuan? Saya akan membayar Anda untuk serbet itu.”

“Yaps, tentu saja..”

Jawab Picasso kalem.

“Dua puluh ribu dolar.”

Wanita muda itu tersentak ndak menyangka hanya serbet kotor akan semahal itu. Kemudian dia protes sambil bertanya:

“Apa tidak kemahalan. Kan hanya butuh waktu lima menit untuk menarik garis-garisnya sehingga jadi berupa itu.”

“Oh, No ma’am, tidak ibu..” kata Picasso.

“Well, sebenernya butuh waktu lebih dari enam puluh tahun untuk membuat karakter gambar seperti ini.” Picaso memasukkan serbet ke sakunya dan gegas keluar dari kafe meninggalkan wanita muda itu bengong.

_____ ini tentang values!

Yaps, agak kurang santun kayaknya tuan Picasso. Akan tetapi saya melihat sarkasmenya dia itu malah positif, gaes. Kenapa?

PERTAMA, Picasso faham valuenya berapa. Memvaluasi diri itu ndak gampang. Dia punya confidence level tinggi untuk itu, mahal memang.

KEDUA, dia meluruskan satu hal ketika si wanita muda bilang “hanya butuh 5 menit untuk menggambar itu”. Sang Maestro tersinggung, makanya dia langsung bilang kalau oretan-oretan serbet kotor itu butuh waktu 60 tahun untuk menggambarnya. Ndak instan lho!

Yaps, boleh dibilang ini bicara values!

Kalau bicara values pastinya ndak ujug-ujug langsung jadi. Kebayang kan yah, sudah berapa ribu lekukan garis dan sudah jutaan warna dan gradasinya yang dikanvaskan. Sehingga tuan Picasso punya karakter “lukisan & bentuk rupa” yang sampai hari ini di-aminkan banyak orang.

And last, katanya semua orang adalah seniman. Apapun hasil karya yang dicipta. Apapun value yang dimiliki, guys!

Itu aja dulu kayaknya. Selamat malam semua seniman yang ada didelapan penjuru mata angin. Please prepare yourself for something bigger. 🙏😍

.

The Subtle Art Of Not Giving A Fcuk – Mark Manson

Kalimat ini guys!

_______________

“The desire for more positive experience is itself a negative experience. And, paradoxically, the acceptance of one’s negative experience is itself a positive experience.”

_______________

Ada 13.118 orang termasuk saya meng-hilite hal yang sama. Iyah, paradoks!

Apa yang dibilang tuan “Mark Manson”, author of “the subtle art of not giving a fcuk”, adalah tentang negasi (ingkaran) yang menurut saya authentic banget. Suatu pemikiran yang somehow kurang ajar tapi apa adanya. Pemikiran yang merdeka tentang menjalani hidup dan pekerjaan.

Kampret memang ini tuan Manson. I do give a fcuk to his words.. 😂

_____ the backwards law!

Ndak usah didebat. Ngebacanya ndak usah pakai denial dulu. Kayak paragraph pertama yang saya quotes di atas. Keinginan positive akan menimbulkan pengalaman negatif. Malah sebaliknya harapan negatif endingnya akan positif. Beneran “MIND FCUK” ini lho hehe. Matek. 😂

Ini yang dibilang sang ahli filsafat “Alan Watts” terkait dengan “the backwards law”. Idenya: semakin dikejar, eh malah semakin ndak puas. Makanya disarankan untuk “not give a fcuk”. Subtley kedua. Saya mikirnya ini lah kok kerasa bener juga yah.

Our culture today is obsessively focused on unrealistically positive expectation. Kalimat yang ndak realistis menurut tuan Mason adalah: Be happier. Be healthier. Be the best, better than the rest. Be richer, Be smarter, faster, sexier, more popular, dan kalimat ngawang-ngawang lainya.

Penjelasannya: kecenderungannya untuk mencoba kaya dan mencari uang sebanyaknya karena you feel that you don’t have enough money already. Berdiri didepan cermin dan berusaha mengafirmatif kalau kita cantik karena, again, you feel as though you ain’t beautiful already.

_____ such an irony!

Haha, ironisnya kata tuan Manson, yang mana membuat saya jadi ngambang bin bimbang. Kalimat “be richer” atau “be good looking” adalah kalimat yang mem-fiksasi untuk menjadi yang bukan jati diri kita. Membuat kita ndak authentic. Menolak kenyataan yang ada dan malah jadi palsu.

Kalimatnya yang mebuyarkan pemahaman umum, yang tuan Mason bilang ironis:

_______________

When we force ourselves to stay positive at all times, we deny the existence of our life’s problems. And when we deny our problems, we rob ourselves of the chance to solve them and generate happiness.

_______________

See that guys, jika memaksakan diri bersikap positif malah menyangkal adanya masalah. Malah hilang kesempatan untuk menyelesaikannya dan menciptakan kebahagiaan. Ah, entahlah..

Last words from meh..

Kalau baca kata penganternya dan mencermati diksi yang dipakai kelihatan seolah-olah tuan Manson lagi marah, kalimatnya berasa sarkas banget. Yaps, dia lagi mengajarkan kita untuk “be authentic” dan mengajarkan “be yourself”. Menerima negativity.

Again, bagaimanapun cara berceritanya. Atau apapun cara pandangnya. Buku ini sangat menarik untuk jadi insight yang membumi. Mengkatarsis kebiasaan yang terkadang dipelintir memjadi dogma. Please merdekakan fikiran sebelum membacanya.

Banyak hal yang menarik sebenernya untuk disharing, tapi nantilah kalau sempat. Dan saya jadi faham kenapa buku ini selama berbulan-bulan nangkring sebagai “best buy” di chartnya Amazon. Itu aja guys, salam olahraga semuanyah.. 🙏😍