OPTION B – Sheryl Sandberg


Guys..

Pas lagi ngubek-ngubek kindle, dikasih suggestion buku Sheryl Sandberg. The latest one.

Saya sempat bingung. Ini buku berbeda dengan harapan saya diawal. Persepsinya ini buku tentang prioritas, how to make hard decisions, how to lead team, dan sejenisnya-lah. πŸ˜‚

Buku ini sedikit banyak bercerita tentang Dave Goldberg. Suami bunda Sandberg, ex-CEO Survey Monkey yang meninggal mendadak tahun lalu.

Kalimat “Facing Adversity, Building Resilience, & Finding Joy” yang menjadi slogan menjadi gambaran buku ini. Berkisah betapa beratnya hidup dijalani ketika sendirian tanpa suami. Memballance-kan work & life yang ndak pernah ballance-ballance itu harus bagaimana? πŸ˜‚

Secara personal (juga pekerja) yang ditimpa musibah ya memang harus segera bangun. Melakukan kesalahan karena lagi tidak siap manusiawi. Berani mengaku ketika “do mistakes” karena membaurnya antara personal life dan pekerjaan itu yang harus dilakukan. Yaps, fokus ke solusinya daripada berkutat dimasalahnya.

Bunda Sheryl Sandberg juga bilang gambaran organisasi yang tangguh (a resilient one) adalah organisasi yang memiliki budaya meng-encourage individuals yang ketimpa musibah ataupun orang-orang yang melakukan kesalahan karena musibah itu, apapun bentuknya.

Well, nuff said, Sheryl Sanberg juara. Walau sempat galau. Leader para technocrat ini harus mampu fast recovery. Dan semua aktifitas, ide, juga kegiatan untuk recovery yang dilakukan sang bunda, menurut saya menginspirasi. 

Salam! πŸ™β˜ΊοΈ

Currently Reading – GoodReads


Guys..

Di aplikasi GoodReads saya, ada 79 buku yang antri duduk manis untuk dibaca. Haha, numpuk. Terlalu ambisius memang kalau pakai prinsipnya Hemmingway. The exhilarating sometimes terrifying meh. Oh dem, true banget. πŸ˜…

Sederhana memang kalimat persuasif yang bilang “if you can read 3-4 books per-month, then you gotta to purchase 8, twice”. Ini jatohnya palingan 5 or less yang kebaca, ndak heran reading list numpuk. Ada yang carryover dari tahun lalu. Haha, matek! πŸ˜‚

Banyak yang bilang “semakin banyak membaca, semakin banyak yang lupa”. Atau sinikal banyak yang khawatir akan jadi “terlalu teoritis, malah lupa eksekusi”. Haish, I’m not that kind of person. Harusnya semua faham kalimat 4E’s nya tuan Jack Welch sang CEO legend yang udah mendefine jelas untuk ini. πŸ™β˜ΊοΈ

Ah entahlah, kadang juga saya ndak faham yang dibaca tentang apa. Sering juga malah kerasa makin “empty” atau ngeblank ini buku ngebahas apa. Haha, tersesat dichapter-chapter tak bertuan. Halah. πŸ˜‚

Makanya beberapa kali hal yang menarik dari buku itu saya tuliskan. Bukan hanya untuk “BERBAGI” saja lho guys. Ini supaya saya-nya juga belajar dan faham. Katanya lagi guys: IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA. 

Yah, walau ndak teriket semua, minimalnya nyantol dikitlah. Dikit aja udah cukup daripada ndak ada yang nyangkut. Gitu kayaknya, ini postingan gaya thok, jadi sebaiknya ndak usah dikomentari haha ^_^

We Must Move From Numbers Keeping Scores!


Oh guys, 

Apapaun ukuran yang dipakai, ghalibnya, “data” dan “experiences” adalah kuncinya. Ndak bisa dipisahkan kayak konseptual YIN & YANG. Keseimbangan yang harus ditapaki semua marketer digital.

Kebayang gini, ndak usahlah risau bayangin yang aneh-aneh. Bicara apapun trendnya selalu “data is where you start” dan kalimat tambahannya “experience is where you end“. Dimulai dari data dan berujung ke experiences. In the name of “enhancing the Customer Journey”. 

Haha sounds simple, rite? Plain banget kayaknya. Believe meh, it always hard to implement. Butuh konsistensi. Kalau hanya bisa bacot saja kayak saya mah gampang guys wkwkwk.. βœŒοΈπŸ˜‚

Again. Dan itu kenapa David Walmsley, sang head of multichannel, begawan distribusi Marks & Spencer bilang:

“We must move from numbers keeping score to numbers that drive better actions”.

Soalnya bauran pemasaran (marketing mix) dinafas transformasi digital kalimat “numbers keeping score” seringkali ndak lama. Cenderung instan malah. Beda kalau yang disasar adalah kalimat “numbers that drive better actions”. 

Kalimat terakhir “angka untuk aksi yang lebih baik” sejatinya para pemasar digital harus fahami dan lakukan. Soalnya cenderung long lasting. Dan iyah setuju. Ngebangun fundamental pastinya ndak gampang. Ndak kayak makan opor lebaran yang bisa dipastikan ada minggu ini ditiap pintu rumah.. 

Haha, selamat idul fitri day-3 semua penjaja digital. Iyah, ini saya agak lebar-an (badannya) beneran deh guys.. πŸ™πŸ˜‚

Too Loud, Too Old


Hai guys, Katanya sih kayak gini.

“Kalau musik-nya dirasa terlalu bising, katanya kita yang sudah menua”

Haha, menurut saya sih begitu. Menurut kamu gimana? Bener ndak. βœŒοΈπŸ˜‚
*lebaran kali ini, buat badan rada lebar-an!
*hihi.. 🀣

Pemimpin Digital atau Digital Leader


Guys,

Kalimat ini membuat saya “pemasaran”. Eh maksudnya penasaran. Berkaitan dengan “Digital Leader” atau “Pemimpin Digital“.

“What separates digital leaders from the rest is a clear digital strategy combined with a culture and leadership poised to drive the transformation.”

Yaps, nyang membedakan digital leader dari yang lainnya adalah strategi digital yang jelas dikombinasikan dengan budaya dan kepemimpinan yang siap mendorong transformasi.

Kemudian, kalau difikir kelanjutannya, seperti yang pernah saya sharing juga dimilis. Untuk nge-drive transformation to digital bukan bicara tekhnologinya tapi lebih ke strategic thinkingnya.

Gitu aja kali guys.. ^_^

Selamat pagi semua “digital leader” yang sedang menghembuskan jiwa transformasi dimanapun kawan-kawan berpijak. Have a nice monday everyone.. πŸ™πŸ˜

See the full article here:

http://sloanreview.mit.edu/projects/strategy-drives-digital-transformation/

Review Games Monument Valley-2


Yaps..

Baru tadi ngelihat notifikasi game “Monument Valley-2” ini gaes langsung saya beli. Soalnya ini game favorit anak saya, bang Tala. UsTwo memang developer cerdas yang punya design awesome banget. Kekinian dan memanjakan mata.

Bicara monument valley, Ini adalah dunia Escheresque yang luar biasa, di mana ilusi dua dimensi menciptakan ruang tiga dimensi yang ndak mungkin. Kebayang pakem geometri yang kita yakini jadinya berantakan. Balok-balok yang ngangkut karakter “RO” harus digulirkan untuk mencoba berbagai kemungkinan supaya bisa tetap keep movin’.

Kecerdasan Ustwo, menurut saya, adalah menemukan keseimbangan antara kesederhanaan dan kompleksitas. I mean it guys. Setiap tingkat rasanya makin ruwet tapi malah kitanya jadi ndak mau berhenti karena “penasaran”. Buat kita kayak punya kewajiban menapaki journey aneh bin ajaib berkaitan dengan tata ruang yang nyeleneh.. πŸ˜‚

Kalau polygon ngasih nilai 8.0 saya fikir ya ndak berlebihan. One of the mobile’s most iconic games. Malah saya fikir skala 10 angka yang layak adalah 9 guys.. πŸ™πŸ˜

See the verge’s news here:

https://www.theverge.com/2017/6/5/15728558/monument-valley-2-announce-release-iphone-ipad

Itu aja guys. Nyang besok puasa: siap-siap sahur yah. And one thing, jangan lupa besok wiken. Enjoy.. πŸ™β˜ΊοΈ

Saya & Direktur Marketing Telkomsel (Alistair Johnston)

Alistair Johnston (Direktur Marketing Telkomsel)

Beberapa hari yang lalu..

Saya, Diko, dan Bli Eka diajak atasan kami Pak Syawal menjumpai Direktur Marketing, Pak Alistair Johnston.

https://id.linkedin.com/in/alistair-johnston-8a05987 

Yaps, ini sebenernya nemenin EVP yang hendak propose new package preparing RAFI 2017. Saya yang remah-remah rengginang dikaleng khong-guan ekotan juga, soalnya ndak pernah keruangan direktur euy. Jadi gitu diajak langsong seneng dan norak-norak bergembira. Huhuy..

Then you know the rest. Diakhir diskusi saya ndak bimbang sedikitpun langsung minta photo sama si bapak. Haha untung saja diperkenankan photo. πŸ™πŸ˜˜

Btw, sangking hepi-nya lupa itu nyengir kebanyakan sehingga mata ilang. Dan itu juga lupa nahan nafas juga. Duh gusti! πŸ˜‚