Category: buku

Ini tentang darimana datengnya sebuah ide atau gagasan. Where the ideas come from. Seperti yang saya kutip dari buku SLIDE:OLOGY yang ditulis oleh bunda Nancy Duarte, kalimatnya begini:

“The best place to start is not with the computer. A pencil and a sheet of paper will do nicely”.

Ini kalimatnya bener banget. Kadang justru ide atau gagasan itu malah datengnya dari sketch kasar (baca: oret-oretan) menggunakan pensil/pena dan kertas. Bukan malah dari computing machine yang canggih.. ✌️😁

Kayaknya old-school banget yah gaes. But believe me, it works. Banyak sih, hari ini, yang saya lihat perlu kertas dan pinsil untuk menggambarkan atau menuliskan idenya.

Salah satu yang saya kenal adalah bos saya. Setiap beliau kefikiran ide apa, buru-buru nyari kertas dan pensil untuk “digambar dan dituliskan”. Khawatir idenya ngilang. Takut mood-nya juga nguap. Soalnya kalau ndak dicatetkan seringnya malah lupa. Precious moment ini. It won’t come twice. Sayang kalau berlalu.

Dan saya faham banget, metode “manual” kayak gini malah seringnya menghasilkan ide-ide yang awesome. Gitu sih kata bunda Duarte gaes. And I believe that. Soalnya saya juga sama, suka manual juga. Lagian, bukankah pepatah lama bilang “ikatlah ide dengan menuliskannya”.

Eh itu “ilmu” yah bukan “ide”. ✌️😅

Selamat malem para pembaca lini masa yang punya ide-ide brilian. Please itu idenya jangan sampai dibiarkan mendem yang mana hanya tuhan dan kawan-kawan sendiri yang tau. Jangan egois. Biarkan dunia tahu. Share it and then let it flourish.

Tabik.. 🙏😍

*tagging ma-boss ah.. 😊

.

Advertisements

Sometimes the Questions are Complicated – Dr Seuss

Guys,

Seperti kalimat yang terlihat digambar..

“SOMETIMES, THE QUESTIONS ARE COMPLICATED AND THE ANSWERS ARE SIMPLE”
~ Dr. Seuss, sang pendongeng!

Yaps, kayaknya cetek tapi sebenernya ini dalem lho guys. Saya coba rangkum dalam 2 (dua) hal saja. Apapun pemikiran kawan-kawan semua silahkan saja di-shoot. Kalau beda justru memperkaya. Ndak ada salah dan benar yah. 😅

1# KEHILANGAN PRIORITAS

Quote bagus ini sengaja di-address ke orang-orang yang melakukan hal kompleks yang sebenernya ndak perlu.

Mereka mencoba mempertanyakan “semuanya” agar yang ada disekitarnya. Dan lugu-nya lagi, atau malah naifnya, biasanya orang-orang inilah yang malah kehilangan poin-poin penting karena mengkhawatirkan semua pertanyaan-pertanyaan itu.

Sampai sini faham? Well, kalau ndak faham yah ndak papa. Ini yang nulis juga bingung chokk. Wkwkwk..

Singkatnya gini. Ada hal yang ndak harus ditanyakan. Bukan berarti ndak boleh ditanya. Ada juga hal-hal yang ndak penting walaupun sudah dijawab. Haha, seringnya ini malah akan mengaburkan prioritas sehingga melebar dan tidak fokus.

Yes, everyone has the same 24 hours lho. Artinya kalau saja ada yang punya sehari 36 jam, yah bolehlah mempertanyakan semuanya. Prioritasnya bisa dilebarin.

2# SUDAH NEMU JAWABANNYA

Banyak juga yang mengartikan quotes ini dengan “yes, you already know the answers”. Sebenernya butuh penegasan saja karena jawabannya udah kefikiran.

Hehe, be honest ini saya juga. Kadang solusi dari hal-hal kompleks udah kefikiran. Ndak sulit kok untuk dijawab. Akan tetapi sedikit ragu dengan jawabannya. Butuh “suara” positif untuk meyakinkan diri sendiri. Supya firm and be bold.

Gitu kayaknya guys. Serumit apapun pertanyaannya seringnya jawabannya simple. Jawabannya malah sudah ada. And last, sebagian orang percaya, terkadang yang terbaik itu justru tidak bertanya apa-apa.

Demikian guys.

Salam olahraga semuanya.. ^_^

.

Buku Principle – Ray Dalio

Buku PRINCIPLES ini nangkring jadi salah satu “most sold” nya Amazon Kindle. Yaps, 16 weeks in a row masuk list. Worth it to buy-lah. Dan memang RAY DALIO ini menginspirasi. Siapa yang ndak kenal tuan Dalio hari ini. Salah satu dari top 100 horang kaya sak dunia. 😊

Oiyah guys..

Sebenernya dari Desember tahun lalu sudah saya beli, tapi bacanya memang sengaja bertahap. Soalnya banyak prinsip-prinsip tentang kehidupan dan pekerjaan yang “baper” saya ulang-ulang bacanya chapter perchapter. Haha, apalagi jumlah halamanya juga lumayan banyak guys.

Yang menjadi catetan saya terkait proses diprinsip hidup adalah apa yang dibilang tuan Dalio “Use the 5-Step Process to Get What You Want Out of Life”. Menginspirasi dan bagus menurut saya. See here guys:

1. Have clear goals.< em>2. Identify and don’t tolerate the problems that stand in the way of your achieving those goals.< em>3. Accurately diagnose the problems to get their root causes.< em>4. Design plans that will get you around them.< em>5. Do what’s necessary to push these designs through to results.<<<
s, sesederhana itu. To make it clear untuk prinsip pertama to set up goals atau menentukan tujuan ndak usah mikirin bagaimana mencapai itu. Just put the numbers there. Atau letakkan saja cita-citanya apa. Kalau bahasa inggrisnya: “mboh piye carane”.

Ndak usah risau pesan tuan Dalio. You will failed and then learn. Failed again and learn again, and then you will always fix it (the next level mistakes).

Saya awalnya ndak begitu mudeng, kenapa ini tuan Dalio tuliskan runut dari awal masa hidupnya, while we know there are many articles and quotes write about him. Akan tetapi setelah beberapa chapter saya saya baru nyadar. Tuan Raymond Dalio sengaja bercerita agar kita faham darimana “prinsip-prinsip” yang dituliskannya terbentuk. Dan kenapa juga menjadi proven.

Well, banyak quotes bagus yang saya hilite. Etapi ntar tak share di Instagram @abepoetra aja kalau lagi rajin kwkwkw..

Btw. Ray Dalio, adalah founder of world’s largest hedge fund. Bridgewater Associates. Investor tangan dingin ini gaes!

Itu aja guys, selamat malem minggu semuanya. Mumpung istri lagi milih bahan-bahan pakaian di AltaModa, izinkan saya berbagi dimari. Tabik. 🙏😍

.

Venturing into the Future is Scarry

Katanya guys!

“VENTURING INTO THE FUTURE IS SCARRY”

No one know what will happened if you jump into that abyss, rite? Haha, istilah saya: “ndak ada yang bisa menujumkan masa depan dengan pasti”. Sehinga berpetualang ke masa depan seringnya malah mengerikan. Lompat ya silahkan, tapi kalau konyol yah ndak bijak juga.

Well, ini tentang “transformasi”, guys.

Hari ini, kayaknya ndak ada lagi yang akan bertanya kenapa sih harus bertransformasi? Soalnya apapun entitasnya selalu berhadapan dengan variabel waktu. Yah seperti kurva-S gituh. Kapan hari masih menanjak keatas dan hari berikutnya udah mentok dan turun menukik tajam.

Makanya itu dibilang “berpetualang menuju masa depan itu menakutkan”. Kurva normal suatu bisnis. Soalnya hari ini serba tidak pasti. Market as we know it sudah terdisrupt dibanyak sisi. Yah, walau bisa membaca trends dan symptoms kadang seringnya ndak ngarah kemana-mana. Makanya bertransformasi jadi keniscayaan.

Walau sudah diidentifikasi ada 5 tahapan untuk setiap petualangan transformasi, lalu apakah semudah itu? Apakah tahapan “Dream”, “Leap”, “Fight”, “Climb”, and “Arrive”, sudah bisa digambarkan jelas dengan bercerita saja. Apakah tujuan yang sama yaitu “berubah atau mati” bisa difahami semua orang.

Nope. Tentu saja tidak. Banyak hal tentunya. Pastinya kalau Simon Sinek bilang “berani adalah melakukan hal yang menakutkan”. Artinya eventhouh it is scarry, yes, we got to face it, do we?

Hari ini, apapun entitasnya dan apapun organisasinya, dengan kondisi VUCA yang uncertainty banget, pilihan satu-satunya adalah TRANSFORMATION. Remember that word guys, soalnya ini bukan bicara setahun dua tahun. Ini bakal menjadi jalan terjal yang ndak enak dan panjang.. 😆

Last words..

Oiyah, transformasi sebenernya bukan hanya untuk entitas ataupun organisasi saja guys, tapi untuk personal juga. Kalau tuan Ernest Hemmingway bilang “sainganmu sebenernya bukan orang yang paling kuat, tapi dirimu dimasa lalu”. Yah, begitulah.

Semangat pagi para transformer yang getting better day by day. Kalau guru ngaji saya bilang “hari ini harus lebih baik dari kemarin. Besok harus lebih baik dari hari ini.” Demikian guys. Salam kompak selalu.

Tabik.. 🙏☺️

Gambar diambil dari buku “illuminate” ditulis “Nancy Duarte” dan “Patti Sanchez”.

.

The Shape of Ideas – Grant Snider

Guys,

As I told you before. Saya selalu kagum sama goretan sketch sang maestro from newyorker, GRANT SNIDER. Ini sketsa (komik) tuan Snider yang pertama sekali diterbitkan. Dan kalau saya perhatikan sebahagian sudah ada diblognya beliau: “incidentalcomics”.

Okeh, buku sketsa ide “THE SHAPE OF IDEAS” ini baru kemarin waktu dipekanbaru tak baca (iyah, setelah tak beli lama) hehe.. Hari ini coba direview!

Menurut saya guys, selain gambarnya bagus dan berwarna, ini komik memancing kreatifitas. Selain itu lumayan ngebangun inspirasi guys. Saya jadi kefikir beberapa hal yang positif gegara baca ini.

Misalnya saja coba itu baca “Teori Kekecewaan” atau “Theories of Disappointment”. Sebagian nyindir nyinyir gitu dan sebagian malah memyemangati pembacanya dengan satir (hihi podo yah). Aha, ailapyu tuan Snider. 😘

Ndak kalah bagus tuan Snider nuliskan dan menggambarkan “types of motivation”, menggelikan juga awesome. Atau melihat jendela untuk cari inspirasi di “outside my window”, sketch ini menurut saya dekat banget dengan keseharian tapi memang melihatnya dengan cara yang berbeda. 😁

See here:

https://www.amazon.com/Shape-Ideas-Illustrated-Exploration-Creativity/dp/1419723170

Yah, kalau Goodreads ngasih 4.2 dari 5. Overall kalau penilaian saya 4.7 dari 5 lah guys. Visualnya dapet, wordingnya dapet, dan gambaran how to shape ideas-nya kena banget. REKOMENDASI banget untuk dibeli.

.

Beli Buku Tribe of Mentor – Tim Ferriss

Yaps,

Minggu lalu baru beli TRIBE OF MENTORS, guys. Katanya sih “Short Life Advice From the Best in the World”. Buku yang katanya TIMOTHY FERRISS, sang parlente si pengarangnya yang inspiring, akan memberikan nasehat sederhana tentang menjalani hidup dari orang-orang terbaik dijagad ini.

Ini buku terbaru dari tuan Ferriss guys. Baru banget bahkan. Tanggal 21 November 2017 kemarin dipublished. Kalau dihitung Setaon dua bulan setelah dikeluarkan buku “Tools of Titans”. 😉

Uhm, nyang menarik adalah ini buku dah nangkring di Amazon Charts 4 minggu berturut-turut akan tetapi kenapa reviewnya malah jelek yah. Hehe, awalnya males beli. Soalnya saya bukan kipas anginnya tuan Ferriss. I am not his fans. Nah, karena dua komentar teratas bilang “skip”, no words to define, saya beli. ✌️😅

See here:

https://www.amazon.com/Tribe-Mentors-Short-Advice-World/dp/1328994961

Ntar kalau ada yang menarik dishare. Etapi ndak usah ditunggu guys, soalnya yah kayak alesan klise pemales biasanya: “too many books and too little time.” Ngebacanya ndak segegas ketika ngeklik “buy it now” nya guys. Wkwkwk.. 🙏😂.

Review Buku: Find Your WHY – Simon Sinek

Oh gaes..

Sama seperti jutaan orang lainnya, saya sangat terinspirasi tuan Simon Sinek. Yaps, siapa yang tidak? ☺️

Kalimat-kalimatnya di TED dan tulisan dibuku-bukunya ambisius membius saya guys. Kalimatnya mengenergikan. Sebagai seorang LEADER wajib untuk stay “enthusiast”, “be positive”, and gotta to understand what “golden circle” means. Kenapa harus dimulai dengan “WHY”. 😉

findyourway.jpg

Oiyah, fyi, digambar buku Simon Sinek terbaru yang ditulis bareng David Mead dan Peter Docker. Mereka bertiga menuliskan how to “FIND YOUR WHY”. Inspiring words yang ditulis & diguide untuk bisa terap-able lah. Saya baru sempat baca, padahal dah dibeli pas lebaran kemarin.

Bukunya mereka bungkus dalam 7 chapters yang compelling ditiap langkahnya. Nyang udah baca buku ini faham kalimat berikut:

Every one of us has a WHY, a deep-seated purpose, cause or belief that is the source of our passion and inspiration.

Coba mengulangi kalimat “alesan kenapa bangon pagi turun ranjang kudu semangat”. Terus pertanyaan “apa yang menjadi motivasi hari-hari menjalani hidup dan tentunya pekerjaan”. Kenapa ndak goyang ketika ditimpa kegagalan. Aha, satu yang paling saya suka “kenapa harus selalu antusias dan positive”.

Yaps guys, saya setuju. Semua orang faham “THE WHAT” point, dan sebagian lagi beruntung faham sampai “THE HOW”. Akan tetapi ini bicara neokorteks, gan. Yang bertanggung jawab sama “bahasa”. Dan kalau bicara “THE WHY” seperti tuan Sinek bilang tentang limbic brains. Dimana “trust”, “loyalties”, & “decision making” berada.

Yah begitulah. Ini lanjutan dari buku “Start With Why”, guys. Nyang mendasar dibuku ini, kita diajarkan how to get our WHY. Kenapa menemukan why itu penting. Sebagai leader, ini buku penting untuk dibaca. Rekomen banget dah.. 😊

Selamat hari minggu jiwa-jiwa yang selalu mencari WHY-nya dimanapun berada! 🙏