Author: abepoetra

Too Loud, Too Old


Hai guys, Katanya sih kayak gini.

“Kalau musik-nya dirasa terlalu bising, katanya kita yang sudah menua”

Haha, menurut saya sih begitu. Menurut kamu gimana? Bener ndak. βœŒοΈπŸ˜‚
*lebaran kali ini, buat badan rada lebar-an!
*hihi.. 🀣

Pemimpin Digital atau Digital Leader


Guys,

Kalimat ini membuat saya “pemasaran”. Eh maksudnya penasaran. Berkaitan dengan “Digital Leader” atau “Pemimpin Digital“.

“What separates digital leaders from the rest is a clear digital strategy combined with a culture and leadership poised to drive the transformation.”

Yaps, nyang membedakan digital leader dari yang lainnya adalah strategi digital yang jelas dikombinasikan dengan budaya dan kepemimpinan yang siap mendorong transformasi.

Kemudian, kalau difikir kelanjutannya, seperti yang pernah saya sharing juga dimilis. Untuk nge-drive transformation to digital bukan bicara tekhnologinya tapi lebih ke strategic thinkingnya.

Gitu aja kali guys.. ^_^

Selamat pagi semua “digital leader” yang sedang menghembuskan jiwa transformasi dimanapun kawan-kawan berpijak. Have a nice monday everyone.. πŸ™πŸ˜

See the full article here:

http://sloanreview.mit.edu/projects/strategy-drives-digital-transformation/

Review Games Monument Valley-2


Yaps..

Baru tadi ngelihat notifikasi game “Monument Valley-2” ini gaes langsung saya beli. Soalnya ini game favorit anak saya, bang Tala. UsTwo memang developer cerdas yang punya design awesome banget. Kekinian dan memanjakan mata.

Bicara monument valley, Ini adalah dunia Escheresque yang luar biasa, di mana ilusi dua dimensi menciptakan ruang tiga dimensi yang ndak mungkin. Kebayang pakem geometri yang kita yakini jadinya berantakan. Balok-balok yang ngangkut karakter “RO” harus digulirkan untuk mencoba berbagai kemungkinan supaya bisa tetap keep movin’.

Kecerdasan Ustwo, menurut saya, adalah menemukan keseimbangan antara kesederhanaan dan kompleksitas. I mean it guys. Setiap tingkat rasanya makin ruwet tapi malah kitanya jadi ndak mau berhenti karena “penasaran”. Buat kita kayak punya kewajiban menapaki journey aneh bin ajaib berkaitan dengan tata ruang yang nyeleneh.. πŸ˜‚

Kalau polygon ngasih nilai 8.0 saya fikir ya ndak berlebihan. One of the mobile’s most iconic games. Malah saya fikir skala 10 angka yang layak adalah 9 guys.. πŸ™πŸ˜

See the verge’s news here:

https://www.theverge.com/2017/6/5/15728558/monument-valley-2-announce-release-iphone-ipad

Itu aja guys. Nyang besok puasa: siap-siap sahur yah. And one thing, jangan lupa besok wiken. Enjoy.. πŸ™β˜ΊοΈ

Saya & Direktur Marketing Telkomsel (Alistair Johnston)

Alistair Johnston (Direktur Marketing Telkomsel)

Beberapa hari yang lalu..

Saya, Diko, dan Bli Eka diajak atasan kami Pak Syawal menjumpai Direktur Marketing, Pak Alistair Johnston.

https://id.linkedin.com/in/alistair-johnston-8a05987 

Yaps, ini sebenernya nemenin EVP yang hendak propose new package preparing RAFI 2017. Saya yang remah-remah rengginang dikaleng khong-guan ekotan juga, soalnya ndak pernah keruangan direktur euy. Jadi gitu diajak langsong seneng dan norak-norak bergembira. Huhuy..

Then you know the rest. Diakhir diskusi saya ndak bimbang sedikitpun langsung minta photo sama si bapak. Haha untung saja diperkenankan photo. πŸ™πŸ˜˜

Btw, sangking hepi-nya lupa itu nyengir kebanyakan sehingga mata ilang. Dan itu juga lupa nahan nafas juga. Duh gusti! πŸ˜‚

Bad Arguments – Logical Fallacy Ad Hominem


Guys.. 

Satu kegiatan sesat fikir (logical fallacy) yang paling famous dilakukan ketika berdiskusi atau sedang berargumen adalah “Argumentum Ad-Hominem”.

Dan saya pribadi akui “ad-hominem” inilah yang paling manjur untuk menggoyang dan mengaburkan tujuan dari diskusi. Yaps, singkatnya kalau mau menang serang sisi lemah orangnya daripa mendebat content diskusi yang dilempar. Haha, pathetic but true bangets.. πŸ˜‚

Sebagai contoh:

_Si-A: Saya fikir program ini ndak pas dilakukan pada bulan ramadhan. Soalnya lagi puasa.

_Si-B: Ah kamu tau apa, kamu kan bukan Islam. Kami yang Islam lebih faham kondisinya.

See that, guys..

Si-B bukan menyerang argumen Si-A tapi malah menyerang pribadinya Si-A. Ini kenapa namanya ndak nyambung atau argumentum ad hominem. Bukan menjawab isinya atau memberikan fakta atau evidence yang berhubungan, eh malah nyajikan statement yang ndak nyambung. 

Sekilas kelihatannya cerdas menambahkan argumen baru dan membawa faktor agama tapi kalau sama-sama berfikir lagi, ini DUNGU namanya. Ndak cerdas blass. Kalau orang Medan bilangnya “paok”.

Well, saya sendiri bicara saja bisanya. Masih sering kejebak ditempat yang sama lho. Postingan ini adalah sharing dan juga #ngaca untuk saya pribadi.. πŸ™πŸ˜‚

Gitu aja kali yah. Selamat berpuasa semua pembaca lini masa yang menjalankannya. Semoga kita semua terhindarkan dari “sesat fikir” ini. Aamiinn.

Gambar saya ambil dari buku ini: 

#BadArguments #Books #AliAlmossawi #LogicalFallacy

Johny Depp & His Roles


Guys..

Yaps, tuan Johny Depp adalah legenda. Dan semua filmny epic sungguh. Saya tonton beberapa diantaranya.

SEKALIAN NANYA!

Kalau boleh nanyak, kawan-kawan yang hobinya nonton, bantu saya film apa aja yang diperankan tuan Depp dari gambar terlampir? Yang di atas apa aja dan yang di bawah apa aja.. ^_^

Thanks All.. πŸ™πŸ˜˜

Make Gifts For People – John Green

Guys,

Berikut kalimat dari John Green dichannel youtube-nya “vlogbrothers“, yang menginspirasi Gavin Aung Than sang ZenPencils my fave auhor!

_____

Do not make stuff because you want to make MONEY. It will never make you enough money. Do not make stuff because you want to get FAMOUS. Because you will never feel famous enough.

Make GIFTS for people, and work hard on making those gifts in the hope that those people will notice.

Maybe they will notice how hard you worked. And maybe they won’t. And if they don’t notice, I know it is frustrating. But ultimately, that doesn’t change anything because your responsibility not to the people you are making the gift for..

BUT FOR THE GIFT ITSELF!

πŸ™πŸ˜

_____

Yaps, kalau menurut saya yang dibilang tuan John Green ini dalem banget. Ndak hanya bicara berkreasi bukan untuk “uang” dan “ketenaran” tapi iklash untuk dihadiahkan ke orang lain.

Pun, at the end, kalau orang ndak notice, hakikinya kreatifitas pekerjaan itu yah untuk “hasil kreatifitas” itu sendiri. Bingung yah? Well, saya juga awalnya bingung, tapi Alhamdulillahnya sampai ini dituliskan dimari saya masih juga ndak faham. Halah. βœŒοΈπŸ˜…

See the complete sketchnote here:
http://zenpencils.com/comic/119-john-green-make-gifts-for-people/

Selamat pagi semua jiwa-jiwa kreatif yang sedang menghasilkan karya. Semoga berhasil apapun tujuannya. πŸ™πŸ˜